Kiat Ampuh Menurunkan Berat Badan Setelah Kalap Selama Libur Lebaran

Kiat Ampuh Menurunkan Berat Badan Setelah Kalap Selama Libur Lebaran
info gambar utama

Setelah puasa dan melewati momen libur Lebaran, banyak orang mengeluhkan peningkatan berat badan. Wajar saja, mengingat ketika liburan beberapa hari saat Lebaran, kita tentu tergoda dengan aneka makanan di rumah. Mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, kue kering, minuman bersoda, dan sebagainya. Tak jarang, kita pun lepas kontrol hingga terlalu banyak mengonsumsi ini-itu dalam satu waktu.

Alhasil, perut sering begah dan tanpa disadari berat badan pun ikut bertambah. Jika kondisi ini memang sudah terjadi, sudahlah tak perlu disesali. Sebab, selalu ada cara untuk menyelesaikan permasalahan berat badan. Berikut kiat-kiatnya:

Pola makan teratur

Selama liburan, Anda mungkin tak menerapkan pola makan teratur. Di mana dan kapan saja ada makanan yang tampak menggiurkan, langsung disantap tanpa kenal waktu. Jika momen libur Lebaran telah berlalu, ingatkan diri sendiri untuk kembali pada pola makan yang lebih teratur.

Anda bisa menentukan sendiri jam makan paling ideal untuk dilakukan setiap hari. Setidaknya, ini terdiri dari sarapan, makan siang, dan makan malam. Di tengah makan siang dan malam, bisa juga ditambahkan waktu mengudap, tetapi usahakan pilih yang lebih sehat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan.

Selain waktu makan, pastikan untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Usahakan selalu ada sayuran dan buah setiap kali makan, ditambah dengan mengurangi asupan karbohidrat, makanan digoreng, dan masakan berlemak.

Hindari konsumsi camilan kemasan

Demi tubuh kembali ramping setelah liburan, cobalah menahan diri dari camilan dalam kemasan, baik itu keripik, kerupuk, kue, dan kudapan ringan sejenis. Kebiasaan mengudap secara rutin bisa berdampak besar pada kenaikan berat badan karena tinggi kalori tetapi rendah gizi.

Sebaliknya, bila Anda hanya fokus kepada pilihan makanan yang lebih sehat dan menghindari camilan kemasan, berat badan bisa lebih mudah berkurang perlahan. Tentunya dibarengi dengan pola makan teratur dan tetap aktif bergerak ya!

Kurangi makanan dan minuman manis

Selama libur Lebaran, Anda tentu sudah puas mengonsumsi segala manis-manis, mulai dari aneka jenis kue kering, camilan, dan minuman manis. Saat liburan usai, usahakan menghindari sejenak segala makanan dan minuman manis agar berat badan turun lebih cepat. Jika ingin sesuatu yang manis, bisa didapatkan dari buah-buahan atau kurma.

Untuk masakan atau minuman, bisa juga mengganti gula biasa ke gula rendah kalori yang biasa digunakan penderita diabetes atau orang-orang yang sedang berdiet. Jangan lupakan juga untuk mengonsumsi air mineral dua liter per hari untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan air.

Olahraga

Pola makan yang lebih sehat jika dibarengi dengan olahraga rutin akan membantu menurunkan berat badan. Jika waktu liburan Anda cukup malas bergerak, mulailah kembali rutinitas olahraga ini setelah momen Lebaran usai.

Anda bisa mulai olahraga pelan-pelan, setidaknya 30 menit sehari atau sekitar 150 menit seminggu. Mulai saja dari jalan cepat, lari, bersepeda, atau yoga di rumah demi membantu pembakaran kalori agar lebih cepat.

Cukup istirahat

Siapa yang selama liburan sering bergadang dan kurang tidur gara-gara asyik movie marathon atau kumpul bareng teman hingga larut malam? Memang menyenangkan menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang kita sukai. Namun, terkadang orang suka lupa waktu dan tanpa disadari mengorbankan waktu istirahat.

Nah, setelah fase liburan selesai, pastikan Anda kembali ke pola tidur yang normal. Usahakan untuk tidur 6-8 jam setiap malam dan jangan lupa tidur serta bangun pada waktu yang sama setiap harinya.

Meski terkesan sepele, cukup tidur akan membuat tubuh tidak kelelahan, mengurangi risiko ngemil sampai tengah malam, dan pada akhirnya bisa membuat tubuh lebih bugar serta membantu menurunkan berat badan.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini