Daftar 19 Atlet Indonesia yang Bakal Berjuang di Olimpiade Tokyo 2020, Siapa Saja?

Daftar 19 Atlet Indonesia yang Bakal Berjuang di Olimpiade Tokyo 2020, Siapa Saja?
info gambar utama

Pesta olahraga sejagat tinggal menghitung hari, rencananya pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 bakal digelar pada Jumat 23 Juli 2020. Itu artinya, hanya menyisakkan waktu kurang lebih 50 hari lagi.

Sebanyak 19 orang wakil Indonesia sudah dinyatakan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Kesembilan belas wakil itu tersebar di enam cabang olahraga, yakni atletik (1), angkat besi (2), menembak (1), panahan (2), dayung (2), dan bulutangkis (11).

Indonesia masih berpeluang untuk menambah wakil ke Olimpiade Tokyo karena beberapa cabor mendapat wild card salah satunya atletik.

Berikut daftar atlet Indonesia yang sudah dinyatakan lolos mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 yang akan diselenggarakan pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Lalu Muhamad Zohri (Atletik)

Dari cabang atletik, Sprinter muda andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, berhasil lolos dari kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 setelah membukukan 10,03 detik dalam final nomor 100 meter pada Seiko GP Jepang.

Zohri finis ketiga dalam lomba lari nomor 100 meter putra di Seiko Golden Grand Prix 2019 yang digelar di Yanmar Stadium Nagai Osaka, Jepang, 13-20 Mei 2021. Ini merupakan ajang olimpiade pertama yang diikuti oleh atlet 20 tahun tersebut.

Eko Yuli Irawan (Angkat Besi)

Lifter kebanggaan Indonesia, Eko Yuli Irawan, kembali lolos ke ajang Olimpiade. Ini menjadi keikutsertaan keempatnya setelah sebelumnya tampil di ajang yang sama pada Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade London 2012, dan Olimpiade Rio 2016.

Pada Olimpiade kali ini, Eko akan tampil di kelas 61 kg. Saat ini, Eko berada di posisi delapan besar dunia, catatan itu cukup memenuhi sebagai syarat tampil di Olimpiade.

Windy Cantika Aisyah (Angkat Besi)

Lifter andalan Indonesia lainnya, Windy Cantika Aisyah mengikuti langkah Eko Yuli Irawan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Windy lolos ke Olimpiade sesuai menempati posisi ke-6 di kelas 49 kg.

Windy berhak lolos ke Olimpiade 2020 karena termasuk dalam daftar delapan besar yang berhak mendapat tiket ke ajang tersebut.

Atlit berusia 17 tahun ini menjadi harapan Indonesia dalam meraih medali, secara prestasi Windy tidak bisa dianggap enteng. Pada gelaran SEA Games 2019, ia mendapat medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia junior celan and jerk snatch pada kelas 48 kg putri.

Vidya Rafika (Menembak)

Dari cabang olahraga menembak, Vidya Rafika berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 mewakili Indonesia. Vidya mulai mencuri perhatian setelah meraih dua medali emas pada SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina.

Kini ia berhak tampil di Olimpiade Tokyo 2020 setelah berhasil mengamankan medali perak pada kejuaraan South East Asian Shooting (SEAS) Championships 2016 di Vietnam.

Riau Ega Agatha (Panahan)

Siapa yang tidak kenal atlet Panahan kece ini? namanya mulai melambang kala ia mampu menyulitkan atlet papan atas Korea Selatan, Ki Woo Jin pada gelaran Olimpiade Rio 2016 lalu.

Pada gelaran Olimpiade kali ini, Ega mendapat slot di nomor recurve individual putra. Ega mendapat tiket Olimpiade Tokyo setelah mempersembahkan medali perunggu pada Asian Games 2018.

Diananda Choirunisa (Panahan)

Masih dari cabang olahraga panahan, Diananda Choirunisa berhasil mengukuhkan namanya untuk tampil di Olimpiade Tokyo. Pada kejuaraan tersebut, Diananda akan bertarung di nomor recurve individual putri.

Diananda dipastikan mendapat tiket menuju Tokyo setelah mengamankan medali perak pada Asian Games 2018.

Mutiara Rahma/Melani Putri (Dayung)

Indonesia menambah dua wakilnya pada gelaran Olimpiade Tokyo 2020 melalui Mutiara Rahma/Melani Putri pada cabang olahraga dayung nomor lightweight women's double sculls (LW2x).

Lolosnya tim putri Indonesia ini berasal dari perolehan mereka meraih peringkat empat di kejuaraan kualifikasi di Tokyo yang berlangsung 7 Mei lalu.

Mutiara Rahma Putri/Melani Putri finish dengan catatan waktu 7 menit 35,71 detik. Sementara itu, juara pertama diraih pasangan Jepang, Chiaki Tomita/Ayami Oishi dengan catatan waktu tercepat 7 menit 15,84 detik.

Anthony Sinisuka Ginting (Bulutangkis)

Tunggal putra utama Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo setelah menempati peringkat ke-5 dalam "BWF World Rankings for Olympic 2020 Qualification", atau ranking untuk kualifikasi olimpiade.

Ginting mampu mengumpukan 75.332 poin dari 17 turnamen yang ia ikuti sejak 2019. Sebagian besar poin disumbangkan dari catatan positif Ginting dalam rangkian turnamen BWF World Tour, termasuk menjuarai Daihatsu Indonesia Master 2020.

Jonathan Christie (Bulutangkis)

Menempati peringkat ke-7 dalam rangking kualifikasi olimpiade, Jonathan Christie (Jojo) berhasil mengumpulkan 72.940 poin dari 17 turnamen yang ia ikuti.

Poin tertinggi yang didapat Jojo berasal dari keberhasilannya dalam menjuarai BARFOOT & THOMPSON New Zealand Open 2019, CROWN GROUP Australian Open 2019, dan menjadi runner up pada 2 turnamen World Tour 750 (Japan Open 2019 dan French Open 2019.

Gregoria Mariska Tunjung (Bulutangkis)

Peraih gelar juara dunia junior 2017, Gregoria Mariska Tunjung menjadi satu-satunya wakil tungal putri Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Pada rangking final kualifikasi, Gregoria menempati peringkat ke-20 dengan catatan 45.200 poin dari 15 turnamen yang ia ikuti sejak 2019.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Bulutangkis)

Beralih ke nomor ganda putra, rasanya sektor ini sudah selangkah dalam genggaman. Pada rangking kualifikasi, Marcus/Kevin menempati urutan pertama dengan 106.853 poin dari 16 turnamen. Catatan tersebut menjadi rekor tertinggi dibanding sektor lain.

Kedigdayaan Marcus/Kevin terbukti lewat sederet gelar yang diraih sepanjang 2019-2020. Tiga gelar tertinggi didapat dari kejuaraan All England Open 2019, Blibli Indonesia Open 2019, dan Viktor China Open 2019. Ketiganya merupakan turnamen Super 1000 yang menjadi salah satu level tertinggi dalam rangkaian BWF World Tour.

Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan (Bulutangkis)

Masih dari nomor ganda putra, Mohamad/Ahsan Hendra Setiawan tercatat menempati peringkat ke-2 dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo. Pasangan yang dijuluki the daddies ini mengumpulkan 96.757 dari 17 turnamen yang diikuti.

Poin tertinggi mereka dapat dari keberhasilannya dalam merengkuh gelar World Championships 2019 serta mengamanakan gelar HSBC World Tour Finals 2019.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Bulutangkis)

Di nomor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi satu-satunya pasangan Indonesia yang lolos ke Olimpide Tokyo 2020. Mereka berhasil meredam dominasi pasangan Jepang dan China dengan menempati peringkat ke-7 dalam rangking qualifikasi.

Greysia/Apri berhasil mengumpulkan 67.805 poin dari 18 turnamen yang diikuti. Poin terbesar yang mereka dapat berasal dari keberhasilannya menembus babak semifinal World Championships 2019. Selain itu, pasangan ini juga berhasil menjuarai 2 turnamen, yakni Daihatsu Indonesia Master 2019 dan Barcelona Spain Master 2020.

Praveen Jordan/Debby Susanto (Bulutangkis)

Terakhir, sektor Ganda Campuran diwakili Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Menempati peringkat ke-4 dalam rangking kualifikasi, Praveen/Melati berhasil mengumpulkan 77.487 poin dari 17 turnamen yang diikuti.

Praveen/Melati menjadi penantang terberat bagi dua pasangan fenomenal China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan Wang Yil Yu/Huang Dong Ping yang menjadi penguasa sektor ini.

Sebagain besar poin yang didapat Praveen/Melati berasal dari keberhasilannya dalam meraih beberapa gelar BWF World Tour, di antaranya Danisa Denmark Open 2019, Yonex French Open 2019, dan Yonex All England Open 2020.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini