Dari Trans Sumatra hingga Cisumdawu, 427 KM Tol Baru Selesai Akhir 2021

Dari Trans Sumatra hingga Cisumdawu, 427 KM Tol Baru Selesai Akhir 2021
info gambar utama

Pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia sangat penting dan dibutuhkan karena dapat mengurangi inefisiensi akibat kemacetan pada ruas utama, serta untuk meningkatkan pelayanan sistem distribusi barang dan jasa terutama di wilayah yang sudah tinggi tingkat perkembangannya.

Selain itu, pembangunan jalan tol mampu mengurangi kesenjangan antar wilayah serta meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini Indonesia sudah mengandalkan jalan tol sebagai jalur transportasi antar daerah. Sayangnya pembangunan jalan tol di Indonesia terbilang lambat dibandingkan dengan negera-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand hingga Australia.

Namun baru-baru ini ada kabar baik, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan 427 km ruas tol baru selesai dibangun tahun ini.

Baca Juga: Tahun Depan, Masuk Gerbang Tol Tak Harus Berhenti Ataupun Pelan-Pelan

7 ruas tol yang selesai dibangun pada periode Januari-April 2021 © GNFI
info gambar

Pada periode Januari-April 2021 saja, tercatat sudah ada 7 ruas tol sepanjang 54,69 km yang selesai dibangun. Ketujuh tol tersebut meliputi:

  • Banda Aceh-Sigli seksi 3 (16 km)
  • Medan-Binjai seksi 1A (4,22 km)
  • Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi 1A (2,69 km)
  • Serpong-Cinere seksi 1 (6,5 km)
  • Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,2 km)
  • Kayu Agung-Palembang-Betung seksi 1 Tahap 1B (8,23 km)
  • Bogor Ring Road seksi 3A (2,85 km).

373 km lagi ditargetkan tuntas akhir tahun ini

Sisanya, sebanyak 14 ruas tol sepanjang 373 km yang ditargetkan tuntas hingga akhir 2021 © GNFI
info gambar

Sisanya, sebanyak 14 ruas tol sepanjang 373 km yang ditargetkan tuntas hingga akhir 2021. Terdiri dari ruas Trans Sumatra (172,9 km) yakni Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat seksi Kuala Tanjung-Pematang Siantar (96,5 km), Sigli-Banda Aceh seksi 2,5, dan 6 (18,8 km). Lalu, Padang-Pekanbaru ruas Pekanbaru-Bangkinang (40 km), dan Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu ruas Bengkulu-Taba Penanjung (17,6 km).

Selanjutnya, ruas tol yang akan tuntas hingga akhir tahun 2021 adalah ruas-ruas tol di wilayah Jabodetabek (77,47 km). Yang terdiri dari Tol Cibitung-Cilincing seksi 1-4 (34,77 km), Cimanggis-Cibitung seksi 2 Jatikarya-Cibitung (23 km). Selanjutnya, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi 2A (4,9 km), 6 ruas Tol DKI Seksi A Kelapa Gading-Pulo Gebang (9,3 km), dan Serpong-Balaraja Seksi 1 A(5,5 km).

Kemudian terdapat lima ruas tol non-trans dengan total panjang 122,7 km terdiri dari Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 1,2,3, dan 6 (38,5 km), Ciawi-Sukabumi seksi 2 (11,9 km), Serang-Panimbang seksi 1 (26,5 km), Balikpapan-Samarinda seksi 1 dan 5 (33,1 km) dan Manado-Bitung seksi 2B (12,7 km).

Panjang keseluruhan tol Indonesia mencapai 2.763 km

Sebagai catatan, hingga April 2021, panjang ruas tol yang sudah beroperasi di Indonesia mencapai 2.391 km. Ruas tol ini terbagi dalam 62 ruas yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Total ruas tersebut merupakan akumulasi dari ruas tol yang tuntas dan dioperasikan pada periode 1978-2014 sepanjang 795 km. Dilanjutkan periode 2015-2019 (1.298 km), kemudian ditambah 246 km pada tahun 2020, dan 54,69 km dari Januari hingga April 2021.

Jika target pembangunan ruas tol baru sepanjang 427 km tercapai, maka panjang ruas tol Indonesia secara keseluruhan di pengujung 2021 mencapai 2.763 km.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini