Hearo, Aplikasi Buatan Developer Indonesia yang Curi Perhatian Apple

Hearo, Aplikasi Buatan Developer Indonesia yang Curi Perhatian Apple
info gambar utama

Adalah Aisyah Widya Nur Shadrina, atau yang akrab disapa Aisyah bersama enam orang teman lainnya yang berhasil membuat Hearo, aplikasi yang dapat menerjemahkan bahasa isyarat menjadi suara dan teks, sehingga bisa menyediakan cara yang lebih lancar untuk berkomunikasi dengan teman tuli.

Jika melihat dari laman LinkedIn miliknya, Aisyah memang merupakan salah satu yang mengikuti program Apple Developer Academy yang bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS), sebagai iOS Junior Developer sejak tahun 2019, rupanya dari keikutsertaan itu lah yang membawa Aisyah dan tim pada akhirnya membuat aplikasi Hearo.

"Asal katanya dari hear atau mendengar. Terus kepikiran nama Hearo," terang Aisyah mengutip detikinet Senin, (25/5/2021), soal pemilihan nama dari aplikasi tersebut.

Baca juga iOs Developer Termuda Asal Indonesia Bikin Kagum CEO Apple

co-founder hearo
info gambar

Mengutip laman rilis Apple di apple.com, dalam pembuatan aplikasi Hearo, Aisyah dan tim menggunakan kamera depan dari perangkat ponsel iPhone, lalu pada tahun 2020 tim tersebut terpilih untuk mengikuti event Apple Entrepeneur Camp. Pada kesempatan itu lah aplikasi Hearo mendapat panduan code-level dari para ahli dan insinyur Apple.

Berkat panduan selama Apple Entrepeneur Camp 2020 pula, aplikasi Hearo mendapatkan fasilitas peningkatan yang signifikan dari segi navigasi dalam aplikasi dan dari segi user experience.

Tak cukup sampai di situ, pada tahun ini Aisyah dan tim nya juga akan mengikuti acara tahunan Apple yaitu Worldwide Developers Conference (WWDC) 2021 secara virtual. Masih menurut informasi yang didapat dari laman resmi Apple, acara ini akan digelar pada tanggal 7-11 Juni mendatang.

WWDC 2021 adalah acara tahunan Apple yang rutin diadakan khusus bagi para developer untuk mempelajari berbagai teknologi terbaru, peralatan, yang dapat diandalkan dalam mengembangkan aplikasi dan game yang inovatif.

Baca juga Pertama di Asia Tenggara, Apple Buka Sekolah Developer di Indonesia

Keberadaan Apple Developer Academy di Indonesia

Apple Developer Academy adalah program akademi selama 10 bulan yang diadakan Apple di beberapa negara terpilih, yang para peserta dan lulusannya diharapkan bisa mempelajari pembuatan dan pengembangan software besutan Apple.

Menariknya, program ini tidak secara luas hadir di berbagai negara melainkan hanya di beberapa negara tertentu yang dipilih, untuk saat ini program Apple Developer Academy hanya ada di 3 negara yaitu Brazil, Indonesia, dan Italia.

Tapi, walaupun lokasi dari akademi ini hanya ada pada 3 negara yang disebutkan, dalam praktiknya Apple Developer Academy di wilayah tertentu bisa diikuti bagi mereka yang berasal dari negara lain baik bagi pendaftar yang berasal dari wilayah ASEAN maupun global. Salah satunya, Apple Developer Academy at Infinite Learning, Batam, yang menerima pendaftaran bagi mereka yang berasal dari wilayah ASEAN.

Mengutip gadgetmatch.com, Senin, (24/5), program ini pertama kali diadakan di Brazil pada tahun 2013, dan saat ini Indonesia jadi satu-satunya negara di Asia yang dipilih untuk menjalankan program Apple Developer Academy di 3 kota, yaitu Surabaya, Batam, dan BSD Tangerang, yang tepat ada dan bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS), sebagai tempat di mana Aisyah sebagai co-founder dari aplikasi Hearo mengenyam pendidikan.

Menariknya, Aisyah dan Hearo bukanlah pengembang dengan aplikasi pertama asal Indonesia yang berhasil menarik perhatian Apple untuk mendapat perhatian lebih lanjut dan keistimewaan pengembangan sebelum dapat hadir di App Store.

Sebelumnya, di tahun 2019 yaitu setahun setelah hadirnya Apple Developer Academy di Indonesia, ada dua aplikasi yang juga merupakan besutan dari lulusan akademi berhasil mendapatkan keistimewaan serupa, yaitu aplikasi Helian dan Khairan.

Helian adalah aplikasi rekam medis yang dirancang untuk memberikan perawatan di panti jompo. Aplikasi ini akan membantu pengasuh orang lanjut usia untuk melacak aktivitas sehari-hari, mengatur pengingat, dan berbagi status penting pasien dengan sesama pengasuh bila diperlukan.

Sementara itu, Khairan adalah aplikasi yang bisa membantu komunitas Muslim tunanetra untuk mengidentifikasi kiblat ketika mereka akan melakukan ibadah sholat.

Baca juga Apple Buka Sekolah Developer di Surabaya

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini