Merasakan Energi Positif Ketika Kita Terhubung dan Menyatu dengan Alam

Merasakan Energi Positif Ketika Kita Terhubung dan Menyatu dengan Alam
info gambar utama

Pernahkah Anda membayangkan kedamaian ketika berada di alam? Mungkin ketika mendengar deru ombak, berjalan di atas pasir pantai, menginjak rumput basah, atau bersantai memandangi pohon-pohon menjulang tinggi di hutan.

Selain efek menenangkan yang dirasakan, pada dasarnya manusia memang butuh terhubung dan menyatu dengan alam.

Hubungan manusia dengan alam

Para ilmuwan telah menemukan bukti bahwa keinginan manusia untuk dekat dengan alam bukan hanya preferensi estetika semata. Hubungan dengan alam sebenarnya baik untuk manusia dan memiliki efek semacam pemulihan pada jiwa dan tubuh yang lelah.

Dilansir Happiness.com, lingkungan alam memiliki manfaat utama bagi emosi kita, seperti mengurangi tingkat stres dan memperbaiki suasana hati. Selain itu, bisa membuat ikatan yang lebih kuat dengan orang lain.

Seperti efek domino, alam memengaruhi emosi dan hubungan manusia. Pada gilirannya, ini memengaruhi kesehatan dan kebahagiaan secara keseluruhan. Ketika berada di alam, akan muncul emosi positif seperti kagum, gembira, tenang, merasa terinspirasi, dan menimbulkan rasa syukur.

Baca juga Menjelajah Surga Wisata Alam di Kepulauan Sangihe

Bahkan menurut penelitian, menyatu dengan alam dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, asma, strok, stres, depresi, dan tekanan darah tinggi. Emosi positif seperti saat seseorang berada di alam dapat meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Ketika mulai menyatu dengan alam, Anda akan merasakan suasana hati yang lebih baik, emosi lebih positif, jiwa dan raga terasa lebih rileks, serta kepercayaan diri meningkat.

Penelitian lain menunjukkan bahwa menghabiskan lebih banyak waktu di alam dapat meningkatkan kualitas tidur Anda, terutama jika Anda berusia di atas 65 tahun. Efek ini didorong oleh pengaturan ulang ritme sirkadian, jam alami tubuh Anda, ke siklus tidur yang lebih alami.

Arsitek Amerika Serikat, Frank Lloyd Wright pernah berkata, "Pelajari Alam, cintai Alam, tetap dekat dengan Alam. Itu tidak akan pernah mengecewakanmu.”

Baca juga Selisik Wisata Alam Terbaik di Pulau Borneo

Bagaimana cara terhubung dengan alam?

Menyatu dengan alam bukan sekadar mengunjungi ruang terbuka lalu sibuk dengan ponsel masing-masing. Anda harus benar-benar merasakan setiap momen di alam tanpa gangguan.

Rasakan udaranya, cium aroma yang terasa di sekitar, rasakan tangan dan kaki menyentuh rumput, pasir, atau air, atau sekadar menikmati waktu dengan memandangi keindahan alam semesta yang ada di hadapan Anda saat itu.

Biarkan seluruh indera Anda mulai dari penglihatan, penciuman, suara, rasa, dan sentuhan juga benar-benar terhubung dengan alam.

Baca juga Menjelajahi Wisata Ngawi, dari Alam hingga Tempat Bersejarah

Dikutip nrpa.org, Anda bisa terkoneksi dengan alam dengan cara berolahraga di luar ruangan, menjelajahi kota, mengunjungi taman baru, pergi ke hutan dekat tempat tinggal, jadwalkan untuk liburan ke pantai atau gunung, dan biarkan tubuh berjemur di bawah sinar matahari yang hangat.

Bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan dan sulit untuk bepergian ke alam, tenang, ada solusinya. Anda bisa mulai dari meluangkan waktu untuk jalan-jalan di dekat pohon atau hanya sekadar menikmati kopi di taman kota, coba piknik di taman dekat rumah, dengarkan suara-suara alam yang disukai, atau bisa merawat beberapa tanaman di rumah.

Agar lebih seru, Anda mungkin bisa mengajak teman bersepeda ke tempat yang lebih hijau di sekitar rumah, mengajak pasangan berkencan di tepi danau, tidur-tiduran di atas rumput, melakukan yoga di ruang terbuka hijau, bersantai sambil menyaksikan matahari terbenam, bahkan memeluk pohon demi merasakan sensasi tubuh menyatu dengan alam.

Baca juga Riset Membuktikan, Piknik Membuat Orang Lebih Kreatif dan Cerdas

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini