Menggerakkan Para Inovator Muda, Memutar Perekonomian Indonesia

Menggerakkan Para Inovator Muda, Memutar Perekonomian Indonesia
info gambar utama

Yayasan EcoNusa bersama mitra kembali mengadakan diskusi daring sebagai rangkaian kegiatan Econovation 2021 pada Rabu (2/6). Econovation 2021, sebuah kompetisi inovasi bisnis nasional, mengajak para entrepreneur untuk dapat berkontribusi dalam menciptakan ekonomi berkelanjutan yang juga mendukung pelestarian ekosistem hutan dan laut. Diskusi online kali ini ditujukan menjaring inovasi solutif bagi sektor usaha pendidikan dan kesehatan bersama para pengusaha muda wilayah Kalimantan, dengan tema “Build Back Better: Tumbuhkan Inovator Muda pada Usaha Pangan dan Kesehatan di Indonesia”.

Econovation, sebuah kegiatan yang menantang teman-teman muda, inovator muda, wirausahawan muda, dan siapa saja yang mempunyai ide untuk membangun kembali perekonomian Indonesia menjadi lebih baik di masa depan. Wadah bagi para inovator muda untuk menunjukkan ide-ide cerdas mereka untuk membangun Indonesia yang lebih baik, lebih hijau, rendah emisi, dan ekonomi berkelanjutan yang lebih stabil. Mari kita bangun kembali dengan lebih baik untuk Indonesia, untuk masa depan kita, untuk lingkungan kita,” ujar CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar, pada pembukaan virtual roadshow siang hari ini.

Diskusi kali ini menghadirkan Dr. dr. I. G. N Darmaputra, Sp.kk,Ketua Industri Kesehatan BPP HIPMI serta Founder DNI Skincare & Aura Dermatology, Sarita Sutedja, GM Corporate Communication Foodizz, dan Syariful Hamzah Nauly, Direktur Utama Perusda Kalimantan Barat, sebagai narasumber.

Inovator adalah seseorang yang memperkenalkan ide, gagasan, atau aspirasi baru yang belum pernah disampaikan oleh orang lain sebelumnya. Mereka adalah orang-orang yang nantinya akan membawa suatu perubahan bagi bangsa melalui ide, gagasan, atau aspirasi yang mereka miliki.

Darmaputra menyampaikan bahwa pada sektor kesehatan, banyak inovator muda Indonesia yang memiliki gagasan baru dan berhasil merealisasikannya sehingga dapat memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat. Namun menjadi seorang pengusaha pada sektor kesehatan memang tidaklah mudah.

“Dokter sendiri harus cenderung harus dominan antara otak kanan dan otak kiri agar tidak ada resiko, berusaha agar semua usaha itu berdasarkan ilmiah. Sebagai pengusaha harus terbiasa untuk menghadapi ketidakpastian yaitu terkadang bisa naik dan bisa turun. Untuk menjadi keduanya harus bisa menjembatani, pengusaha harus mencari sistem ide dalam bidang tersebut, masalah-masalah apa yang sering dijumpai pada bidang tersebut. Saat ini salah satu solusi yang bisa dilihat potensinya juga terkait edukasi sektor kesehatan,” ujarnya.

Pada sektor pangan di Kalimantan Barat, menurut Syariful Hamzah Nauly, karena berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, terdapat peluang pasar pangan yang besar ke negara tetangga. “Beberapa petani seperti petani beras banyak yang mengekspor hasil taninya ke negara tetangga yaitu Malaysia. Tentu saja hal ini dapat menjadi peluang pasar pangan yang cukup besar. Terlebih lagi peningkatan produksi pangan seperti beras pada pulau-pulau di Indonesia seperti Jawa sudah cukup bagus. Beberapa poin yang perlu menjadi perhatian dalam produksi pangan sendiri adalah masalah bibit, irigasi, dan hama,” ujarnya.

Sektor pangan yang merupakan salah satu penopang roda perekonomian untuk tetap dapat berjalan pun cukup terbantu oleh hadirnya inovator-inovator muda bangsa ini. Seorang inovator muda tentu saja harus mengambil langkah awal jika memang ingin memulai bisnis, terlebih lagi perlu diiringi dengan inovasi yang dapat selaras dengan pasar dari waktu ke waktu. "Yang paling penting adalah bagaimana ketika kita men-develop produk. Jangan lupa juga untuk memenuhi data fakta informasi mengenai company, internal, competitor, dan juga sisi customer untuk melakukan brainstorming sehingga bisa menghasilkan keputusan," ungkap Sarita Sutedja.

Ide dan inovasi yang diikutsertakan pada Econovation ditargetkan untuk dapat menjadi solusi dari tantangan nyata yang dihadapi oleh masyarakat termasuk petani, nelayan dan masyarakat adat. Lima belas (15) inovasi bisnis yang terpilih akan berkesempatan mengikuti mentoring serta business matching untuk mengembangkan bisnisnya. Selain menjadi solusi, ide dan inovasi tersebut dapat di scale-up secara nasional untuk “membangun kembali dengan lebih baik”. Pendaftaran Econovation gratis dan terbuka untuk umum, hingga 30 Juni 2021 di econusa.id/econovation.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

E
KO
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini