Inilah Prospek Karier Profesi Penulis, Mulai dari Content Writer hingga UX Writer

Inilah Prospek Karier Profesi Penulis, Mulai dari Content Writer hingga UX Writer
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

#Writingchallenge#Inspirasidarisekitar#Negerikolaborasi

Dewasa ini, berbagai macam hobi yang ditekuni dari usia muda dapat menjadi pilihan karier di masa krusial. Misalnya, Kawan yang senang mendesain atau bermain-main dengan tools desain, Kawan bisa memilih graphic designer atau content creator sebagai pilihan profesi.

Begitu pula dengan Kawan yang gemar menulis, entah di buku harian, di blog pribadi, atau berbagai wadah menulis lainnya. Kawan bisa menjadikan berbagai profesi di bidang kepenulisan sebagai opsi karier.

Namun, bedanya menulis untuk sekadar hobi dengan bekerja terletak pada tuntutan profesionalitas. Di dunia kepenulisan profesional, Kawan tidak bisa lagi menulis sebebas semasa belum bekerja. Kawan diwajibkan untuk menulis sesuai dengan permintaan klien, di mana bisa saja Kawan diminta untuk menulis topik di luar kekuasaan Kawan.

Namun, tenang saja, Kawan. Dengan mengetahui berbagai macam karier di dunia kepenulisan, Kawan bisa mengetahui profesi penulis yang cocok untuk diri Kawan. Sehingga Kawan dapat menjalani karier dengan riang dan sepenuh hati. Berikut prospek karier setiap profesi penulis, mengutip dari berbagai sumber.

1. Content writer, penulis dengan segudang kesempatan merambah berbagai lini industri

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Baca Juga: Ingin Mahir Menulis? Yuk, Terapkan Cara Berikut!

Pilihan profesi penulis pertama ini pasti sudah sering terdengar di telinga Kawan, terutama untuk kalian yang tengah terjun di dunia industri kreatif. Yap, ialah content writer, penulis artikel yang multitalenta dan dicari banyak perusahaan.

Intinya, seorang content writer bertanggung jawab dalam membuat artikel yang berbobot, rapi, dan dapat menjerat hati para pembaca. Tentunya, untuk menjadi seorang content writer, Kawan perlu banyak membaca, menyukai riset, mahir merangkai kata-kata, dan ketentuan-ketentuan lainnya sesuai dengan perusahaan yang dituju.

Bermodalkan pengalaman sebagai seorang content writer, Kawan bisa mendalami profesi penulis lainnya, seperti social media writing, reporter berita, penulis berita, penulis artikel blog, copywriter, penulis lepas, penyunting tulisan, technical writer, penulis artikel di majalah, dan berbagai macam pilihan karier penulis lainnya.

2. Copywriter, penyulap kata-kata yang diburu banyak perusahaan

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Sering tertukar dengan content writer, namun faktanya copywriter memiliki nilai lebih dan keunggulannya sendiri. Lantaran copywriter merupakan seorang penulis dengan tanggung jawab memproduksi kata-kata yang sekiranya mampu mengajak orang-orang untuk mengikuti kemauannya.

Sama seperti content writer, untuk menjadi seorang copywriter, Kawan tidak diwajibkan untuk mengambil pendidikan yang sesuai dengannya. Asal Kawan senang menulis, suka riset, memiliki daya kreativitas tinggi, dan portofolio mumpuni, Kawan bisa melamar posisi sebagai copywriter di perusahaan yang diinginkan.

Prospek karier copywriter bergantung dengan perusahaan yang dilamar. Kawan pun bisa menjadi copywriter lepas dengan beban kerja sesuai jumlah klien dan proyek yang Kawan dapatkan.

3. Creative writer, penulis sekaligus seniman perajut kata-kata

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Baca Juga:Perlu Tahu, Ini Fakta Jaringan 5G yang Resmi Hadir di Indonesia

Apa bedanya creative writer dengan content writer dan copywriter? Bedanya adalah, creative writer dapat mengekspresikan diri melalui tulisan secara bebas, tidak perlu terlalu berpatokan dengan fakta-fakta yang ada. Profesi ini memaksa pelakunya untuk mementingkan kreativitas, inovasi, dan originalitas dalam menciptakan karya tulisannya.

Terdapat berbagai pilihan karier penulis yang bisa diambil seorang creative writer. Mengutip Writing Forward, opsi-opsi profesi tersebut di antaranya adalah penulis kartu ucapan, penulis naskah komik, screenwriter, songwriter, penulis naskah gim, penulis pidato, dan lain sebagainya.

4. Travel writer: menulis sambil jalan-jalan, kenapa enggak?

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Sama seperti profesi penulis sebelum-sebelumnya, untuk menjadi seorang travel writer, Kawan tidak diwajibkan untuk menempuh pendidikan di jurusan sastra inggris, jurnalisme, ilmu komunikasi, atau berbagai jurusan lainnya. Asalkan Kawan bisa memastikan bahwa kemampuan menulis Kawan sesuai dengan standar perusahaan.

Apabila Kawan benar-benar ingin memilih karier sebagai travel writer secara full time, Kawan bisa mempersiapkan portofolio berisikan tulisan-tulisan travel terbaik Kawan. Setelah memperlihatkan karya Kawan, Kawan akan diarahkan untuk menjadi travel writer di entry-level, seperti menulis di majalah, perusahaan penerbit, atau agen humas yang bekerja sama dengan industri pariwisata.

Atau jika tidak ada perusahaan yang sesuai dengan keinginan Kawan, Kawan bisa mengambil profesi sebagai freelance travel writer. Carilah posisi tersebut dengan mengontak langsung pihak penerbangan, hotel, atau berbagai perusahaan yang bekerja di bidang pariwisata.

5. Technical writer, penulis kreatif di balik buku instruksi manual yang rumit

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Seorang penulis dengan tanggung jawab besar dalam ketelitian di isi tulisannya. Ialah technical writer, seorang penulis yang bertugas mempersiapkan dokumen instruksi manual, artikel jurnal, dan berbagai dokumen dengan pengetahuan teknis yang kompleks.

Melansir RaiseMe, technical writer bakal disibukkan dengan divisi-divisi teknis lainnya, seperti computer hardware engineers, computer support specialist, dan software developer. Koordinasi ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahpahaman antara technical writer dengan divisi-divisi tadi, sehingga dapat diproduksi suatu dokumen teknis yang akurat.

Dengan menekuni sebagai technical writer, Kawan dapat mendapatkan kenaikan jenjang karier yang menjanjikan di masa depan, seperti pengembang konten, spesialis dokumen, desainer informasi, pengembang informasi, penulis buku manual, penulis dokumen kebijakan, dan berbagai pilihan profesi penulis teknis lainnya.

Baca Juga:Praktik Mindfulnes yang Dapat Cegah Kelelahan Mental Saat WFH

6. UX writer, profesi penulis baru yang diincar startup

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Profesi penulis terakhir ada UX writer, yaitu seorang penulis dengan tanggung jawab membuat copy rumit dari tim produksi agar tersampaikan dengan baik ke pembaca awam.

Untuk menjadi seorang UX Writer, Kawan diharuskan berlatar belakang jurusan desain komputer, pengembang komputer, dan lain sebagainya. Namun, Kawan dengan latar belakang copywriting pun tetap bisa melamar posisi ini, asal memahami dan berpengalaman dalam membuat copy berisi teknis mendetail.

Sebagai seorang UX writer, Kawan bisa mengalami kenaikan jenjang karier. Apabila kerja kawan profesional dan mumpuni, Kawan bisa dinaikkan jabatan sebagai product manager. Sebagai product manager, Kawan bisa melihat dan memahami proses pembuatan produk dan tulisan secara penuh seluruh.

Itulah prospek karier setiap profesi menulis yang paling banyak dicari di zaman sekarang. Bagaimana, Kawan? Apakah Kawan semakin tertarik untuk menjadi salah satu penulis di antara pilihan profesi penulis tadi?

Nah, untuk menjadi seorang penulis profesional, tentunya Kawan perlu memiliki pengalaman dalam menulis atau membuat artikel berkualitas baik. Apabila Kawan belum berkesempatan berkecimpung di dunia profesional, Kawan bisa mengikuti lomba menulis sebagai alternatifnya.

Kebetulan, ada salah satu lomba yang dapat Kawan ikuti. Ialah Writing Challenge Batch 3 yang diselenggarakan oleh Kawan GNFI dengan tema "Inspirasi dari Sekitar".

Tulislah kisah inspirasi dari sekitar Kawan, mulai dari local heroes, pengembangan UMKM, pelestarian budaya daerah, ataupun pelestarian lingkungan. Dan dapatkan sejumlah uang tunai dan berbagai merchandise menarik dari Im Good Store. Cek informasi selengkapnya di @kawangnfi, ya!

Referensi: 4 Corner Resources | Chron | LovetoKnow | Myjobsearch.com | Quoracreative | RaiseMe | Writing Forward

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini