Mengenal Kembali Taman Nasional Ujung Kulon yang Resmi Dibuka untuk Wisata

Mengenal Kembali Taman Nasional Ujung Kulon yang Resmi Dibuka untuk Wisata
info gambar utama

Kawasan Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Pandeglang, Banten, akhirnya dibuka kembali untuk kegiatan wisata setelah cukup lama ditutup pada momen libur Lebaran.

Berita ini tertulis dalam Surat Edaran Nomor : SE.05/T.12/Tu/P3/5/2021 tentang reaktivasi objek wisata alam di Kawasan Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon. Kata Humas Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Andri Firmansyah, pengunjung diperkenankan berwisata mulai tanggal 28 Mei 2021.

Bagi yang belum akrab dengan tempat ini, jadi TNUK adalah taman nasional tertua di Indonesia dan wilayahnya pun sangat luas. Kawasan ini menempati lahan seluas 122.956 hektare dari Semenanjung Ujung Kulon sampai Samudera Hindia.

TNUK juga telah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang luas. Jika mendatangi TNUK, banyak kegiatan yang bisa dilakukan pengunjung, mulai dari menjelajah pulau, gua, hingga mendaki bukit.

Berikut daftar tempat yang bisa dikunjungi saat berada di kawasan TNUK:

Pulau Peucang

Pulau Peucang adalah salah satu tempat populer di TNUK. Di sana, pengunjung bisa menikmati hamparan pasir putih yang bersih, air laut biru jernih, hingga terumbu karang yang cantik. Saking indahnya, Pulau Peucang sering disebut sebagai dream island. Anda bisa menyelam untuk melihat keindahan bawah lautnya, dengan gugusan karang hingga ikan-ikan warna-warni.

Anda juga bisa hiking ke Karang Copong di bagian utara pulau untuk melihat pemandangan matahari terbenam dengan latar belakang laut lepas. Namun, Anda juga bisa menyempatkan bangun pagi untuk menyaksikan matahari terbit dari dermaga di pinggir pantai.

Pulau dengan luas 450 hektare ini dihuni berbagai satwa liar, mulai dari susa, kera ekor panjang, babi hutan, dan kijang. Di pulau ini, Anda bisa menemukan satu pohon ara berusia sekitar seabad yang konon selamat dari letusan Gunung Krakatau.

Pulau Panaitan

Berada di bagian barat semenanjung TNUK, ada Pulau Panaitan yang dekat dengan Selat Sunda dan Pulau Sumatra. Pulau dengan luas 17 ribu hektare ini cocok untuk Anda yang ingin merasakan suasana seperti di hutan rimba.

Perbukitannya terbentuk oleh hutan alami, perpaduan antara vegetasi hutan bakau, hutan pantai, dan hutan hujan. Uniknya, di dalam pulai ini ada Arca Ganesha dan benda-benda bersejarah. Pastinya, Anda yang ingin snorkeling atau diving pun bisa melakukannya di pulau ini. Menjelajahi bagian bawah laut tentunya akan memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung.

Pulau Handeleum

Bagi yang suka bertualang, Pulau Handeleum akan cocok untuk Anda. Kegiatan yang populer dilakukan di pulau ini ada menyusuri aliran Sungai Cigenter dengan perahu sampan, serasa sedang di Sungai Amazon! Sambil mengelilingi area sungai, Anda bisa melihat pemandangan luar biasa. Mulai dari ular bergelantungan di atas pohon, hingga hewan liar di tepi sungai.

Pulau Handeleum sendiri memiliki luas sekitar 220 hektare dan menjadi habitat bagi rusa dan ular phyton yang memang cocok tinggal di kawasan hutan bakau.

Gunung Honje

Bila sudah puas bermain di pantai dan menyusuri sungai, Anda juga bisa mendaki gunung di dalam TNUK. Pada dasarnya, Gunung Honje ini tak terlalu tinggi bila dibandingkan gunung lain di Banten. Tingginya bahkan hanya 620 mdpl. Namun, keunikannya adalah memiliki pemandangan vegetasi alam yang indah dan memiliki satwa liar dilindungi seperti owa Jawa dan bada bercula satu.

Bagi pendaki pemula atau hanya ingin sekadar merasakan sensasi naik gunung, bisa coba mendaki Gunung Honje. Di kawasan pegunungan, ada beberapa tempat wisata yang bisa didatangi, seperti sumber air panas Cibiuk, Curug Pipanis, Curug Cikacang, dan sungai Cigenter.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DA
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini