Mengenal 7 Skill yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Spesialis Media Sosial

Mengenal 7 Skill yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Spesialis Media Sosial
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

Perkembangan dunia diiringi dengan semakin majunya teknologi. Peralihan ini berdampak pula pada kehidupan manusia, di mana teknologi menjadi pusat beragam aktivitas. Salah satunya di media sosial.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengguna aktif media sosial. Dilansir dari Kompas.com, terdapat 170 juta jiwa orang Indonesia yang aktif menggunakan media sosial. Rata-rata dari mereka menghabiskan waktu berselancar di media sosial selama 3 jam 14 menit.

Nah, femonena ini bisa dijadikan kesempatan bagi perusahaan dalam mengambil peluang. Kesempatan untuk memperluas cakupan bisnisnya dengan cara mempekerjakan seorang marketer handal.

Ialah spesialis media sosial, orang yang memegang peran penting itu. Mereka memasarkan produk dan konten perusahaan dengan cara membangun hubungan dengan audiens.

Tugas spesialis media sosial tidak hanya sekadar mengunggah konten saja. Mereka memiliki tanggung jawab dalam membuat konten, mengatur kampanye, mengatur strategi sosial, menganalisis data di seluruh media sosial, dan berkoordinasi dengan komunitas dan tim pemasaran.

Buat Kawan GNFI yang ingin menjadi spesialis media sosial, berikut beberapa skill yang harus dimiliki sebelum melamar posisi tersebut.

1. Mampu melakukan storytelling

Spesialis media sosial merupakan inti dari pembangunan citra brand. Mereka harus mampu mengedukasi target pasar mengenai brand perusahaan. Oleh karena itu, Kawan GNFI patut memiliki kemampuan menulis konten, penyuntingan, dan bercerita. Penulisan berbentuk storytelling harus disesuaikan dengan brand voice sehingga Kawan GNFI dapat menyampaikan narasi secara tepat.

2. Peka dengan tren

Skill ini wajib Kawan GNFI taati, karena jangkauan konten lebih banyak tatkala mengikuti tren. Pasalnya, puncak tren menjadi bahan perbincangan banyak orang sehingga konten terkait dapat diminati banyak orang.

Dengan demikian, Kawan GNFI perlu up-to-date aplikasi terbaru, berbagai berita terkini, hingga fitur-fitur media sosial terpopuler. Mengikuti tren dapat mempermudah Kawan GNFI dalam membuat konten yang gurih dan relevan.

Baca jugaPraktik Mindfulness yang Dapat Cegah Kelelahan Mental Saat WFH

3. Menguasai SEO

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Walau bagaimana pun, Kawan GNFI tetap harus memahami konsep dan penggunaan SEO. Mengingat media sosial terintegrasi dengan mesin pencarian google. Dengan menguasai SEO, Kawan dapat memaksimalkan pencarian perusahaan dan konten di google.

Di konten Instagram, misalnya. Kawan GNFI bisa memasukkan keyword di konten. Pastikan konten dan keyword sesuai dengan brand perusahaan. Supaya brand awareness dapat tercapai secara optimal.

4. Memahami cara kerja iklan

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Seorang spesialis media sosial setidaknya perlu memahami cara kerja iklan berbayar di media sosial. Tidak hanya itu, Kawan GNFI harus mengetahui bagaimana cara iklan bisa mencapai target pemasaran. Ini dapat membantu closing perusahaan dengan calon konsumen.

Baca juga Mengenal Teori Adaptasi Darwin dan Kiat Beradaptasi

5. Terbiasa dengan data

Memahami data juga merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang spesialis media sosial. Soalnya, merekalah yang mengatur strategi pemasaran konten. Nah, pemasaran konten secara efektif dapat dilakukan dengan menggunakan data-data sebelumnya.

Adapun data-data yang harus dianalisis oleh spesialis media sosial adalah engagement, unique views, impression, dan lain-lainnya. Data ini bisa dipelajari secara mudah asal Kawan GNFI tekun dalam melakukannya.

6. Bisa mengelola komunitas

Customer service merupakan bagian terpenting dalam membangun brand awareness, karena ia yang menentukan preferensi calon pelanggan terhadap brand. Nah, calon pelanggan ini tidak bisa diperlakukan sebagai robot (membalas chat dengan format formal yang telah dibuat).

Calon pelanggan harus diperlakukan selayaknya Kawan GNFI berbicara dengan teman. Bercakap-cakap dengan bahasa yang disukai. Dalam hal ini, Kawan GNFI bisa berkomunikasi dan mempertanyakan kebutuhan calon pelanggan.

Baca Juga Menanti Janji Manis Koneksi 5G di Bumi Pertiwi

7. Pintar mengelola waktu

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Meskipun pekerjaannya terlihat begitu fleksibel, pekerjaan ini memiliki jobdesk yang cukup banyak. Jika tidak pintar mengelola waktu, spesialis media sosial bisa keteteran bahkan meniadakan salah satu tanggung jawab.

Oleh karena itu, Kawan GNFI harus bisa mengelola waktu dengan baik. Kawan bisa melakukannya dengan mencatat daftar tanggung jawab harian di buku catatan atau menggunakan berbagai tools yang ada.

Nah, itu dia berbagai skill yang harus dimiliki seorang spesialis media sosial. Bagaimana? Apakah Kawan GNFI semakin tertarik untuk menjadi spesialis media sosial?*

Referensi: getsmarter.com | karirpad.com | Kompas.com | kreativv.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini