Mengenal Sosok Penting di Balik 7 Startup Indonesia yang Sukses Go-International

Mengenal Sosok Penting di Balik 7 Startup Indonesia yang Sukses Go-International
info gambar utama

Indonesia patut berbangga, karena beberapa tahun belakangan industri startup atau perusahaan yang awalnya berstatus rintisan dengan skala lebih kecil membuktikan keberhasilan dengan sejumlah pencapaian berupa pertumbuhan valuasi yang fantastis, beberapa di antaranya bahkan menjadi penyumbang dalam pergerakan perekonomian tanah air.

Bukan hanya sebatas berhasil di dalam negeri, deretan startup yang hadir di tanah air juga membuktikan performa terbaiknya dengan sukses melakukan ekspansi dan menjangkau pasar internasional di berbagai negara dengan masing-masing strategi bisnis yang dimiliki.

Dalam perkembangan startup di Indonesia, memang ada 3 bidang atau kategori yang dibagi secara garis besar yang umumnya digeluti oleh usaha startup, yaitu game, pendidikan atau edukasi, dan perdagangan atau yang lebih dikenal dengan istilah e-commerce, beberapa yang paling dikenal di antaranya Ruangguru dan Tokopedia.

Kekinian, bidang yang digeluti oleh perusahaan berjenis startup lebih bervariasi, mulai dari layanan financial technology (fintech), jasa transportasi, bahkan ada pula yang bergerak di bidang pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari untuk masyarakat, yaitu TaniHub.

Seakan belum cukup, langkah besar bisnis startup di Indonesia yang belum lama ini terjadi, yaitu berupa peleburan antara Gojek dan Tokopedia yang membentuk induk usaha baru bernama GoTo, semakin menjadi angin segar dan jalan menuju pencapaian besar lainnya yang bisa menjadi modal optimisme bagi industri startup tanah air untuk terus berkiprah di ranah Internasional.

Terlepas dari pencapaian berbagai startup yang sukses go-international, tidak bisa dipungkiri ada peran krusial dari sosok pencetus atau pendiri berbagai startup yang eksis di tanah air, sosok yang memiliki visi besar dan keberanian untuk mewujudkan apa yang dipikirkan sehingga menjadi entitas usaha dalam bentuk nyata dan pada akhirnya membawa banyak manfaat bukan hanya untuk orang-orang yang terlibat di dalamnya, tapi juga bagi hampir seluruh lapisan masyarakat yang terbantu berkat adanya layanan dari startup yang ada.

Bicara soal pendiri startup, beberapa di antaranya mungkin ada yang selama ini sudah banyak dikenal sejalan dengan besarnya nama perusahaan yang berhasil diketahui oleh masyarakat Indonesia, tapi tidak sedikit pula masyarakat yang hanya sebatas mengetahui keberadaan startup tanpa mengenal siapa sebenarnya sosok penting di baliknya.

Mungkin terlihat tidak terlalu bermakna untuk diketahui, tapi nyatanya cerita dan perjuangan yang dibagikan oleh para pencetus startup lain di tanah air sedikit atau banyak layak untuk menjadi inspirasi dan motivasi.

Baca juga Menginspirasi, Berikut 4 Sosok Perempuan Sukses Pengelola Startup di Indonesia

Kevin Mintaraga, Bridestory

Kevin Mintaraga | Foto: Adam Dwi/Media Indonesia
info gambar

Bridestory merupakan platform khusus yang hadir dan diperuntukkan dalam memberikan solusi untuk menentukan berbagai hal yang berkaitan dengan keperluan pernikahan, platform ini hadir dalam bentuk e-commerce yang mempertemukan berbagai vendor pernikahan di Indonesia dengan calon pengguna jasa tiap-tiap vendor.

Bukan hanya di Indonesia, layanan marketplace Bridestory juga menghubungkan calon pelanggan dan vendor pernikahan di berbagai negara, di antaranya Singapura dan Filipina.

Mengutip dari laman LinkedIn milik Kevin, dirinya memulai karir dengan membangun perusahaan digital agency bernama Magnivate di tahun 2008, yang kemudian diakuisisi oleh salah satu perusahaan layanan marketing dan periklanan dunia, WPP Group di tahun 2012, Magnivate pun berganti nama dan saat ini eksis sebagai Mirum Indonesia.

Tahun 2014 jadi awal mula perjalanan Kevin mendirikan Bridestory yang selama 5 tahun perjalanannya sukses menjadi pemimpin marketplace di bidang kebutuhan pernikahan, kesuksesan tersebut yang mengantarkan Bridestory diakuisisi oleh Tokopedia di tahun 2019.

Berkat keberhasilannya yang tidak hanya sukses mendirikan perusahaan tapi juga mampu mengembangkannya secara matang, Kevin menerima penghargaan Ernst & Young's Young Entrepreneur of The Year 2013 award.

Adrian Gunadi, Investree

Adrian Gunadi | Foto: Pius Erlangga/Media Indonesia
info gambar

Investree adalah salah satu layanan fintech yang bergerak di bidang jasa peminjaman berbasis P2P (P2P lending), atau lebih tepatnya penyelenggara yang mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman.

Investree pertama kali didirikan oleh Adrian Gunadi di tahun 2015, dalam perkembangannya Investree berhasil bergabung dengan perusahaan berbasis serupa di Vietnam bernama eLoan. Terbaru, ekspansi lainnya juga berhasil dilakukan ke Filipina dan Thailand, izin operasional Investree di Filipina sudah dikantongi dengan nama Investree Philipines, sedangkan untuk operasional di Thailand masih dalam proses perizinan dari regulator di negara tersebut.

Rupanya ada latar belakang kuat yang dimiliki Adrian Gunadi dalam merintis Investree, dirinya diketahui memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman di dunia perbankan yang beroperasi di Indonesia baik pada perusahaan perbankan lokal ataupun internasional.

Adrian yang sempat mengenyam pendidikan Magister Administrasi Bisnis dengan fokus Finance and Financial Management Services di Rotterdam School of Management, Erasmus University, seakan menjadi alasan di balik kepiawaiannya dalam mengelola perusahaan startup layaknya Investree yang sukses melakukan ekspansi ke pasar Internasional.

Baca juga Fenomena Gerilya Fintech Ternyata Bisa Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia

Diajeng Lestari, Hijup

Diajeng Lestari | Foto: @diajenglestari
info gambar

Startup kali ini datang dari industri lifestyle dan fashion muslim yang banyak dikenal di tanah air, yaitu Hijup yang pertama kali didirikan tahun 2011 oleh Diajeng Lestari. Menariknya, Diajeng merupakan pasangan dari Achmad Zaky yang sama-sama menggeluti dunia startup sebagai salah satu pendiri Bukalapak yang pertama kali dirintis pada tahun 2010.

Hijup saat ini dikenal sebagai pioneer e-commerce fashion muslim pertama di Indonesia, keberhasilan Hijup di kiprah internasional dibuktikan dengan tersebarnya distribusi berbagai produk ke beberapa pengguna di negara tertangga. Bahkan Hijup secara resmi membuka offline store yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

David Soong, SweetEscape

David Soong | Foto: Instagram @awie (David Soong)
info gambar

SweetEscape merupakan platform yang menghubungkan jaringan jasa fotografer di berbagai belahan dunia, startup ini memberikan jawaban atas kebutuhan bagi mereka yang melakukan perjalanan atau memiliki momen berharga di berbagai tempat dan ingin mengabadikannya secara sempurna dengan bantuan fotografer profesional.

Awalnya banyak yang tidak mengira kalau perusahaan ini berasal dari Indonesia lebih tepatnya berbasis di Jakarta, pertama kali didirikan oleh David Soong di tahun 2017, pertumbuhan startup jasa fotografi ini bisa dikatakan berkembang sangat pesat. Selang dua tahun sejak didirikan, tepatnya di tahun 2019 SweetEscape mendapat pendanaan seri A melalui Crunchbase sebesar 6 juta dollar AS.

Pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, tepatnya Seattle University, kecintaan David Soong terhadap fotografi, travel, dan kuliner rupanya membuat David tidak hanya sukses merintis SweetEscape, melainkan juga menyalurkannya lewat jaringan kuliner Boga Group yang menaungi berbagai restoran dengan hidangan lokal dan internasional di tanah air.

Baca juga Foto-foto Pemenang 'Ocean Photography Awards 2020', Empat Foto dari Indonesia

Ferry Unardi, Traveloka

Ferry Unardi | Foto: Ferry Unardi/Medium
info gambar

Siapa yang tidak tahu Traveloka? Layanan yang bergerak di bidang pemesanan tiket transportasi dan akomodasi ini juga sukses melakukan ekspansi ke berbagai negara di kawasan Asia. Pertama kali didirikan di tahun 2012 oleh Ferry Unardi, startup ini sudah mendapat beberapa kali suntikan dana dengan total nilai investasi lebih dari 250 juta dolar AS.

Melihat kesuksesannya sampai saat ini, Ferry Unardi yang merupakakan sosok kelahiran Padang nyatanya juga pernah mengenyam pendidikan di Universitas bergengsi di Amerika Serikat, bahkan dirinya sempat bekerja sebagai software engineer di Microsoft selama tiga tahun sebelum mulai merintis Traveloka.

Saat ini, layanan Traveloka tidak hanya dapat dinikmati di tanah air tapi juga di beberapa negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

William Tanuwijaya, Tokopedia

William Tanuwijaya, Willy Kurniawan/Reuters
info gambar

Sosok penting di balik hadirnya salah satu situs e-commerce terbesar tanah air. Di tahun 2019, Tokopedia bahkan mengklaim kontribusi 1,5 persen dalam perekonomian Indonesia, walau saat ini Tokopedia belum mengambil langkah ekspansi bisnis ke luar negeri, tapi kiprahnya di ranah Internasional terbukti dengan serbuan investasi yang datang dari berbagai raksasa teknologi dunia, sebut saja Google, Temasek Holding, Sequoia Capital India, dan Softbank.

Membuktikan bahwa sosok yang bisa membawa perubahan di industri teknologi tanah air tidak harus selalu mengenyam pendidikan di luar negeri, pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara ini merupakan lulusan dari Universitas Bina Nusantara pada tahun 2003.

Dengan visi yang dibuat di perusahaannya, William berhasil membawa Tokopedia menjadi platform e-commerce yang diakui dan secara nyata memfasilitasi UMKM di seluruh penjuru Indonesia.

Nadiem Makarim, Gojek

Nadiem Makarim. Arya Manggala/Shutterstock
info gambar

Siapa yang tidak kenal dengan Nadiem Makarim, walau saat ini sudah tidak lagi memiliki kedudukan di Gojek, perannya sebagai orang paling berpengaruh di perusahaan ride-hailing pertama dan terbesar asal Indonesia ini jelas tidak bisa dilupakan.

Penuh perjalanan panjang, Nadiem membangun Gojek sejak tahun 2011, sebelum memiliki sistem berbasis aplikasi, Nadiem memulai pelayanan pada perusahaan rintisannya melalui sistem pesan singkat yang dimoderasi oleh operator untuk dapat menghubungkan ke mitra driver yang saat itu masih dalam jumlah terbatas.

Berkat strategi bisnis dan kepiawaiannya dalam mengembangkan Gojek, startup ini akhirnya berhasil melakukan ekspansi ke beberapa negara tetangga di kawasan Asia, yaitu Singapura, Thailand, dan Vietnam dengan nama GoViet. Bersamaan dengan perkembangan ekspansi yang dilakukan, Gojek juga berhasil mencuri perhatian investor dari berbagai raksasa teknologi dunia, di antaranya Google dan Temasek Holding yang pada akhirnya menyuntikkan dana dan jika diakumulasi mencapai lebih dari belasan triliun.

Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo-K.H Ma'ruf Amin, yang dilantik pada 23 Oktober 2019 membuat Nadiem Makarim tidak lagi menahkodai perusahaan startup yang telah dibesarkannya selama hampir 10 tahun itu.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini