Mengenang 3 Sosok Orator Ulung Pejuang Kemerdekaan

Mengenang 3 Sosok Orator Ulung Pejuang Kemerdekaan
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

Menggerakkan orang lain untuk berkembang sesuai dengan yang diinginkan bukan lah perkara muda. Kawan perlu piawai dalam berbicara agar orang-orang mau mengikuti imbauan atau perintah dari Kawan. Orasi menjadi salah satu senjata utama dalam memimpin dan membius pengikut.

Mengapa seseorang harus mahir berorasi? Karena kebanyakan orang membutuhkan motivasi dari orang lain dengan karisma tinggi. Orang ini diharapkan dapat menjadi sandaran utama ketika sedang menghadapi permasalahan rumit. Nah dengan berorasi, Kawan bisa menjadi tumpuan harapan orang-orang tatkala sedang terjebak pada suatu masalah besar.

Hal ini sudah dibuktikan dari sejarah panjang di bumi Nusantara. Para tokoh dengan kepiawaian orasinya telah menunjukkan betapa hebatnya orasi dalam membius rakyat. Tindakan orasi mereka berhasil mengumpulkan massa, menyatukan visi dan misi kemerdekaan, dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Terlebih lagi, orasi pada masa penjajahan memberikan banyak dampak positif kepada masyarakat. Mengingat, masyarakat saat itu belum mahir dalam membaca dan menulis. Maka, kehadiran orasi dapat membangkitkan masyarakat untuk membebaskan diri dari belenggu kebodohan.

Nah, dengan mengetahui beberapa sosok orator ini, Kawan dapat merasakan secara langsung kehebatan mereka sekaligus ketajaman orasi yang seolah-olah membelah dua lapangan aksi demonstrasi. Berikut beberapa sosok orator pejuang kemerdekaan, dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga Film Tjoet Nja Dhien Produksi 1988 Kembali Diputar Ulang

1. Ir. Soekarno

Ir. Soekarno | Foto: USS Feed
info gambar

Siapa tak kenal pria satu ini? Ialah Bung Karno, presiden pertama Indonesia yang sangat dikenal dengan keahlian orasinya. Kemampuan retorikanya tak perlu diragukan lagi, sudah lantang menggema merevolusi sejarah Indonesia. Banyak buku sejarah mengabadikan teatrikal orasi Bung Karno.

Soekarno sendiri sudah mulai berorasi sejak usianya masih muda. Soekarno muda belajar langsung dari gurunya, yaitu HOS Tjokroaminoto yang sering mengajaknya mengikuti rapat-rapat besar. Sembari menyaksikan aksi pidato Tjokroaminoto di rapat-rapat besar, Soekarno muda menyerap gaya pidatonya untuk kemudian diimprovisasi sendiri.

Kegiatan membaca juga memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan Soekarno dalam berorasi. Soekarno muda diketahui senang membaca buku atau karya tulis dari pemikir-pemikir besar di dunia. Saat di sekolah diajarkan materi seputar itu, Soekarno muda membayangkan bagaimana pemikir-pemikir di dunia lantang berorasi mengutuk penindasan.

Tak berhenti hanya di ilmu saja, Soekarno muda pun mempraktikkan kekayaan pengetahuannya itu dengan mengartikulasikannya. Tatkala bulan beranjak penuh dan pintu-pintu kamar kos Tjokroaminoto tertutup begitu rapat, Soekarno berorasi langsung sambil membayangkan berdiri di atas panggung menghadap rakyat yang berkumpul.

Berkat latihan keras orasinya, Soekarno bisa tampil berdiri di atas panggung dan menyuarakan kalimat-kalimat magis yang bisa mengumpulkan massa secara rapat-rapat. Membebaskan rakyat dari belenggu penjajahan dan mengubah sejarah Nusantara. Berbagai negeri pemimpin lain pun mengagumi dan mengakui kehebatan Soekarno dalam berpidato.

Berikut beberapa kutipan pidato Bung Karno yang sangat terkenal.

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku satu pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.”

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

Baca juga Legenda 99 Kera Santri Penjaga Pentilasan Sunan Kalijaga di Cirebon

2. H.R. Rasuna Said

HR Rasuna Said | Foto: Muslim Obsession
info gambar

Nama Jalan HR Rasuna Said sering Kawan jumpai di seluruh penjuru Ibu Kota Jakarta, membentang dari Menteng, Jakarta Pusat hingga Mampang, Jakarta Selatan. Namun, tidak ada yang menyangka, kalau orator ulung adalah sosok di balik nama jalan itu.

Hajjah Rangkayo Rasuna Said merupakan tokoh orator perempuan Indonesia yang lahir di Maninjau, Sumatra Barat, pada 14 September 1910. Meskipun berdarah bangsawan dan tumbuh besar di lingkungan pesantren, Rasuna memiliki semangat perjuangan yang tinggi sebagaimana tokoh-tokoh perjuangan lainnya.

Ini terbukti dari buah perjuangan Rasuna, di mana ia mengabdikan masa mudanya untuk berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Dilansir dari Tokoh.id, Rasuna muda bergabung ke Sarekat Rakyat sebagai Sekretaris Cabang, lalu menjadi anggota di Persatuan Muslim Indonesia (PERMI). Ia juga diketahui telah membangun sekolah Thawalib di Padang, sebagai bentuk kepeduliannya pada kemajuan pendidikan.

Selama masa perjuangannya ini, Rasuna mencurahkan waktu luangnya untuk berpidato. Isi pidatonya kebanyakan membahas ketidakadilan pemerintah Belanda pada 1930 silam. Lantaran isinya terlalu tajam, Rasuna sempat ditangkap dan dipenjara pada 1932. Namun, ini tak membuatnya gentar berhenti menyuarakan hak-hak rakyat.

Baca juga Melihat Perjuangan dan Gerakan Perempuan dalam Reformasi 1988

3. Bung Tomo

Bung Tomo | Foto: Portal Jember - Pikiran Rakyat
info gambar

Orator ulung asli Surabaya satu ini disebut-sebut menjadi tokoh kunci perlawanan Surabaya, dalam menumpas tentara Inggris yang dibantu Belanda dalam pertempuran pada 10 November 1945. Sosoknya selalu dikenang tatkala sedang memperingati Hari Pahlawan.

Sebab, berkat jasanya lah Indonesia dapat membuat kedua negeri penjajah itu mengangkat tangan. Dengan mengandalkan siaran Radio Republik Indonesia (RRI), Bung Tomo membakar semangat arek-arek Surabaya dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dilansir dari Kompas, orasi Bung Tomo memberikan dampak yang begitu dahsyat, terlihat dari daya tahan arek-arek Surabaya yang tak pernah padam selama 20 hari. Meskipun korban tewas dari peperangan ini diperkirakan mencapai 16.000 jiwa, pekik “Merdeka atau Mati” telah tertanam ranum dalam dada para pejuang, sehingga mereka terus semangat dalam berjuang.

Itulah beberapa sosok orator ulung yang memberikan andil besar dalam kemerdekaan Indonesia. Berkat mereka Kawan bisa merasakan dan menikmati kemerdekaan. Semoga orasi-orasi mereka bisa Kawan kenang dan jadi penyemangat dalam berjuang, ya!

Referensi:Berdikarionline.com | jpnn.com | Klasika Kompas | Kompaspedia | Liputan6.com | Tokoh.id

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini