3 Perusahaan Indonesia yang Kembangkan Teknologi AIoT, Manfaatnya Terasa untuk Masyarakat

3 Perusahaan Indonesia yang Kembangkan Teknologi AIoT, Manfaatnya Terasa untuk Masyarakat
info gambar utama

Bukan kali pertama muncul pembahasan mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dengan teknologi AIoT, mulai dari definisi, cara kerja, implementasi atau penerapan dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi masyarakat biasa sampai ke cakupan yang lebih luas seperti pemanfaatannya oleh pemerintah.

Tak dimungkiri, masih ada sebagian besar masyarakat yang belum menaruh minat atau perhatian lebih akan keberadaan teknologi satu ini, walau kenyataannya sudah banyak menggunakan penerapaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya anggapan bahwa teknologi AIoT masih ada pada tingkat eksklusif dan hanya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak-pihak tertentu. Padahal, penerapan AIoT oleh pihak yang memiliki sumber daya lebih maksimal justru bisa bermanfaat banyak untuk berbagai lapisan masyarakat, bahkan bagi mereka yang berprofesi sebagai petani dan sejenisnya.

Baca juga Asisten Virtual sampai Jam Tangan Pintar, Ini Penerapan AIoT yang Ada di Indonesia

Beruntung, demi tercapainya akselerasi penerapan AIoT, saat ini sudah ada lembaga khusus yang menaungi implementasi dan keberlangsungan teknologi AIoT di tanah air, yaitu Asosiasi IoT Indonesia (Asioti).

Lembaga yang pertama kali didirikan sejak tahun 2016, dan berada di bawah dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tersebut belum lama ini bahkan mengklaim bahwa nilai pasar IoT di Indonesia bisa tembus Rp350 triliun di tahun 2022.

Mengutip Bisnis.com, (4/1/2021), pernyataan di atas diamini oleh penjelasan dari Ketua Umum Asioti, Teguh Prasetya, yang mengatakan bahwa IoT menjadi tulang punggung dalam mendorong transformasi digital di sejumlah sektor, karena permintaan terhadap perangkat yang dihubungkan dengan internet makin tinggi.

Sejalan dengan hal tersebut, di Indonesia sendiri nyatanya sudah ada segelintir perusahaan dengan fokus utama bisnis yang memanfaatkan dan mengembangkan implementasi AIoT untuk memberikan manfaat maksimal kepada pengguna layanannya.

Berikut deretan perusahaan yang mengembangkan teknologi AIoT di Indonesia:

Baca juga Implementasi AIoT dan Konektivitas 5G dalam Era Teknologi Baru di Indonesia

1. HARA

Salah satu fitur tagging lahan yang dimiliki sebagai layanan HARA
info gambar

HARA menjadi salah satu perusahaan yang memanfaatkan penerapan lanjutan dari IoT yang selama ini banyak dikenal dengan istilah Big Data, dan dapat dikatakan berperan besar bahkan diklaim menjadi pemain penting dalam industri pertanian atau industri agrikultur di Indonesia.

Dengan fokus utama menerapkan digitalisasi bagi industri pertanian di Indonesia, perusahaan yang sudah hadir sejak tahun 2015 ini menyuguhkan data berharga yang sulit dimiliki oleh para petani dan pemain lain di sektor agrikultur tanah air, di antaranya data tanah, cuaca di berbagai provinsi, dan sejenisnya yang diolah berkat keberadaan IoT.

Dari segi manfaat berkat teknologi yang dimiliki oleh HARA, para petani dapat melakukan pengelolaan pertanian secara mudah dan praktis. Sebagai contoh, petani dapat menghitung volume pupuk yang akan digunakan dari balik layar ponsel pintar, sehingga hasil pertanian akan lebih maksimal dan risiko gagal panen yang rendah.

Sedangkan untuk cakupan yang lebih luas, cakupan data yang dimiliki oleh HARA telah digunakan dalam membuat laporan riset pasar untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang produksi beras di Indonesia.

Baca juga TaniHub dan Deretan Startup Pertanian Indonesia yang Berhasil Raih Investasi Miliaran

2. eFishery

eFishery membantu pembudidaya ikan | Dok. eFishery
info gambar

Tak hanya dari industri pertanian atau agrikultur, penerapan AIoT nyatanya juga sudah diterapkan oleh perusahaan yang memiliki fokus utama untuk memajukan industri budidaya perairan atau akuakultur di tanah air, yaitu eFishery.

Bukan kali pertama diperkenalkan, perusahaan yang sejatinya berstatus startup dan berbasis teknologi ini memang memperkenalkan entitas bisnisnya sebagai Aquaculture Intelligence Company berbasis teknologi IoT. Perusahaan ini memiliki tujuan utama menyediakan kebutuhan pangan dunia melalui akuakultur dan teknologi yang terjangkau.

Menjadi perusahaan Aquaculture Intelligence pertama di Indonesia yang didirikan sejak tahun 2013, eFishery nyatanya memang memiliki beberapa produk yang sudah terbukti membantu para pembudidaya melalui teknologi AIoT yang disuguhkan.

Produk utama yang diperkenalkan yaitu eFisheeryFeeder, sebuah alat yang bisa membantu para pembudidaya dalam mengelola budidaya pangan perairan berupa berbagai jenis satwa air. Dengan alat tersebut, pembudidaya bisa dengan mudah memantau pemeliharan layaknya pemberian pakan yang dilakukan dengan mudah dan secara otomatis, hanya melalui sistem yang terpasang di perangkat ponsel berkat adanya penerapan teknologi AIoT.

Baca juga Raih Dana Rp59 Miliar, eFishery Siap Jadi Startup Perikanan Terbesar di Indonesia

3. Qlue

Detail salah satu layanan QlueApp untuk penerapan Smart City
info gambar

Perusahaan dengan fokus produk yang berperan besar dalam penerapan Smart City khususnya di wilayah Ibu Kota, dan tidak menutup kemungkinan akan diterapkan pada berbagai wilayah lainnya di Indonesia di masa yang akan datang.

Pertama kali didirikan pada tahun 2016, perusahaan yang juga berstatus startup ini sejatinya menjadi provider dalam penyelenggaraan Smart City dengan memanfaatkan platform yang terdiri dari produk teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT)--AIoT.

Salah satu penerapan dan cara kerja dari produk yang dimiliki oleh perusahaan ini yaitu sebagai pihak yang menjembatani permasalahan atau kendala yang ditemui masyarakat di Ibu Kota secara real-time, kemudian melaporkan masalah terkait kepada pihak yang bersangkutan untuk langsung ditindaklanjuti.

Selanjutnya, masalah yang dilaporkan oleh setiap masyarakat nantinya akan dipublikasi pada platform yang sama sehingga informasi bisa tersebar ke masyarakat lain yang ikut memantau kondisi terbaru di Ibu Kota melalui aplikasi tersebut.

Baca juga DKI Jakarta Gandeng Startup untuk Akselerasi Smart City

Cara kerja dan penerapan layanan yang dimiliki oleh Qlue melalui layanan pengaduan nyatanya sangat bermanfaat, karena berbagai bentuk pengaduan kondisi Ibu Kota yang hadir biasanya dapat dipantau oleh masyarakat lain.

Misalnya, informasi mengenai kemacetan yang belum ditindaklanjuti agar bisa dihindari, atau informasi mengenai adanya kerusakanan sarana dan prasarana umum yang keberadaannya dimanfaatkan oleh banyak orang, dan berbagai informasi lainnya.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini