Taman Margasatwa Ragunan, Lokasi Wisata Favorit Warga Jakarta Saat Lebaran

Taman Margasatwa Ragunan, Lokasi Wisata Favorit Warga Jakarta Saat Lebaran
info gambar utama

Taman Margasatwa Ragunan (TMR) jadi salah satu tempat wisata yang jadi favorit banyak keluarga di Jakarta dan sekitarnya saat libur Lebaran. Lokasi kebun binatang ini ada di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

TMR yang memiliki luas kawasan hingga 140 hektare ini pertama kali didirikan tahun 1864. Ini adalah kebun binatang pertama di Indonesia.

Awalnya, lokasi ini bernama Planten En Dierentuin yang artinya tanaman dan kebun binatang dan terletak di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Saat itu, kebun binatang dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia.

Baru pada tahun 1949, namanya berubah menjadi Kebun Binatang Cikini. Tahun 1961, lokasinya baru dipindahkan ke kawasan Ragunan dan diresmikan sebagai Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966.

Sejak saat itu, orang-orang berbondong-bondong ke TMR untuk berekreasi sambil melihat satwa yang jumlahnya lebih dari dua ribu spesies. Pada momen liburan, ribuan orang biasanya memadati tempat rekreasi ini.

Meski bisa dikunjungi kapan saja, banyak keluarga yang berwisata di TMR pada momen libur Lebaran. Menurut sejarawan, penulis, dan pendiri Komunitas Bambu, JJ Rizal, dikutip CNN Indonesia, kunjungan ke Ragunan saat Lebaran seperti sudah jadi tradisi di Jakarta.

Rizal mengatakan, Ragunan punya daya tarik sendiri dibandingkan tempat wisata lain yang ada di Jakarta, seperti Kota Tua atau Monas.

Menilik daya tarik Taman Margasatwa Ragunan

"Orang berwisata itu kan mencari yang unik. Keunikan salah satunya pada binatang, bukan hanya pada gedung, pada atraksi wisata," ucap JJ Rizal.

Ia menambahkan bahwa salah satu faktor pendukung Ragunan memiliki banyak peminat adalah tiketnya yang murah sehingga bisa terjangkau oleh semua kalangan. Ya, harga tiket masuk TMR memang termasuk murah, Rp3 ribu untuk anak-anak dan orang dewasa Rp4 ribu.

"Kalau ke Dufan, ke Ancol, harganya mahal sekali berpuluh-puluh kali lipat. Jadi bisa besar begitu karena murah banget. Hiburan rakyat sebenarnya," lanjutnya.

Daya tarik TMR lainnya adalah lokasi wisata luar ruangan yang teduh dan bernuansa alam. Orang-orang yang rindu bepergian ke alam bisa menjadikan TMR untuk dikunjungi bersama keluarga.

Ragam satwa di TMR

Berkunjung ke TMR, tentunya menjadi kesempatan untuk melihat koleksi satwa yang ada di sana. Kira-kira satwa apa saja yang bisa dilihat di TMR? Untuk kategori mamalia, ada gajah Sumatra, harimau Sumatra, gorila, monyet, lutung, orangutan Sumatra, orangutan Kalimantan, anoa, rusa Jawa, badak Jawa, badak Sumatra, rusa, macan dahan, harimau benggala, badak putih, jerapah, dan zebra.

Ada juga owa, tarsius, kukang, kijang, landak Jawa, macan tutul Jawa, musang Sulawesi, beruang Sulawesi, tapir, babirusa, babi hutan, singa, kuda nil, siamang, kancil, dan binturung. Dalam spesies burung, ada pelikan, beo, rangkong, merak hijau, nuri, cendrawasih, emu, burung unta, dan maleo. Selain itu, ada keluarga reptil meliputi buaya muara, komodo, biawak Salvador, kura-kura, dan ular.

Protokol kesehatan

Pada libur Lebaran tahun ini, Taman Margasatwa Ragunan tetap dibuka untuk umum. Namun, mereka yang boleh masuk hanya pemilik KTP DKI Jakarta saja. Jumlah pengunjung pun dibatasi hanya 30 persen dari biasanya atau sekitar dua sampai tiga ribu orang per hari.

Ketut Widarsana selaku Kepala Satuan Pelaksana Promosi TMR, selama libur lebaran 8-30 Mei 2021, kawasan TMR hanya dibuka untuk warga yang ber-KTP DKI Jakarta saja. Jika tak punya KTP Jakarta, maka tidak diperkenankan untuk berwisata di kawasan ini.

Ketut menambahkan, TMR hanya tutup pada tanggal 13 Mei dan hari libur satwa setiap hari Senin.

Demi kenyamanan pengunjung, pihak TMR juga sudah membuat lingkaran-lingkaran khusus untuk yang ingin berpiknik. Semua sudah ditata sedemikian rupa agar satu rombongan tetap berjarak dengan rombongan lain sehingga meminimalka risiko penumpukkan pengunjung di satu area.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini