Ragam Sambal Khas Indonesia yang Belum Populer Namun Tak Kalah Sedap

Ragam Sambal Khas Indonesia yang Belum Populer Namun Tak Kalah Sedap
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

#Writingchallenge#Inspirasidarisekitar#Negerikolaborasi

Sudah menjadi rahasia umum kalau sambal adalah makanan pokok selain nasi putih. Bisa dibilang, salah satu indikator kelezatan makanan di Indonesia adalah pergulatan antara rasa pedas pada sambal dengan cita rasa dari makanan.

Maka tak heran jika Indonesia memiliki banyak aneka sambal, mulai dari sambal bawang, sambal terasi, sambal hijau, sambal matah, sambal tomat, hingga sambal dabu-dabu.

Pembuatan sambal ini tak lain dan tak bukan disebabkan keinginan masyarakat Indonesia untuk menciptakan kekuatan rasa dan aroma pada sambal yang dapat memanjakan lidah. Tergantung pula pada lidah pembuatnya maupun masyarakat lokal.

Bagi para pecinta rasa pedas, mengetahui jenis-jenis sambal tadi merupakan hukum wajib. Mengetahui kecocokan tiap sambal dengan pilihan lauk pun harus dilakukan.

Akan tetapi, faktanya masih ada beberapa sambal khas daerah yang dilupakan oleh sejarah Indonesia. Entah apa alasannya, lantas sambal-sambal ini bisa luput dari pengamatan masyarakat Indonesia.

Padahal, kalau menimbang soal rasa, jelas tak kalah dengan sambal-sambal Indonesia yang populer. Berikut beberapa sambal khas Indonesia yang belum populer namun tidak kalah sedap. Siap-siap tergiur, ya, Kawan!

Baca Juga: Mencicipi Walang Sangit, Hama Padi yang Disulap jadi Sambal Lezat

Sambal dadak

Sambal Dadak | Foto: Kreasi Masakan
info gambar

Sambal khas satu ini biasa dihidangkan di hampir seluruh restoran Sunda, sebagai pelengkap rasa beragam makanan sunda, terutama yang dimasak dengan digoreng. Sesuai dengan namanya, ia disajikan secara mendadak, tepatnya baru diulek ketika pembeli baru memesan sambal ini.

Cara membuat sambal dadak cukup mudah. Kawan bisa memulainya dengan menghaluskan cabai merah, cabai rawit, tomat, garam, dan gula merah. Masukkan sedikit air jeruk nipis ke dalam wadah, lalu aduk rata dengan hasil ulekan.

Jadilah sambal dadakan dengan cita rasa pedas bercampur dengan rasa manis dan kesegaran pada sambal. Sambal dadakan pun siap disantap bersama makanan khas Sunda!

Sambal dadahan acan

Sambal Dadahan Acan | Foto: Budaya-Indonesia.org
info gambar

Berikutnya ada sambal dadahan acan, pelengkap makanan khas Banjar yang memadukan cita rasa asam, pedas, kesegaran, dan gurih terasi sekaligus. Sambal ini diolah dengan menggunakan campuran buah-buah lokal Banjar, tergantung pada musim pemetikan sehingga rasa asamnya pun beragam.

Rasa asam pada sambal dadahan acan bisa diperoleh dengan dua cara, yaitu dengan mencampuradukkan buah ke dalam sambal sebelum dihidangkan, atau bisa langsung dihaluskan menjadi satu dengan sambalnya. Pengaturan rasa asam bisa disesuaikan dengan selera masing-masing pengecapnya.

Tak ayal, sambal dadahan acan cocok dicocol bersama lalapan. Rasa asam pada sambal dadahan acan pun bisa menjadi penyeimbang rasa asin pada berbagai hidangan ikan. Tak lupa menambahkan aroma gurih pada hidangan ikan.

Baca Juga: Nikmatnya Sambal Oen Peugaga yang Dibuat dari 44 Daun

Sambal kandas serai

Sambal Kandas Serai | Foto: Resep Masakanku
info gambar

Sambal khas suku Dayak Ngaju terkenal dengan kegunaannya sebagai menu utama hidangan, tak terkecuali sambal kandas serai. Dinamakan kandas lantaran saat mengulek sambal kandas serai, cobekan sulit sekali untuk digerakkan, sehingga ulekan kandas (diam) di tempat.

Adapun sambal kandas serai terbuat dari halusan bahan-bahan sambal yang cenderung asam, bercampur dengan tirisan ikan bakar atau goreng, menjadikannya bukan sekadar pelengkap makanan. Biar cita rasa sambal semakin cetar, gunakanlah ikan tak bersisik yang mampu mengeluarkan rasa manis berlemak dari suwiran ikan.

Baca Juga: Cabai dan Sambal, Penggugah Selera yang Tak Bisa Dipisahkan dari Makanan Indonesia

Sambal andaliman

Sambal Andaliman | Foto: Kompas.com
info gambar

Sambal khas terakhir adalah sambal andaliman, merica Batak yang terbuat dari kulit luar buah yang tergolong dalam keluarga jeruk-jerukan. Aroma jeruk pada sambal ini membuat lidah menari-nari, cocok dihidangkan bersama arsik dan saksang.

Sambal andaliman dibuat dengan mengulek campuran antara cabai, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan serai. Seiring campuran terus dihaluskan, air jeruk nipis turut ditambahkan, sampai menyatu dengan campuran tadi hingga halus. Maka, jadilah sambal Andaliman yang siap disantap.

Berbicara tentang rasa, bakal ada suatu jeda di mana lidah mati rasa tatkala sambal andaliman sedang beradu di mulut. Rasa ini disebabkan oleh hydroxy-alpha-sanshool yang terkandung dalam sambal andaliman. Sangat bermanfaat bagi kesehatan pengecapnya, mulai dari mengatasi peradangan, mengobati masalah pencernaan, hingga sebagai aromaterapi.

Itulah beberapa sambal khas Indonesia yang luput dari pengamatan orang-orang. Sambal-sambal ini terbukti dicintai masyarakat lokal, lantaran mampu memanjakan lidah dengan perpaduan asam, manis, segar, dan pedas yang legit. Sambal-sambal ini cocok dihidangkan buat Kawan yang mencintai rasa pedas langka.*

Referensi:Banjarmasin Post | Deli Serdang Mall | GenPi.co | IDN Times | merahputih.com | netralnews.com | SehatQ

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini