Dari Kecepatan hingga Jangkauan, Ini 5 Perbedaan Mencolok Antara Jaringan 4G dan 5G

Dari Kecepatan hingga Jangkauan, Ini 5 Perbedaan Mencolok Antara Jaringan 4G dan 5G
info gambar utama

Tak hanya smartphone, jaringan internet juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Kita mungkin merasa puas dengan kinerja 4G, main game online berat, nonton youtube beresolusi HD, sampai meeting virtual bisa berjalan lancar hanya dengan jaringan 4G saja. Kini, semua aktivitas tersebut bakal lebih efisien dengan munculnya layanan 5G.

Setelah lebih dari 7 tahun 4G hadir di Indonesia, generasi terbaru pun muncul melalui jaringan 5G. Jaringan ini diklaim memiliki kecepatan yang jauh lebih kencang dari jaringan 4G. Tidak hanya itu, 5G juga menawarkan fitur lebih baik dari generasi sebelumnya. Lantas apa perbedaan layanan 4G dan 5G?

Kecapatan dalam mengakses internet

Perbedaan mencolok dari kedua jaringan ini adalah soal kecepatan dalam mengakses internet. Dari perspektif kecepatan puncak, 5G memiliki kecepatan berkali-kali lipat lebih cepat dari 4G.

Jaringan 5G memiliki kecepatan download puncak minimum 20 Gbps, sedangkan 4G hanya 1 Gbps. Angka-angka ini merujuk pada perangkat yang tidak bergerak, seperti dalam pengaturan akses nirkabel tetap (FWA) di mana ada koneksi nirkabel langsung antara menara dan perangkat pengguna. Kecepatan menjadi bervariasi saat pengguna mulai bergerak, seperti di dalam mobil atau kereta.

Sementara di lokasi yang lebih padat penduduknya, 5G 10 kali lebih cepat daripada 4G, dengan mencapai kecepatan rata-rata hampir 500 Mbps. Ini merupakan perbedaan besar dibandingkan 4G yang hanya mampu mencapai 30 Mbps.

Meski memiliki kecepatan jauh lebih baik dari 4G, tapi kecepatan jaringan 5G diklaim kurang maksimal dalam melewati objek, seperti dinding, jendela, dan permukaan keras.

Baca juga Daftar Negara yang Sudah Terhubung dengan Jaringan 5G

Latensi

Untuk diketahui, Latensi sendiri merupakan jeda waktu yang dibutuhkan dalam pengantaran data dari pengirim ke penerima atau perangkat. Makin tinggi jeda waktu maka semakin lambat respon yang diberikan penerima atas perintah yang dikirim.

Jaringan 5G diklaim memiliki latensi 1 ms mendekati nol (10 kali lipat lebih rendah dari 4G) dan mampu menampung sekitar 1 juta perangkat dalam radius 1 km, lebih banyak 10 kali lipat dari jaringan 4G.

Teknologi 5G yang memiliki latensi lebih rendah dari 4G nantinya dapat mendukung sejumlah aktivitas jarak jauh seperti operasi jarak jauh, hingga kendaraan otomatis atau niarawak.

Selain itu, teknologi ini juga bermanfaat bagi banyak sektor pekerjaan, termasuk para gamer yang akan menikmati kecepatan tinggi dan kelambatan minimal sempurna untuk aplikasi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) dengan koneksi yang mulus.

Cara kerja jaringan

Dalam teknologi 5G, data akan dikirimkan melalui gelombang radio. Gelombang radio akan terbagi menjadi frekuensi-frekuensi yang berbeda. Setiap frekuensi disiapkan untuk tipe komunikasi yang berbeda, seperti aeronautical dan sinyal navigasi maritim, siaran televisi, dan mobile data.

Jaringan 5G menggunakan frekuensi yang sangat tinggi dengan rentan 30 GHz hingga 300 GHz. Keunggulan frekuensi tinggi adalah dapat mendukung kapasitas besar untuk mengakses data dalam waktu yang cepat.

5G juga menggunakan panjang gelombang yang lebih pendek, antena jauh lebih kecil dengan kontrol yang tepat. Stasiun pangkalan 5G bisa menggunakan lebih banyak antena directional, sehingga dapat mendukung lebih dari 1.000 perangkat per meter. Jaringan 5G bisa mengirim data ultrafast ke lebih banyak pengguna, dengan presisi tinggi dan sedikit latensi.

Sementara menara 4G memiliki cara kerja menangkap dan menyebar data ke segala arah sehingga berpotensi membuang energi dan tenaga untuk memancarkan gelombang radio di lokasi yang tidak tepat.

Baca juga Destinasi Wisata Indonesia yang Pertama Mendapat Jaringan 5G

Ponsel yang support

Teknologi 5G memiliki kemampuan bekerja di berbagai frekuensi atau band, yaitu high bands (24GHz-40 GHz), mid bands (1GHz-2,6GHz dan 3,5Ghz-6GHz), dan low Bands (di bawah 1GHz). Namun tidak semua provider menggunakan band tersebut.

Telkomsel 5G misalnya, provider itu menggunakan band 40 (40GHz) yang bekerja di frekuensi 2300 MHz (mid bands). Oleh karenanya tidak semua HP dapat menggunakan layanan jaringan 5G Telkomsel.

Sejauh ini baru ada 14 smartphone atau ponsel yang support layanan 5G di Indonesia. Sementara untuk 4G, hampir semua ponsel terbaru di Tanah Air sudah support jaringan generasi keempat tersebut.

Berikut 14 ponsel yang support layanan 5G di Indonesia, semua ponsel ini telah didukung band 40.

  • Oppo A74 5G,
  • Oppo Reno5 5G,
  • Oppo Find X2,
  • Oppo Find X2 Pro,
  • Huawei Mate 40 Pro,
  • Huawei Mate 40 Pro+,
  • Vivo X60,
  • Vivo X60 Pro,
  • iPhone 12 Pro Max,
  • Realme x50 Pro 5G,
  • Xiaomi Poco M3 Pro 5G, dan
  • Samsung Galaxy S21 Series.

Jangkauan wilayah

Sebagian besar penyedia seluler telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun infrastruktur 4G, tetapi mereka baru saja mulai membangun jaringan 5G. Artinya, 4G cukup banyak tersedia, sementara jangkauan 5G saat ini hanya terbatas di kota-kota besar.

Di Indonesia, enam lokasi pertama yang bisa menikmati layanan 5G semuanya di Jabodetabek, yaitu Kelapa Gading, Pondok Indah, Pantai Indah Kapuk, Widya Chandra, Bumi Serpong Damai, dan Alam Sutera.

Kota-kota lain seperti Batam, Medan, Solo, Bandung, Surabaya, Makassar, Denpasar, dan Balikpapan, dijadwalkan akan menyusul belakangan, meski jadwal pastinya belum diungkap.

Sementara jaringan 4G sudah tersebar luas di seluruh Indonesia, menjangkau hampir seluruh pulau utama di Tanah Air, bahkan hingga ke desa-desa.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini