Simak 5 Cara Ini Agar Tidak Kecanduan Media Sosial

Simak 5 Cara Ini Agar Tidak Kecanduan Media Sosial
info gambar utama

Penulis: Ega Krisnawati

#Writingchallenge#Inspirasidarisekitar#Negerikolaborasi

Kecanduan media sosial adalah perilaku yang ditandai dengan keinginan untuk menghabiskan waktu lebih lama di media sosial. Biasanya, Kawan yang kecanduan akan merasa jika aspek kehidupan lainnya menjadi terganggu akibat terlalu sering bermedia sosial.

Dilansir dari Global Lowls, kecanduan media sosial bisa diibaratkan dengan merokok ataupun menonton film berbau pornografi. Semula tampak tidak ada masalah, tapi rupanya kebiasaan itu sulit dihentikan dan berpotensi mengganggu kesehatan mental.

Kendati demikian, kecanduan ini berawal dari distraksi yang datang dari dalam diri. Umumnya, ketika Kawan merasa tidak nyaman dengan diri sendiri akan lebih sering untuk menggunakan media sosial, agar dapat keluar dari realita yang sedang dihadapi.

Baca Juga: Barbie Buatkan Role Model Berwujud Anne Avantie

Untuk mengetahui Kawan sudah kecanduan media sosial atau tidak dapat mencermati tiga hal. Pertama, jika Kawan merasa terhubung dengan lingkungan secara sosial, kemungkinan untuk kecanduan media sosial akan lebih kecil.

Kedua, jika Kawan merasa nyaman dengan diri sendiri atau tidak memiliki isu mental, kemungkinan kecanduan media sosial juga akan lebih kecil. Ketiga, jika Kawan belum bisa menguasai stres, kemungkinan kecanduan media sosial cenderung lebih besar.

Lantas, bagaimana caranya agar tidak kecanduan media sosial?

Lakukan detoksifikasi digital

Detoksifikasi digital adalah keputusan yang diambil untuk tidak mengakses media sosial dalam jangka waktu tertentu. Keputusan ini baik untuk Kawan agar bisa mengatur ulang otak, zat kimia, saraf, dan merencanakan kegiatan yang lebih sehat.

Misalnya, menonaktifkan Instagram ataupun Twitter agar pengikut di media sosial bisa memahami bahwa saat ini Kawan sedang tidak bisa diganggu atau tidak aktif bermedia sosial.

Baca Juga: Waspada! Beropini di Media Sosial Dapat Berujung Pidana

Belajar hidup tanpa media sosial

Stay Connected| Foto: INews
info gambar

Cara pertama untuk memulai langkah ini adalah menghapus aplikasi yang sudah tidak diperlukan di berbagai teknologi digital mulai dari ponsel hingga laptop. Kemudian, rencanakan waktu tanpa telepon dan internet untuk bermeditasi, berjalan, bersantai dengan orang-orang tersayang ataupun dengan diri sendiri.

Cara kedua adalah menjauhkan ponsel ataupun perangkat lainnya dari kamar tidur. Hal ini bisa berguna untuk Kawan yang sudah menikah agar hubungan asmara dengan pasangan bisa lebih intim dan bahagia lagi!

Cara ketiga adalah mematikan notifikasi dari media sosial. Mematikan notifikasi dari media sosial mampu membuat Kawan agar lebih fokus untuk menyelesaikan segala pekerjaan ataupun mengambil keputusan.

Disiplin dengan diri sendiri

Disciplined| Foto: Boundless.org
info gambar

Untuk membatasi diri agar tidak kecanduan media sosial, Kawan bisa mengatur waktu melalui jam tangan ataupun ponsel. Misalnya, Kawan berjanji pada diri sendiri untuk tidak menggunakan ponsel atau membuka media sosial dalam waktu lebih dari 30 menit.

Namun, lebih baik lagi jika Kawan mampu menahan diri untuk tidak bermedia sosial lebih cepat daripada waktu yang ditentukan. Upayakan agar Kawan bisa disiplin dengan aturan yang dibuat oleh diri sendiri, ya!

Cari hobi baru

Menurut laman Bustle, langkah ini berhubungan dengan detoksifikasi digital. Ketika Kawan sedang melakukan langkah tersebut, waktu luang bisa digunakan untuk mencari hobi baru yang tidak berkaitan dengan ponsel ataupun media sosial. Misalnya, memasak, menggambar, ataupun mendengarkan cerita dari orang sekitar.

Baca Juga: 7 Skill yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Spesialis Media Sosial

Jadikan media sosial sebagai hadiah

Seperti sebuah hadiah yang jarang didapatkan atau hanya diperoleh pada hari-hari khusus, Kawan bisa menganggap media sosial sebagai hadiah. Memandang media sosial sebagai hadiah berguna ketika Kawan sudah berhasil melewati jangka waktu tertentu tanpa media sosial.

Ketika sudah berhasil melewatinya, menjelajah di media sosial bisa menjadi hadiah untuk Kawan. Jika sudah berhasil menjadikan media sosial bukan sebagai kebutuhan, umumnya Kawan akan lebih mudah untuk tidak kecanduan media sosial.

Bermedia sosial boleh saja, tetapi apabila berlebihan dan menganggu produktivitas tentu akan semakin buruk. Semua pilihan ada di tangan Kawan. Ingin menggunakan media sosial untuk apa.*

Referensi: Global Lowls | Bustle

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini