Pendaftaran CASN Siap Dibuka, Ada Usaha Panjang Sebelum Resmi Jadi Pegawai Negara

Pendaftaran CASN Siap Dibuka, Ada Usaha Panjang Sebelum Resmi Jadi Pegawai Negara
info gambar utama

Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 jadi momen yang bisa dikatakan paling dinanti oleh hampir sebagian besar lapisan masyarakat yang ada di kisaran usia 23-30 tahun bahkan lebih, bukan hanya diminati bagi mereka yang berstatus fresh graduate tapi juga bagi kebanyakan orang yang sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

Sudah menjadi hal lumrah, jika seleksi yang biasanya rutin dilakukan setiap tahun ini memang selalu diikuti dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat untuk bisa mendapatkan pekerjaan di instansi pemerintah yang banyak diinginkan. Tidak heran, jika jumlah pendaftar pada seleksi CASN setiap tahunnya selalu mencapai angka yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah formasi yang disediakan oleh pemerintah.

Deputi BKN Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka), Suharmen, melalui rilis di laman resmi BKN mengungkap bahwa pada tahun 2018 ada 238.015 formasi yang tersedia, sedangkan pelamar yang melengkapi tahap akhir pendaftaran mencapai angka 3.749.748.

Di tahun selanjutnya yaitu 2019, formasi yang tersedia mengalami penurunan di angka 150.315 formasi, sedangkan jumlah pelamar mengalami kenaikan dengan persentase sekitar 11 persen, lebih tepatnya sebanyak 4.197.218 pendaftar, dari pertumbuhan tersebut jelas terlihat bahwa persaingan semakin ketat dengan tingkat perbandingan atau peluang lolos dalam seleksi CASN di tahun 2019 yaitu 1 berbanding 28.

Bersamaan dengan hal itu, Indonesia di tahun 2020 menjadi salah satu negara yang terkena dampak pandemi yang juga terjadi di berbagai negara belahan dunia, memberi dampak ke berbagai sektor negara, pendaftaran CASN yang biasanya diadakan setiap tahun terpaksa harus ditiadakan di tahun tersebut.

Pendaftaran CASN yang dimulai pada November 2019 pun sempat terhambat dalam proses pelaksanaan seleksinya di awal tahun 2020 karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kali pada saat itu, tahap akhir pengumuman dari CASN 2019 pun baru bisa selesai secara final pada bulan Oktober 2020 tahun lalu.

Akibat dari kondisi belakangan ini di mana sebagian besar masyarakat yang harus kecewa karena tidak adanya seleksi CASN di tahun 2020, ditambah jumlah pendaftar yang memang selalu meningkat di tahun-tahun sebelumnya, maka bukan tidak mungkin jika akan ada kenaikan signifikan pada pendaftaran CASN yang dibuka dalam waktu dekat di tahun ini.

Seleksi CPNS ESDM | Foto: Dok. Kementerian ESDM
info gambar

Jika tidak ada kendala dan perubahan, pendaftaran CASN tahun ini kabarnya akan dibuka pada tanggal 31 Mei 2021, berdasarkan laman resmi Sekertariat Kabinet, yaitu setkab.go.id, rencananya ada sekitar 1,3 juta formasi yang disiapkan pemerintah, yang terdiri dari 1 juta formasi guru PPPK, 189 ribu formasi CPNS dan PPPK di pemerintah daerah, serta 83 ribu CPNS dan PPPK di pemerintah pusat.

Sekilas info, walau saat ini proses pendaftaran untuk menjadi pegawai negara lebih umum dikenal dengan istilah ‘seleksi CPNS’, nyatanya CPNS hanyalah sebutan dari salah satu jenis posisi yang tersedia pada pendaftaran CASN yang sebenarnya, untuk tahu detail dan lebih jelas mengenai perbedaan CASN dan CPNS, Kawan GNFI bisa simak artikel di bawah ini.

Baca juga Sering Salah Kaprah, Ini Bedanya ASN dan PNS

Proses panjang yang harus dilalui sebelum menjadi ASN resmi

Bukan tanpa alasan jika ASN menjadi pekerjaan yang banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat saat ini, sudah menjadi rahasia umum soal jaminan masa tua yang akan didapat oleh mereka yang berhasil meraih kedudukan sebagai Aparatur Sipil Negara, tapi tentunya harus diimbangi dengan kinerja yang baik selama mengabdi menjadi pegawai negara.

Tidak bisa diraih dengan mudah, ada jalan panjang yang harus dilalui bagi mereka yang ingin atau bahkan sudah berhasil lolos dalam penerimaan CASN di setiap tahunnya, proses persaingan yang ketat dengan peluang lolos 1 berbanding 28 pendaftar lain seperti yang disebutkan sebelumnya ternyata hanya awal dari jalan panjang yang harus dilalui.

Secara garis besar, pada seleksi CASN setiap tahun umumnya terdiri dari 6 tahapan seleksi, Tahap pertama merupakan seleksi administrasi dan kelengkapan berkas yang dilakukan oleh jutaan pelamar yang ada. Biasanya, pengumuman dari tahap ini langsung mengurangi jumlah pelamar secara signifikan karena banyaknya pelamar yang tidak lolos kualifikasi atau kelengkapan berkas.

Tahap kedua, dinamakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dalam pelaksanaannya menggunakan tes berbasis komputer (CAT), penentuan skor tahap ini ditentukan berdasarkan nilai ambang batas untuk setiap materi tes yang ada.

Tahap ketiga, dinamakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang materi tesnya lebih fokus pada posisi dan jabatan yang dilamar oleh masing-masing peserta, lalu diikuti oleh tahap keempat yang dinamakan Integrasi Nilai dengan menjumlahkan hasil tes dari tahap kedua dan ketiga dengan ketetapan bobot tertentu.

Detail tahapan seleksi CPNS | Foto: Tangkapan layar daftarcpns.id
info gambar

Selanjutnya, masuk ke bagian yang paling dinanti yaitu pengumuman pada tahap kelima diikuti dengan pemberkasan dokumen untuk peserta yang lolos seleksi CASN di tahun yang bersangkutan. Lalu apakah rangkaian tes tersebut akhir dari perjalanan untuk menjadi ASN dengan status resmi? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak.

Baca juga Sedang Melamar CPNS? Ini Nih Jumlah PNS di Indonesia Dibanding Negara Tetangga

Mengutip jpnn.com Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, menegaskan kalau tidak ada dasar hukum pelaksanaan prajabatan atau latihan dasar bagi mereka yang lolos di posisi PPPK, jadi bisa langsung bekerja sesuai dengan perjanjian kontrak yang berlaku.

Lain halnya bagi mereka yang lolos pada posisi CPNS, tidak langsung berstatus Pegawai Negeri Sipil resmi, ada proses panjang lagi yang harus dilalui dan secara garis besar terdiri dari masa orientasi di masing-masing instansi, masa bekerja dengan status CPNS, lalu Pelatihan Dasar (Latsar) sebagai masa pembekalan sekaligus penilaian CPNS sebelum resmi diangkat menjadi PNS yang sesungguhnya.

Seperti yang saat ini sedang dijalani oleh Annisa Eka, yang lolos dalam seleksi CPNS tahun 2019 di salah satu Lembaga Pemerintah non-Kementerian. Annisa membagikan cerita setelah namanya masuk ke dalam salah satu peserta lolos seleksi CPNS 2019 yang baru diumumkan tahun 2020 lalu.

Annisa menceritakan, setelah pengumuman lolos langkah yang selanjutnya dilakukan adalah pemberkasan di instansi terkait, “Kalau di instansi saya, langsung ada orientasi yang berlangsung selama satu setengah bulan, kegiatannya lebih ke perkenalan instansi, tapi ada juga perkenalan ke sistem ASN, dan semua sistem kerja yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pemerintah” ungkapnya.

Annisa juga menyampaikan soal SK CPNS dan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) yang didapat pada saat masa orientasi “Jadi semua CPNS di awal dapat SK dan SPMT, sebagai justifikasi kalau mereka benar-benar boleh melaksanakan tugas sebagai CPNS yang diterima di instansi yang bersangkutan (sebelum bekerja sebagai PNS resmi)” tambahnya.

Selanjutnya bagian yang paling penting ialah latsar, yaitu tahap untuk melatih sekaligus menilai kelayakan seorang CPNS untuk bisa menjadi PNS resmi. Dalam pelaksanaannya, sebelum terjadi situasi pandemi tahap ini secara total dilaksanakan selama 113 hari kerja.

“Sekarang ini, khusus di masa pandemi ada perubahan sesuai PerLAN No. 1 tahun 2021, pelaksanaan latsar totalnya selama 74 hari kerja dilakukan secara blended learning, jadi sistemnya pembelajaran mandiri lewat media belajar berbasis web dan aplikasi, termasuk distance learning secara daring” jelas Annisa lebih lengkap.

Pada setiap instansi, tidak ada perbedaan sistem atau durasi dalam pelaksanaan latsar kecuali waktu dimulai dan berakhirnya tahapan tersebut, karena pada praktiknya ada CPNS yang langsung mendapatkan jadwal latsar di awal, namun ada juga yang harus menunggu beberapa minggu bahkan bulan untuk mendapatkan jadwal latsar tergantung kebijakan masing-masing instansi. Yang jelas, semakin cepat jadwal latsar didapat, maka semakin cepat pula kelulusan atau pelepasan latsar dan pengangkatan menjadi PNS secara resmi.

Dari cerita di atas, cukup jelas ya kalau ternyata untuk menjadi PNS secara resmi tidak seinstan yang dibayangkan pasca tahap lolos seleksi.

Baca juga Siapa PNS dengan Nomor Induk Pegawai 1?

Alasan PNS menjadi jenis pekerjaan yang banyak diminati

Walau perjalanan untuk menjadi PNS secara resmi cukup panjang, nyatanya tetap tidak mematahkan keinginan sebagian besar orang untuk mendapatkan pekerjaan satu ini, bisa diduga jika jaminan hari tua dan jenjang karir yang pasti menjadi daya tarik yang diidamkan oleh hampir semua orang.

Demi berhasil merealisasikan keinginan menjadi salah satu di antara sekian banyak PNS, tidak sedikit pula yang berjuang secara keras melalui berbagai cara seperti mengikuti kelas khusus untuk latihan soal CPNS, try out, dan sejenisnya. Bahkan banyak juga orang yang melakukan upaya tersebut secara berulang ketika belum berhasil di seleksi tahun tertentu dan mencoba lagi di tahun berikutnya.

“Persiapan buat seleksi CPNS tahun ini sebenarnya udah dimulai semenjak gagal di seleksi tahun 2019 lalu, bedanya kali ini mungkin usaha lebih keras lagi, lebih banyak latihan soal bukan cuma dari buku, tapi juga dari platform yang menyediakan try out gratis, ada juga website atau grup di telegram yang untungnya sekarang ini bisa bikin belajar jadi lebih gampang” ungkap Landita Ayu saat ditanya mengenai persiapan menghadapi seleksi CPNS tahun ini.

Landita juga tidak menampik alasan soal tidak perlu khawatir mengenai jaminan masa tua apabila menjadi PNS dibarengi dengan tujuan lainnya “Udah jadi cita-cita juga sih dari dulu, mau turun langsung kerja di pemerintahan buat membangun negara dan kasih pelayanan ke masyarakat” tambahnya.

Hal serupa juga dibenarkan oleh Purnama Dawan yang saat ini sejatinya berstatus sebagai karyawan honorer di salah satu Lembaga Pemerintah non-Kementerian, dirinya tetap ingin mencoba peruntungan untuk menjadi PNS resmi karena ingin memiliki jenjang karir yang pasti. “Karena nanti (saat menjadi PNS) semakin besar angka penilaian yang kita penuhi setiap tahunnya, semakin cepat pula jenjang peningkatan jabatan yang bisa didapat” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai persiapan dan adanya kesulitan ketika harus bekerja sekaligus belajar untuk menghadapi seleksi CPNS tahun ini, Purnama menjelaskan kalau persiapan sudah ia lakukan sejak awal tahun 2021, baik dari keperluan administrasi dan persiapan tes materi, “Ikut tes TOEFL, dan belajar soal-soal tahun sebelumnya, termasuk harus pintar bagi waktu untuk kerja sekaligus belajar” tambahnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini