Target Kemkominfo, dari 'Tol Langit' 5G hingga Tambah Ribuan BTS di 2024

Target Kemkominfo, dari 'Tol Langit' 5G hingga Tambah Ribuan BTS di 2024
info gambar utama

Tidak serta merta berpuas diri dengan pencapaian menghadirkan konektivitas 5G di tanah air, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) nyatanya masih akan terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi dan tindak keberlanjutan dari teknologi yang sudah ada.

Tanpa kecuali, Kemkominfo menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur digital dan telekomunikasi masih akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya agar terus bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital yang hadir di tanah air.

Kemkominfo yang dipimpin oleh Johnny G. Plate, secara rinci menyampaikan agenda pembangunan infrastruktur digital dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR-RI yang berlangsung di Senayan, Jakarta, pada hari Senin, (7/6/2021).

Rapat kerja Kemkominfo dan DPR untuk rencana pembangunan infrastruktur digital
info gambar

Berdasarkan siaran pers yang dimuat pada laman resmi Kominfo.go.id, Johnny memaparkan secara detail mengenai rencana apa saja yang akan dilakukan Kemkominfo di masa yang akan datang demi mewujudkan transformasi digital secara berkelanjutan, terutama yang erat kaitannya dengan kehadiran konektivitas 5G dan upaya yang dilakukan untuk segera menjadikan generasi internet baru tersebut dapat tersebar luas secara merata ke seluruh penjuru tanah air.

Baca juga Wajib Tahu, Ini Fakta Jaringan 5G yang Resmi Hadir di Indonesia

Tambah ribuan BTS untuk tingkatkan infrastruktur 5G

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa kehadiran jaringan 5G di Indonesia sejatinya menggunakan teknologi Non-Standalone (NSA), dalam artian menggunakan infrastruktur yang sudah ada dalam hal ini Base Transceiver Station (BTS).

Namun di samping itu, Kemkominfo nyatanya ingin menambah sarana yang ada dengan menghadirkan lebih banyak BTS di berbagai wilayah yang belum terjangkau. Tak tanggung-tanggung, rencana pembangunan BTS baru ini ditargetkan mencapai total 7.904 BTS baru yang akan beroperasi secara penuh di tahun 2024.

Adapun detail dari rencana pembangunan yang dimaksud ialah sebanyak 4.200 BTS di tahun 2021 yang saat ini sedang dalam proses konstruksi, kemudian dilanjutkan pembangunan sebanyak 3.704 BTS lanjutan yang akan dilakukan di tahun 2022.

Dengan total sebanyak 1.628 BTS yang sudah aktif dan beroperasi saat ini, Kemkominfo menargetkan bahwa di tahun 2024 akan ada total keseluruhan sebanyak 9.586 BTS yang sudah terbangun dan beroperasi secara penuh.

Baca juga Industri Telekomunikasi Indonesia, Berawal dari Kartu Pos Menuju Jaringan Digital

Sejalan dengan pembangunan BTS baru tersebut, Kemkominfo juga menjanjikan penggelaran jangkauan internet di titik-titik wilayah baru yang belum terjangkau sebelumnya. Di sisi lain, Menkominfo menjelaskan bahwa di tahun 2021 ini sudah dibangun tambahan penyediaan akses internet di sebanyak 4.574 titik yang melengkapi 11.817 titik akses internet yang sudah ada sebelumnya.

Di tahun 2022, penggelaran akses internet juga akan dilakukan secara masif dan berkelanjutan di 22.000 titik baru, dan akan terus bertambah hingga targetnya akan tersedia 78.391 titik akses internet di seluruh penjuru tanah air pada akhir tahun 2024 nanti.

Penataan ulang spektrum frekuensi radio untuk wujudkan ‘Tol Langit’ 5G

Dalam kesempatan yang sama, Menkominfo juga membahas lebih dalam mengenai upaya yang dilakukan untuk mendukung dan menyambut konektivitas 5G, yaitu melalui farming (penambahan) dan refarming (penataan ulang) spektrum frekuensi radio guna mendorong percepatan pemerataan jaringan tidak hanya 5G melainkan juga 4G.

Baca juga Dari Kecepatan hingga Jangkauan, Ini 5 Perbedaan Mencolok Antara Jaringan 4G dan 5G

Menjadi bagian yang sangat krusial, Menkominfo bahkan menganalogikan spektrum frekuensi radio sebagai oksigen dalam keberlangsungan konektivitas internet terutama 5G. Dalam laporan yang disampaikan, tahun 2021 ini, Kemkominfo telah melakukan pembebasan frekuensi baru untuk mobile broadband sebanyak 90 Mhz, sehingga total tambahan spektrum frekuensi mencapai 120 Mhz.

Adapun target yang ingin dilakukan Kemkominfo di tahun 2022 yaitu dengan menambahkan frekuensi mobile broadband sebanyak 1.000 Mhz, sehingga total penambahan dari penataan ulang spektrum frekuensi yang ada mencapai 1.120 Mhz.

Tak berhenti sampai di situ, tambahan 190 Mhz juga diupayakan di tahun berikutnya sehingga pada tahun 2024 mendatang ditargetkan akan ada total penambahan dari penataan ulang spektrum frekuensi mencapai 1.310 Mhz, yang selanjutnya bukan tidak mungkin akan menciptakan ‘Tol Langit’ 5G di tanah air.

Baca juga Refarming Frekuensi 800, 900 MHz Telah Selesai, Ini Dampaknya

Mengenai perumpamaan ‘Tol Langit’, istilah tersebut sejatinya digaungkan saat pertama kali hadir proyek digital Palapa Ring yang memiliki upaya pemerataan internet di seluruh wilayah Indonesia dengan kualitas yang merata, tanpa adanya kesenjangan.

Berangkat dari inisiasi tersebut, tujuan yang sama juga diharapkan dapat terjadi pada konektivitas 5G dengan harapan bisa dijangkau secara merata oleh berbagai lapisan masyarakat di seluruh wilayah. "Tambahan spektrum frekuensi akan mempercepat pemerataan jaringan 5G di Indonesia," jelas Johnny G. Plate.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini