Deretan Voice Over Terkemuka Indonesia dengan Suara yang Berkarakter

Deretan Voice Over Terkemuka Indonesia dengan Suara yang Berkarakter
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

#WritingChallenge#InspirasidariKawan#NegeriKolaborasi

Di zaman serba teknologi seperti sekarang, kehidupan semakin mengandalkan penggunaan teknologi. Teknologi menawarkan berbagai kemudahan kepada manusia untuk menciptakan berbagai inovasi dalam waktu yang begitu singkat. Salah satu hasil dari kreasi manusia adalah voice over, yakni suatu profesi di dunia industri kreatif yang kini digandrungi banyak anak muda.

Melansir Liputan6.com, alasan mengapa pekerjaan voice over diburu banyak muda terletak pada rasa seru ketika sedang melakukannya, berkreasi dengan suara, memainkan intonasi, dan tidak terikat dengan waktu.

Kendati demikian, menjadi seorang voice over tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seorang calon voice over maupun yang sudah profesional, perlu untuk terus melatih suara agar kualitas vokalnya semakin meningkat dan mendapatkan karakter suaranya sendiri.

Di samping itu, seorang voice over perlu mempersiapkan studio dan berbagai alat rekam suara yang dapat menopang kejernihan dan kualitas suaranya. Harga alat-alat ini sangatlah beragam; bisa terjangkau ataupun sangat mahal. Yang pasti, harga menentukan kualitas, dan menjadi faktor krusial para voice over dalam upaya menarik hati klien.

Sejumlah talenta voice over Indonesia telah membuktikan bakat dan kemampuannya dalam menyihir telinga orang-orang. Dengan bermodalkan semangat dan kerja keras, mereka telah melebarkan sayap diri sendiri dan voice over di Indonesia, membuat pekerjaan voice over semakin diburu orang-orang. Berikut beberapa sosok voice over terkemuka Indonesia.

Baca Juga: Perlu Tahu! Inilah Aturan dan Cara Pakai Meterai Rp10.000

Tisa Julianti, sosok legenda di dunia voice over Indonesia

Posisi pertama ditempati oleh Tisa Julianti, sosok inspiratif di dunia voice over Indonesia yang merajai 8 karakter suara. Tak dapat dimungkiri, sebab Tisa sudah berpengalaman menjadi seorang voice over sejak tahun 1993 silam, yang hingga sekarang dirinya tercatat telah mengisi banyak suara di dunia periklanan dan animasi.

Kerja keras Tisa sudah dimulai sejak dirinya masih belia, ini menjadi contoh yang bagus bagi anak muda yang sedang mengejar mimpinya di dunia voice over. Tisa pun mengakui kalau semangat untuk belajar dan mencari pengalaman adalah kunci kesuksesannya sebagai pengisi suara.

Lanjut Tisa, sebagaimana dilansir pada Laman Liputan6.com, seorang voice over perlu untuk terus melakukan riset kecocokan suara, sering-sering melatih suara, fokus, mengikuti pelatihan non formal, serta mencari mentor tetap di dunia industri voice over.

Asal kualitas suara dan sikap terjaga, menurut Tisa, seorang voice over bisa mendulang banyak kesempatan dan cuan. Tambah lagi, di masa-masa pandemi yang pelik seperti ini, profesi voice over bisa menjadi peluang terbaik untuk anak muda yang ingin mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Menilik Sejarah Wayang Kulit Jawa Tengah

Anita Martha, suara indahnya sudah berkecimpung lama di dunia profesional

Berikutnya ada Anita Martha, sosok perempuan yang akrab disapa Nonet yang sudah berkecimpung di dunia voice over sejak tahun 1995 silam. Kariernya dimulai dengan menjadi penyiar radio di berbagai stasiun radio, dan dirinya mengembangkan wawasan kariernya ini sampai tahun 2012.

Di sela-sela itu, tepatnya pada 2004, Nonet memberanikan diri untuk mendaftar menjadi talenta voice over di sebuah program infotainment. Tak disangka-sangka oleh Nonet, ternyata menjadi voice over jauh berbeda dengan menjadi penyiar radio. Seorang voice over harus memperhatikan intonasi dan artikulasi, sementara penyiar radio tidak perlu menggunakan keduanya.

Alhasil, percobaan pertama ini membuahkan kegagalan pada diri Nonet. Namun, realita ini tidak membuat Nonet menyerah dan dirinya malah semakin semangat untuk terjun di dunia voice over. Sehingga di percobaan keduanya, tepatnya pada beberapa tahun kemudian, Nonet berhasil menjadi voice over di suatu program infotainment di TPI.

Sejak saat itu, Nonet semakin melebarkan sayapnya di dunia voice over. Terbukti, dirinya telah mengisi suara di berbagai program televisi, mulai dari infotainment B2S dan GoShow (TPI), infotainment Investigativ (Antv), hingga Master Chef Indonesia season 1 sampai 4 (RCTI).

Menurut Nonet, untuk menjadi seorang voice over profesional, pelakunya perlu bisa bekerja secara fleksibel, dapat mengolah suara dengan berbagai suasana, dan selalu meningkatkan kapasitas diri serta berusaha keras. Dengan demikian, lanjut Nonet, seorang voice over bisa mendapatkan projek dengan bayaran tinggi, terlebih jika jasanya dipesan oleh televisi.

Baca Juga: Memahami dan Mempelajari Agar Data Pribadi Aman pada Tempatnya

Antonius Bimo Kusumo Yudo, sosok VO Pria yang viral pada 2020

Terakhir ada sosok pria yang akrab Bimoky, yakni salah satu social media influencer di dunia voice over dengan 307 ribu followers di Instagram. Bimoky diketahui telah mengisi suara di berbagai iklan terkenal di televisi, mulai dari mizone, kacang garuda, hingga pop mie.

Berdasarkan laman di Inavoice, Bimoky memulai kariernya di dunia olah suara sejak tahun 1993, di mana saat itu dirinya diajak oleh bapaknya --yang kebetulan juga seorang talenta voice over-- menuju sanggar Prativi, salah satu audio podcast production pertama di Indonesia.

Kendati demikian, di tahun 1996, Bimoky memulai kariernya sebagai seorang dubber, mengisi suara untuk disney channel, film kolosal, dan kartun. Ia baru menjadi seorang voice over pada 2000, dengan fokus mengisi suara di iklan-iklan saja.

Untuk menjadi seorang voice over profesional, menurut Bimoky, pelakunya memerlukan soft skills dan hard skills yang mumpuni. Dalam konteks soft skills, misalnya, voice over perlu menangkap maksud dari brief klien dengan cepat, sehingga mampu mengeluarkan suara sesuai permintaan di brief.

Adapun untuk memiliki hard skills yang bagus, Bimoky menyarankan untuk memperhatikan makanan, banyak-banyak melatih vokal, dan menghilangkan pikiran mengenai apakah suara jelek atau tidak

Ternyata, menjadi voice over terkemuka di Indonesia memakan waktu yang cukup banyak. Tidak ada hasil dan usaha yang instan, seorang voice over perlu berlatih dan memiliki kepercayaan diri untuk menampilkan suara indahnya. Dengan demikian, seorang voice over bisa mendulang berbagai kesempatan untuk terus melebarkan sayapnya!*

Referensi:www.daripanggung.com | inavoice | Liputan6.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini