Merayakan Hari Kemenangan, Berikut Tradisi Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia

Merayakan Hari Kemenangan, Berikut Tradisi Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia
info gambar utama

Penulis: Ega Krisnawati

Satu bulan sudah umat muslim di dunia melaksanakan ibadah puasa, yaitu Ramadan. Kini saatnya untuk menyambut hari kemenangan dengan penuh sukacita.

Di Indonesia sendiri, menyambut perayaan lebaran diisi dengan berbagai tradisi berbeda pada tiap daerah. Mulai dari silaturahmi ke sanak saudara dan kerabat, menyantap hidangan lebaran, hingga salam tempel yang sudah lekat dengan lebaran di Indonesia.

Namun, tahukah Kawan kalau negeri kita yang kaya akan tradisi ini juga memiliki beragam perayaan lebaran yang unik? Lantas, apa saja tradisi lebaran di berbagai daerah Indonesia? Berikut daftarnya.

Grebeg Syawal di Yogyakarta

Grebeg Syawal | Foto: GuideKu.com
info gambar

Grebeg Syawal adalah tradisi rutin bagi masyarakat Yogjakarta. Tradisi ini dijalankan oleh Keluarga Keraton, seperti Keraton Yogyakarta atau Surakarta untuk memperingati Hari Idulfitri.

Acara ini biasanya dihelat setiap tanggal satu Syawal. Selama perayaannya, akan ada arak-arakan gunungan yang penyusunannya terdiri dari hasil bumi, seperti sayuran dan buah-buahan. Gunungan hasil bumi tersebut diarak oleh pengawal keraton dan akan diperebutkan oleh warga.

Gunungan hasil bumi berbentuk kerucut ini juga punya nama yang unik, lho, Kawan. Nama gunungan ini adalah Gunungan Kakung dan Gunungan Putri. Kedua gunungan ini dimaknai sebagai sedekah Sultan kepada rakyatnya di Idulfitri.

Perang Topat di Lombok

Perang Topat | Foto: Good News From Indonesia
info gambar

Berbeda dengan masyarakat di Yogyakarta yang memperebutkan gunung hasil bumi, di Lombok para masyarakatnya justru saling berperang. Menurut laman Rukita, perang yang dilakukan pada saat hari lebaran di Lombok dikenal dengan nama Perang Topat. Tradisi ini dilakukan oleh para pria di hari keenam lebaran.

Perang-perangan yang dimaksud adalah perang menggunakan ketupat untuk dilempar. Tradisi perang topat pertama kali dilakukan oleh Suku Sasak, suku asli dari Lombok.

Perang Topat memiliki persamaan dengan tradisi Grebek Syawal di Yogyakarta. Persamaannya adalah masyarakat bersama-sama mengarak hasil bumi sebelum berlangsungnya tradisi tersebut.

Ngejot di Bali

Ngejot Bali | Foto: Good News From Indonesia
info gambar

Meski masyarakat mayoritas penduduk pulau Bali beragama Hindu, tetapi masyarakat asli Bali yang memeluk agama Islam juga memiliki tradisi unik yang dijalankan tiap lebaran tiba.

Tradisi ini dikenal dengan nama Ngejot. Ngejot dihelat dengan cara memberikan hidangan rumahan kepada tetangga. Umumnya, makanan tersebut akan dibagikan kepada seluruh tetangga tanpa memandang agama.

Tradisi Ngejot menjadi salah satu tradisi yang paling spesial di Bali. Pasalnya, tradisi ini mampu merepresentasikan keberagaman masyarakat Bali. Selain itu, Ngejot juga menjadi perwujudan dari tradisi budaya masyarakat Bali yang memiliki toleransi tinggi antarumat beragama.

Ronjok Sayak di Bengkulu

Ronjok Sayak | Foto: Corecto.id
info gambar

Masyarakat di kota Bengkulu juga memiliki tradisi yang unik, dan pastinya tidak bisa ditemukan di daerah lain selama berlangsungnya lebaran. Tradisi ini dikenal dengan nama Ronjok Sayak. Ronjok Sayak adalah tradisi khas Suku Serawai yang biasa dilakukan saat malam takbiran.

Tradisi Ronjok Sayak identik dengan praktik masyarakat yang menyusun batok-batok kelapa hingga menjulang tinggi. Kemudian, batok-batok kelapa itu akan dibakar di depan rumah masing-masing.

Masyarakat Suku Serawai percaya bahwa api dari tradisi Ronjok Sayak merupakan penghubung antara manusia dengan leluhur mereka.

Tellasan Topak di Madura

Tellasan Topak | Foto: Suara.com
info gambar

Masyarakat Madura merayakan lebaran biasanya di hari ketujuh bulan Syawal. Mereka menyebut perayaan tersebut dengan nama Tellasan Topak atau lebaran ketupat.

Melansir dari Kumparan, perayaan ini ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur dari umat Islam yang telah menjalankan ibadah puasa sunnah enam hari setelah Idulfitri. Tellasan Topak digelar dengan beragam tradisi, seperti Pawai Dokar Hias dan lainnya.

Nah, itulah lima tradisi lebaran yang masih dijalankan oleh masyarakat di beberapa daerah Indonesia. Sudah sepatutnya kita terus melestarikan tradisi tersebut agar tidak tergerus oleh zaman. Selamat merayakan Idulfitri, Kawan!*

Referensi: Kumparan | Rukita

Baca Juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini