Bukit Baginde, Granit Raksasa di Belitung dari Zaman Dinosaurus

Bukit Baginde, Granit Raksasa di Belitung dari Zaman Dinosaurus
info gambar utama

Selain populer dengan keindahan pantai-pantainya, Belitung juga memiliki kumpulan bebatuan granitnya yang besar-besar. Bahkan keberadaan beberapa batu granit raksasa ini memang menjadi ciri khas dari wilayah tersebut.

Sementara itu, tidak jauh dari Pantai Penyabong di kawasan Membalong, Belitung, terdapat sebuah pemandangan batu granit yang sangat besar dan menjulang tinggi seperti gunung. Batu ini dikenal dengan sebutan Batu Baginde.

Seperti namanya, tempat ini merupakan sebuah batu granit yang besar dan tinggi seperti gunung, namun karena ukurannya yang tidak terlalu besar maka masyarakat menamakannya sebagai Bukit Batu. Letaknya yang berada persis di dekat Gunung Baginda membuat masyarakat Belitung menyebutnya Batu Baginde

Baca juga Mengenal Thorium, Nuklir Hijau asal Bangka Belitung yang Diincar Perusahaan AS

Untuk mencapainya membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari Tanjung Pandan. Destinasi ini tidak ada pungutan biaya masuk alias gratis.

Waktu kunjungan fleksibel, kapan saja dan sesuai rencana kedatangan masing-masing pengunjung. Sepanjang perjalanan menuju lokasi Bukit Batu Baginde, pengunjung akan melintasi jalanan beraspal serta melewati rumah-rumah warga dengan suasana pedesaan.

Kemudian akan ada sebuah papan yang bertuliskan “Gunung Baginde” yang dapat Anda temukan di tepi jalan. Dari papan tersebut, Anda langsung belok tajam ke kanan dan menyusuri sebuah jalan kecil yang masih tak beraspal menuju ke area hutan sejauh kurang lebih 1,5 km hingga lokasi.

Kalau kamu ingin mendaki Batu Baginde, jangan lupa mempersiapkan fisik, sepatu yang punya daya cengkram, air minum, dan menggunakan tabir surya. Matahari di Belitung terasa terik tapi itu pula yang membuat biru langit dan laut terlihat indah berkilau.

Legenda granit raksasa di era Dinosaurus

Selain ukurannya yang besar, Batu Baginde ini juga memiliki beberapa keistimewaan. Batu dengan ketinggian 250 meter dan diameter 1,5 meter ini memang mempunyai dua batu besar yang berdekatan.

Berdasarkan keyakinan masyarakat sekitar, dua batu ini adalah pasangan laki-laki dan perempuan. Namun, hanya batu betinanya saja yang bisa dieksplorasi.

Dari kepercayaan inilah kemudian banyak orang menjadikan lokasi Batu Baginda sebagai tempat yang disakralkan. Bahkan beberapa diantara orang yang mempercayai kesakralan Batu Baginda menjadikan tempat ini sebagai tempat bermunajat dan juga mencari pesugihan.

Sleain itu ada beberapa aturan yang dipercaya dan tidak boleh dilakukan di sana, misalnya dilarang berbicara yang tidak-tidak atau berbicara yang kotor, berbuat yang tidak senonoh dan yang lainnya.

Baca juga Balancing Rock Belitung, Batu Granit Raksasa yang Berdiri Seimbang di Tepi Jurang DI

Masyarakat setempat percaya bahwa perbuatan yang dilakukan dan perkataan yang kita ucapkan tersebut dapat membuat penunggu tempat tersebut terganggu dan bisa melakukan hal yang tidak diinginkan.

Wanita yang sedang haid juga dilarang untuk naik ke atas batu tersebut. Mereka percaya bahwa wanita tersebut naik dan dia sudah tau sebelumnya tentang cerita masyarakat setempat tentang batu tersebut, maka tidak jarang wanita tersebut mengalami kerasukan. Dan banyak lagi kepercayaan lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batu Baginde memiliki umur setara dengan Zaman Jurasic yaitu berkisar hingga 208 juta tahun. Oleh karena itu, sangat sebanding rasanya jikalau Anda datang berkunjung dan menikmati wisata ala purbakala ke Bukit Batu Baginde, Pulau Belitung.

Keindahan Belitung dari atas Batu Baginde

Hal menarik yang bisa Anda lakukan di sini adalah menikmati pemandangan indah dari puncak Batu Baginde. Dengan ketinggiannya yang mencapai 250 meter memang membuat Batu Baginde mampu menghadirkan panorama indah dari puncak.

Butuh waktu sekitar lima belas menit saja untuk sampai di puncak granit. Treknya sendiri cukup mudah, hanya ketika mau sampai atas, kita harus meniti tangga agak curam yang sudah disediakan.

Cukup menguras keringat. Namun, semua jerih payah itu terbayar oleh pemandangan menawan yang disuguhkan di puncaknya. Beberapa pemandangan yang bisa kita saksikan dari puncak Batu Baginda adalah hamparan laut, pesisir pantai serta hijaunya hutan di bawah bukit.

Baca juga Inilah 7 Destinasi Eksotis di Bangka Belitung yang Wajib Dikunjungi!

Pemandangan semakin mempesona ketika tiba sore jelang petang, dimana muncul semburat senja di ufuk barat yang sangat indah. Belum lagi angin sepoi-sepoi yang tak pernah berhenti berhembus, mampu mengusir hawa sumuk sisa pendakian.

Selain itu, pasir putih dan batu-batu granit raksasa jadi pesona utama Pantai Tanjung Tinggi yang terletak sekitar 30 kilometer dari Tanjung Pandan, Ibu Kota Kabupaten Belitung. Datanglah sore hari saat langit cerah, maka pesona Pantai Tanjung Tinggi akan makin sempurna.

Puas menikmati alam Belitung dari atas batu granit, saatnya turun sebelum matahari terbenam. Pasalnya menjelang malam jarak pandang akan semakin pendek lantaran tidak ada sama sekali penerangan di sekitar wisata batu.

Selain itu, jika kamu datang pada pagi hari, kamu bisa melihat sunrise dengan lembutnya perlahan demi perlahan menyinari dunia dan mengajak kita melihat betapa indahnya pulau kecil ini.

Begitu pula jika kamu pergi di sore hari, kamu bisa melihat sunset yang nggak kalah indah. Jadi, jika kamu akan berlibur ke Belitung, jangan lupa ke Batu Baginde selain mengunjungi pantai-pantainya.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini