Asisten Virtual sampai Jam Tangan Pintar, Ini Penerapan AIoT yang Ada di Indonesia

Asisten Virtual sampai Jam Tangan Pintar, Ini Penerapan AIoT yang Ada di Indonesia
info gambar utama

Jika mengingat kembali ke masa di mana kita masih belum mengenal yang namanya teknologi, atau mungkin sudah dirasakan namun keberadaannya masih sangat terbatas, pernahkah terpikir bahwa di masa yang akan datang kita akan menjalani kehidupan yang hampir sepenuhnya difasilitasi dengan keberadaan teknologi khususnya internet?

Tentu sudah banyak dipahami, semakin canggih serta mumpuni teknologi dan konektivitas internet yang ada, pada kenyataannya semakin beragam dan tak terduga pula berbagai teknologi baru yang selama ini membawa kemudahan bagi kehidupan manusia sebagai penggunanya.

Sebagai contoh, sebelumnya pasti tidak pernah terbayang bahwa ketika seseorang ingin melakukan perjalanan ke suatu destinasi tertentu yang tidak pernah didatangi sebelumnya dan membutuhkan arahan, hal tersebut bisa mendapat solusi secara mudah hanya dengan memberikan perintah berupa suara melalui perangkat ponsel yang terhubung dengan koneksi internet.

Baca juga Flashback dari 1G, 2G, 3G, hingga 4G, Bagaimana Mereka Mengubah Hidup Kita

Artificial Intelligence of Things (AIoT) mungkin masih menjadi hal yang asing bahkan awam bagi sebagian besar orang, karena belum memahami bagaimana konsep dan cara kerja sebenarnya dari teknologi satu ini.

Padahal, dari contoh sederhana di atas faktanya ada lebih banyak implementasi dari teknologi AIoT yang sejatinya sudah hadir dan cukup banyak dimanfaatkan oleh masyarakat tanah air. Karen itu, menjawab rasa penasaran yang barangkali muncul soal apa saja sebenarnya perangkat AIoT sederhana yang ada di Indonesia dan bagaimana cara kerjanya, berikut contoh implementasi AIoT yang patut diketahui.

Berbagai perangkat Smart Home

Ilustrasi mengontol Smart Home hanya melalui perangkat ponsel
info gambar

Smart Home adalah pola atau ekosistem yang dibuat untuk menjadikan segala sesuatu (umumnya perangkat elektronik) yang ada di dalam rumah terintegrasi dalam sistem teknologi yang canggih, sehingga pemilik rumah bisa mengontrol semua perangkat yang terhubung dengan ekosistem Smart Home hanya dengan satu perintah atau cara sederhana.

Baca juga Implementasi AIoT dan Konektivitas 5G dalam Era Teknologi Baru di Indonesia

Tentu kehadiran Artifical Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) berperan besar dalam hal ini, IoT bertugas menghubungkan semua perangkat dalam satu konektivitas yang ada pada perangkat pengatur yang dimiliki oleh pemilik rumah, sedangkan AI bertugas menjalankan perintah sesuai keinginan pengguna dengan mengolah sistem dari masing-masing perangkat yang sudah didapat dari hasil kerja IoT.

Umumnya, publik masih kental akan anggapan bahwa keberadaan Smart Home secara utuh hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu sebagaimana dibutuhkannya ekosistem perangkat yang memadai. Padahal, kekinian banyak masyarakat yang menggunakan perangkat elektronik rumah sederhana namun pada dasarnya sudah mengadopsi teknologi AIoT.

Sebagai contoh, keberadaan Smart TV dengan virtual assistant, Smart LED yang merupakan lampu rumah dengan keunggulan pencahayaan yang bisa diatur sedemikian rupa dengan cara yang lebih praktis atau lebih tepatnya hanya dengan menggunakan perintah berupa suara, smart lock sebagai salah satu sistem keamanan rumah yang bisa disinkronisasikan melalui perangkat ponsel pintar, dan masih banyak lagi.

Mulai dinilai sebagai industri yang dianggap akan memiliki pasar yang menjanjikan di waktu yang akan datang, saat ini juga sudah banyak bermunculan pihak developer atau penyedia properti berbasis smart home yang hadir di Indonesia.

Baca juga Smart Home+City 2018 Gambarkan Terwujudnya 100 Kota Pintar Indonesia

Asisten virtual

Ilustrasi penggunaan Google Assistant sebagai salah satu asisten virtual
info gambar

“Ok google, matikan lampu kamar utama” kalimat perintah tersebut hanyalah contoh kecil dari implementasi AIoT yang selama ini sebenarnya sudah kita temui, asisten virtual dalam dunia teknologi sejatinya merujuk kepada sistem yang dibekali dengan kecerdasan buatan (AI) sehingga dapat menjalankan perintah sesuai keinginan penggunanya.

Keberadaan asisten virtual nyatanya menjadi bagian penting dalam keberlangsungan Smart Home. Selain dengan mengontrol melalui remote, perintah yang dijalankan untuk keberlangsungan Smart Home sejatinya bisa juga dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan asisten virtual.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak hadir teknologi asisten virtual yang berasal dari beberapa perusahaan teknologi dunia yang sudah menghadirkan rancangan satu ini, sebut saja Google melalui Google Nest dan Google Assistant, Amazon melalui Alexa, ataupun Siri untuk berbagai perangkat pintar besutan Apple.

Sama halnya dengan keberadaan asisten virtual bagi perangkat Smart Home, sama pula dengan asisten virtual yang pada dasarnya dimiliki oleh hampir semua pengguna ponsel baik itu berbasis Android ataupun iOS.

“Ok Google, buka Google Maps dan tunjukkan rute tercepat menuju kantor”, lagi-lagi kalimat tersebut hanya satu dari sekian banyak contoh sederhana dari penerapan AIoT yang bisa kita lakukan di perangkat ponsel masing-masing.

Tak hanya itu, keberadaan wearable device salah satunya jam tangan pintar juga menjadi penerapan teknologi AIoT dari segi lain, dalam hal ini kemampuan untuk bisa mendeteksi kondisi penggunanya dalam keadaan tertentu, yang selanjutnya diolah oleh kecerdasan buatan yang ditanamkan agar bisa memberikan gambaran mengenai kondisi di saat-saat tertentu dari masing-masing pengguna.

Kekinian, jam tangan pintar (smartwatch) bahkan bisa menjadi perangkat pendukung atau sampingan dalam melakukan berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan melalui ponsel layaknya menerima panggilan, mengirim pesan, dan sejenisnya.

Baca juga Google Go Tembus 500 Juta Unduhan, Indonesia Terbanyak ke-2

Berbagai perintah layaknya permintaan untuk memutar musik, melakukan panggilan, mengirim pesan, mengeksplor hal tertentu di mesin pencari, saat ini sejatinya hampir semua hal yang biasa kita lakukan secara manual pada perangkat ponsel bisa dilakukan secara otomatis oleh asisten virtual yang ada. Sekali lagi, hal tersebut tentu berkat adanya implementasi sederhana dari AIoT.

Smart City di Indonesia

Transjakarta sebagai transportasi terintegrasi smart mobility untuk penerapan smart city
info gambar

Jika ada implementasi sederhana, tentu ada wujud lebih kompleks dari penerapan AIoT yang sejatinya tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat secara perorangan, namun juga secara masif dan dalam skala besar oleh pemerintah.

Istilah Smart City seringkali mencuat sebagai bentuk penerapan dari keberadaan AIoT yang sejatinya dirasakan juga manfaatnya oleh masyarakat. Contoh sederhana salah satunya ketersediaan pengguna transportasi publik layaknya TransJakarta yang bisa dipantau dengan mudah hanya melalui sebuah aplikasi.

IoT sekali lagi dalam hal ini berperan penting untuk memantau data dan pergerakan setiap transportasi ke dalam suatu sistem yang sudah dibuat sebelumnya, kemudian AI melanjutkan data yang sudah ada untuk disuguhkan ke dalam bentuk laporan atau dalam hal ini informasi yang diberikan kepada masyarakat atau pengguna, yang memantau posisi tertentu dari setiap TransJakarta yang ada di Ibu Kota.

Baca juga DKI Jakarta Gandeng Startup untuk Akselerasi Smart City

Bentuk lain dari penerapan AIoT yang sejatinya sudah sedari lama diterapkan ialah keberadaan Smart Street Light atau Intelligent Street Lighting. Teknologi satu ini menerapkan penerangan jalan cerdas dengan mengacu pada penerangan jalan umum yang menyesuaikan dengan pergerakan pejalan kaki, pengendara sepeda, dan mobil, agar memberikan pencahayaan yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.

Ya, nyatanya beberapa hal yang disebutkan di atas pada dasarnya memang merupakan bentuk penerapan dari teknologi AIoT, dan perlu diingat bahwa semua teknologi tersebut sudah jauh ada bahkan saat konektivitas di tanah air masih mengandalkan jaringan 4G.

Berangkat dari hal tersebut, rasanya tidak heran jika kehadiran konektivitas 5G baru-baru ini mengundang ragam reaksi, harapan, sekaligus penantian, bakal menjanjikan kemajuan teknologi mumpuni yang sejatinya akan hadir di masa yang akan datang.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini