Muncul di Drakor Vincenzo, Begini Cara Kopiko Kuasai Pasar Dunia

Muncul di Drakor Vincenzo, Begini Cara Kopiko Kuasai Pasar Dunia
info gambar utama

Kemunculan permen Kopiko dalam drama Korea 'Vicenzo' di salah satu adegan pada episode 14 membuat heboh penonton. Drakor dengan bintang besar biasanya menggunakan sponsor merek-merek ternama yang mendunia.

Dalam sebuah adegan, permen Kopiko muncul untuk pertama kalinya saat aktris Kim Yoon Hye dan Jung Ji Young sedang mengintai dari dalam mobil. Di sana, ada juga aktor Kim Young Woong dan ia yang menawarkan permen Kopiko.

"Makanlah permen ini, kamu akan terjaga dan merasa senang," ujar aktor Kim Young Woong dalam bahasa Korea.

Permen Kopiko yang muncul di drama Korea 'Vincenzo' bukan dalam kemasan satuan kecil, melainkan kemasan 'blister pack' yang praktis. Kemasan tersebut berisikan 8 butir permen. Jika melihat harganya di halaman eCommerce, satu bungkus permen ini dibanderol harga Rp2.000 saja.

Baca jugaPermen Kopi Indonesia yang Mengarungi Luar Angkasa

Dipilihnya Kopiko sebagai sponsor ini bukanlah tanpa alasan, pasalnya selain merupakan merek global. Brand Indonesia ini juga telah tersebar di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

"Kita bangga sekali, Kopiko sebagai merek Indonesia yang mendunia, merupakan aset negara yang berharga, dan kita berharap pencapaian Kopiko ini akan menginspirasi semakin banyak merek Indonesia yang mendunia seperti Kopiko," kata Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja, dalam Berita Satu.

Diketahui Kopiko sudah lama masuk pasar global, termasuk di Korea Selatan. Karena itu dengan adanya iklan Kopiko di Vincenzo bisa semakin melebarkan sayap Kopiko di luar negeri. Menurut data, Kopiko sudah dijual di beberapa negara, di antaranya Singapura, Filipina, Taiwan, Australia, Italia, Portugal, Spanyol, hingga Jerman.

"Saat ini Kopiko juga sudah dinikmati oleh konsumen di Korea Selatan. Kopiko yang terbuat dari kopi asli ini merupakan merek global dan merupakan merek nomor 1 di dunia," tambah Andre Sukendra Atmadja, Presiden Direktur Mayora Group.

Selain muncul dalam drama Vincenzo, produk permen asal Indonesia itu hadir juga dalam frame di serial drama berjudul Mine. Tentunya dengan rating tinggi Drakor Vicenzo dan Mine sehingga banyak disaksikan oleh pemirsa. Sudah tentu hal tersebut diharapkan bisa mendongkrak penjualan permen bercita rasa kopi manis ini.

Cara Kopiko kuasai pasar dunia

PT Mayora Indah Tbk (Mayora) merilis Kopiko di era 1980-an dan menjadi permen kopi pertama di Indonesia. Sebagai pelopor hadirnya kopi dalam bentuk kembang gula, perseroan sangat menghargai arti penting kopi. Perusahaan yang didirikan pada 17 Februari 1977 ini memang sudah terkenal dengan beragam produk makanan dan minuman yang populer di masyarakat.

Ekspansi Mayora tak hanya dalam produk biskuit, tetapi merambah segala varian makanan dan minuman, mulai dari wafer, cokelat, permen, kopi kemasan, makanan instan, hingga air minum kemasan.

Sementara itu, Kopiko menjadi produk yang telah diterima dengan baik oleh konsumen di dalam maupun di luar negeri. Ini menjadi wujud nyata komitmen kopiko menjaga kualitas produk hingga aktivitas marketing dalam membangun nama jenama (brand).

Menurut Ricky Afrianto, Head of Marketing Mayora, perusahaan sadar jika produk kopi tidak bisa dibuat sembarangan karena sifatnya yang sangat personal. Inovasi sangat penting untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen di berbagai belahan dunia.

Baca jugaMerek Indonesia yang Mendunia (Bagian 1: Permen)

Langkah itu dibarengi komitmen untuk membangun brand awareness dalam jangka panjang sehingga Kopiko menjadi merek global yang punya equity kuat.

Secara umum, ada 4 langkah yang diambil. Pertama, menjaga kualitas biji kopi hingga menjadi produk akhir. Kedua, memahami pasar dan konsumen di setiap negara. Ketiga, terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan dan keinginan konsumen.

“Terakhir, melakukan aktifitas marketing untuk membangun brand baik di above the line maupun below the line,” katanya.

Memang, Kopiko cukup fokus mengembangkan aktivitas marketing untuk membangun brand equity yang kuat. Tim pemasaran juga solid dan paham kondisi pasar dan konsumen di setiap negara.

“Saat ini, nilai ekspor kami sudah lebih dari 30 persen dari total Mayora turn over,” ujarnya.

Selain itu pemilihan kawasan ASEAN sebagai titik awal ekspansi bisnis ternyata menuai kesuksesan. Pasalnya letaknya yang tak terlalu jauh dan karakteristik konsumennya mirip dengan orang Indonesia.

Kunci produk Mayora ini agar dapat diterima pasar luar negeri adalah menjaga kualitas produk, harga yang dapat diterima pasar dan inovasi baru bagi konsumen. Mengikuti dan paham selera konsumen adalah cara untuk mengenal preferensi pasar di luar negeri.

Sukses Kopiko diganjar beragam penghargaan bergengsi. Mulai dari Top Brand 2012 dari Frontier Consulting Group, Superbrands 2012 dari Nielsen & Tempo, dan terakhir Top Five Best Manage Companies in Indonesia dari Asia Money Magazine.

“Kami adalah ahli di bidang kopi dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan sangat berkomitmen terhadap kualitas produk. Proses pengolahan dari awal dan akhir dijaga ketat demi memberikan kualitas terbaik.”

Mayora juga memiliki prinsip, karena ada di Indonesia, sebisa mungkin produksi di Indonesia, bahan baku juga didapat di Indonesia. Sehingga semuanya menggunakan pasokan dari dalam negeri, Ini penting untuk kelangsungan rantai pasok sekaligus saling memberikan nilai tambah.

Karena itu, Mayora membangun kerjasama dengan petani. Misalnya dengan menggandeng petani kopi dan membantu mereka meningkatkan kualitas kopi. Ada program khusus untuk petani dalam meningkatkan produktivitas.

"Kami bukan sekadar menjadi tukang jahit, tapi mengekspor produk Mayora dengan merek kami sendiri. Mayora itu produk yang kami ekspor 50% dari seluruh kapasitas produksi dan 100 persen produk tersebut menggunakan merek Mayora.,” beber Ricky, sekaligus menegaskan bahwa Mayora tetap merek asli Indonesia.

Berhasil untung saat pandemi menyerang

Februari 2019 menjadi bulan yang membanggakan bagi PT Mayora Indah Tbk (Mayora), ketika secara seremonial dilaksanakan pelepasan kontainer ke-250.000 yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat itu Mayora sedang gencar-gencarnya memasuki pasar ekspor makanan dan minuman (mamin) hingga menyumbang sekitar 50 persen total penjualan persero, yakni mencapai Rp35 triliun.

Bahkan di tengah pandemi Covid-19, perusahaan itu masih mampu membagikan dividen sebesar Rp670,76 miliar dengan mengantongi labar bersih Rp2,04 triliun, lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,93 triliun.

Di Filipina, Kopiko Blanca milik Mayora mulai beriklan sejak tahun 2013. Tak heran bila nilai ekspor ke Filipina di awal 2019 mampu menembus angka 50 ribu dolar AS dengan jumlah volume 4 kontainer berisi 2.500 sachet.

Bila di Indonesia jenama Kopiko merupakan produk permen kopi, di Filipina jenama ini digunakan untuk produk kopi creamy. Dan 5 tahun setelah itu, di tahun 2018–2019, Kopiko Blanca menjadi nomor satu di Filipina.

Baca juga Cerita Pondok Kopi, Perkebunan Kopi Pertama Belanda di Tanah Jawa

“Tapi setelah itu gak lupa, what’s next setelah menjadi number one? Disitulah konsistensi dan in commitment kami untuk menunjukkan bahwa Kopiko Blanca itu creamy, the creamies coffee yang ada di Filipina. Marketshare nya sekarang 46 persen, nomor dua nya di marketshare sekitar 25 persen,” ungkap Ricky.

Menurutnya, Kopiko sebenarnya tidak ditonjolkan sebagai brand dari Indonesia. Mayora ingin menunjukkan kualitas dan apa bedanya Kopiko dibanding yang lain, sehingga konsumen ingin membeli kopiko. Dan ternyata ini cukup sukses.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sebagai merek Indonesia, Mayora tidak kalah bersaing dengan produk luar. Indonesia memiliki produk bagus dan mampu bersaing di pasar luar negeri.

Pada laporan keuangan Mayora untuk tahun 2020, berada dalam trend yang positif dengan mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 3,52 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019. Perusahaan tetap dapat membukukan keuntungan meski berada dalam masa pandemi.

Walaupun ada penurunan penjualan dari sisi ekspor, tetapi Mayora justru dapat mencatatkan peningkatan penjualan dari dalam negeri hingga naik 6,13 persen. Mayora Indah, memperkirakan bahwa angka penjualan pada tahun 2021 ini akan bertumbuh 10 persen menjadi sekitar Rp 26,62 triliun.

Sementara itu dengan gebrakannya mensponsori drama Korea, pergerakan harga saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) pada Februari lalu melaju kencang di zona hijau. Saat itu MYOR mencatatkan kenaikan 30 poin atau 1,16 persen ke posisi Rp2.620 per saham dengan nilai kapitalisasinya mencapai Rp58,58 triliun.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini