Banyak Makan Daging saat Lebaran, Berikut Cara Mengatasi Dampaknya

Banyak Makan Daging saat Lebaran, Berikut Cara Mengatasi Dampaknya
info gambar utama

Akhirnya, momen libur Lebaran tahun ini telah usai. Bagaimana, sudah cukup puas makan-makan enak di rumah? Selama Lebaran, memang ada makanan-makanan yang selalu tersedia, mulai dari rendang, semur daging, opor, sate, gulai, dendeng, hingga daging balado.

Pada saat Lebaran, memang banyak orang yang jadi lebih banyak mengonsumsi segala olahan daging. Tak hanya daging saja, tetapi ada tambahan lemak dan minyak dalam setiap masakannya. Hati-hati, terlalu banyak mengonsumsi daging juga tak baik untuk kesehatan.

Menurut Prof Dr David S Perdanakusuma, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, kepada Kompas.com, ada beberapa penyakit yang biasa muncul setelah Lebaran meliputi sakit tenggorokan, batuk, pilek, kolesterol tinggi, hipertensi, dan gangguan pencernaan.

Soal masalah pencernaan, ternyata orang bisa mengalami sembelit ketika kebanyakan makan daging merah. Ini karena daging hampir tidak memiliki serat yang cukup untuk melancarkan sistem pencernaan dan pada akhirnya membuat orang sulit buang air besar.

"Salah satu penyakit yang paling umum karena makan berlebihan di Idul Fitri adalah sakit perut. Ini terjadi ketika ada asupan karbohidrat yang besar. Penting bagi orang untuk menyadari apa yang mereka taruh di piring mereka, karena terlalu banyak minum dapat menyebabkan gangguan usus yang dapat memperburuk kondisi kesehatan yang ada," kata Dr Ruchika Mukherjee, Associate Medical Director di perusahaan kesehatan global Cigna.

Susah buang air besar atau sering disebut sembelit bisa membuat orang jadi kurang nyaman. Meski bukan sesuatu yang menyakitkan, sembelit bikin perut terasa penuh dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Seseorang bisa dikatakan mengalami sembelit jika dalam waktu tiga sampai enam bulan terakhir berkurangnya frekuensi buang air besar jadi tiga kali seminggu atau bahkan kurang, feses lebih keras, merasa ada hambatan untuk buang air, bahkan ada perasaan tidak tuntas saat buang air.

Untuk penyebab sembelit sendiri bisa dipicu dari pola makan sehari-hari, misalnya kurang konsumsi makanan berserat, terlalu banyak mengonsumsi daging dan produk susu, sering makan makanan yang diproses berlebih, kurangnya asupan cairan, dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol serta kafein.

Sembelit sebenarnya bisa diatasi dengan cepat bila Anda minum obat pencahar yang banyak dijual bebas di apotek. Namun, bila kondisinya masih sering dialami, banyak orang takut ketergantungan obat-obatan tersebut. Maka, mencari “obat” yang lebih alami bisa jadi pilihan, sambil tak lupa memperbaiki pola makan dan gaya hidup secara menyeluruh.

Berikut ragam obat pencahar alami bagi Anda yang sulit buang air besar:

Air putih

Tahukah Anda bila tubuh kekurangan cairan bisa membuat feses jadi keras, padat, dan kering, lalu pencernaan jadi kurang lancar. Maka, bila perut sudah mulai terasa tak nyaman, segera minum air putih secukupnya dan selalu pastikan Anda minum setidaknya delapan gelas air setiap hari. Minum air putih saat sembelit pun bisa membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah keluar dari tubuh.

Baca juga 5 Manfaat Pijat untuk Kesehatan Tubuh

Makanan untuk kesehatan pencernaan

Bila merasa terlalu banyak mengonsumsi daging saat lebaran, kini Anda dapat mengimbanginya dengan makanan berserat. Serat sendiri menag baik untuk pencernaan dan akan berpengaruh pada kelancaran buang air besar.

Pilihan makanan tinggi serat juga dapat menetralisit tingginya lemak dari daging. Anda bisa mulai rutin makan sayuran seperti kentang, brokoli, wortel, jagung, kacang polong, buncis, dan kedelai.

Buah-buahan

Buah-buahan adalah “obat” terbaik dan rasanya enak untuk mengatasi sembelit. Ada beberapa jenis buah yang ampuh sebagai obat pencahar, seperti pisang, apel, buah beri, jeruk, melon, dan pir.

Bakteri probiotik dalam pisang mampu meredakan gejala sembelit. Sedangkan apel mengandung pektin dan serat, keduanya dapat merangsang organ di perut untuk mengeluarkan feses, membuat feses lunak, dan mempercepat gerakan di usus.

Baca juga Mengenal Orthorexia, Ketika Seseorang Terobsesi dengan Makanan Sehat

Teh herbal

Untuk mengatasi sembelit, Anda juga bisa mengonsumsi teh herbal yang dipercaya bisa melancarkan pergerakan feses. Dari sekian banyak jenis teh, cobalah minum teh dari daun senna yang mengandung senyawa glikosida dan memberikan efek laksatif demi melancarkan pencernaan.

Pilihan lain adalah minum teh hitam atau teh hijau karena sama-sama mengandung kafein yang memiliki efek pencahar alamai untuk melancarkan buang air besar. Minum teh herbal sebaiknya dikonsumsi pada pagi hari ketika perut kosong agar manfaatnya lebih terasa.

Namun, perlu diperhatikan jika Anda sensitif kepada kafein, bisa juga mengganti teh dari bahan peppermint, dandelion, atau chamomile.

Minyak esensial

Belakangan ini, minyak esensial memang tengah digandrungi masyarakat karena terkenal dengan khasiatnya untuk kesehatan. Minyak esensial juga bisa lho membantu melancarkan pencernaan pada orang-orang yang sering sembelit.

Anda bisa coba dengan minyak dari rempah jahe yang ampuh meningkatkan sistem pencernaan hingga mengurangi mual. Minyak jahe bisa merangsang sistem pencernaan dengan meningkatkan pergerakan lambung dan susu. Minyak jahe bisa dicampur dengan minyak kelapa lalu dioleskan ke perut dan beri pijatan lembut.

Pilihan lain adalah menggunakan minyak chamomile yang bisa mengatasi masalah buang air besar. Minyak chamomile diyakini bisa meningkatkan pergerakan usus, mendorong feses keluar, dan meredakan perut kembung.

Anda bisa mencampurkan minyak chamomile dengan minyak lavender, dengan diencerkan menggunakan minyak kelapa, dan dipakai di perut searah jarum jam selama tiga kali sehari.

Baca juga Mengenal Susu Beras yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini