Modernisasi Alutsista, Indonesia Datangkan 8 Kapal Perang Canggih Buatan Eropa

Modernisasi Alutsista, Indonesia Datangkan 8 Kapal Perang Canggih Buatan Eropa
info gambar utama

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) telah menandatangai kontrak dengan Fincantieri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri konstruksi pembuatan kapal asal Italia, pada hari Kamis (10/6/2021).

Tanda tangan kontrak tersebut terkait dengan pengadaan sejumlah kapal perang canggih, yaitu enam kapal fregat kelas FREMM (Fregate Europeenne Multi-Mission) dan modernisasi dua kapal fregat bekas kelas Maestrale berikut dengan logistiknya.

Dengan adanya kontrak tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara ke-10 yang akan menggunakan Fregat FREMM. Nilai kontrak disebut-sebut mencapai 4,2 miliar euro.

Fincantieri mengklaim pesanan dari Kemenhan RI merupakan keberhasilan bagi perusahaan. Sebelumnya, Indonesia telah mendapatkan tawaran dari beberapa negara untuk kebutuhan alutsistanya. Damen, Belanda menawarkan kecanggihan SIGMA 10514, dari Jepang ada Mitusi yang menawarkan fregat 30FFM (mogami class), dan terakhir, dari konsorsium pimpinan Babcock internasional Inggris yang menawarkan desain Arrowhead 140.

Spesifikasi kapal Fregat FREMM

Dalam kontrak dengan Fincantieri, disebutkan bahwa Indonesia akan membeli kelas FREMM dan Maestrale. Produksi kapal fregat FREMM merupakan hasil kerja sama dengan negara Prancis yaitu dengan perusahaan DCNS/Armaris yang terlibat dalam desain bangun kapal keterlibatan tersebut dilakukan karena untuk kebutuhan alusista Angkatan Laut (AL) Italia dan Prancis.

Namun, keduanya menyebut kapal tersebut dengan jenis yang berbeda yakni, Italia menyebutnya sebagai Bergamini class atau dikenal juga dengan FREMM dan Perancis menyebutnya Aquitaine Class.

Memang dalam kontrak kerja sama dengan Indonesia, belum ada spesifikasi yang rinci terkait kapal fregat FREMM. Namun, jika melihat dari hasil produksi Italia dan Prancis, kapal fregat FREMM memiliki panjang 140 meter dengan lebar 20 meter. Bobotnya mencapai 6.500 ton dan berkecapatan hingga 27 knot dan 15 knot untuk operasi anti-kapal selam. Untuk jangkauan, kapal ini dapat menjangkau hingga 6000 mil laut dan dapat menampung sektar 108 kru.

Untuk kemampuan pertahanan udara, kapal kelas FREMM akan dipersenjatai dengan sistem rudal SAAM aster 15 dan rudal anti kapal skimming laut Teseo Kk2. Sistem tersebut dapat membawa dan meleapskan torpedo ringan seperti MU-90 di dekat kapal selam musuh yang sebelumnya sudah ditentukan. Posisi kapal selam sendiri akan ditunjukkan melalui sonar kapal atau bisa juga oleh helikopter ASW dan pesawat patroli maritim.

Selain itu, kapal ini juga dilengkapi radar kendali tembakan unuk sistem rudal yang bernama array bertahap multifungsi G-band EMPR dari Selex Sistem Integrati. Kemudian ada Sistem infrared search-and-track atau IRST yang merupakan sistem pengawasan akuisisi diam Gaalileo Avionica atau SASS.

Baca juga Akhirnya, Kapal Tank Pertama Buatan Indonesia Diuji Coba

Fregat kelas Maestrale

Sedangkan kelas Maestrale yang dibuat untuk Angkatan Laut Italia dan kelas pertamanya, Maestrale (F570), pertama kali diluncurkan pada Februari 1981 serta ditugaskan pada Maret 1982. Fregat kelas ini dilengkapi senjata anti-kapal selam atau ASW dan kemampuan anti-pesawat atau pertahanan udara (AWW) dan anti permukaan (ASuW).

Selain itu, Maestrale juga dipersenjatai peluncur octuplet Albatros/Aspide dan dapat membawa 16 rudal tambahan. Ada empat peluncur rudal RESEO Mk2 yang dipasang di atas hangar. Peluncur tersebut dapat meluncurkan rudal anti-kapal Otomar/TESEO yang dapat menyerang target dalam jarak 160 km sambil membawa hulu kedak seberat 210 kg.

Rangkaian sensor dalam kapal Maestrale terdiri dari radar pencarian udara dan permukaan AN 10S, radar kontrol tembakan RTN-10X, radar navigasi SPN703, dan dua radar RTN-20X untuk sistem DARDO. Pemasangan sonar juga dilakukan di lambung DE1160B untuk mendeteksi dan melacak kapal selam. Selain sonar tersebut, sonar kedalaman variable DE 1164 juga terpasang.

Meriam Otobreda 127 mm dipasang sebagai meriam utama di dek depan, meriam tersebut mampu menembakkan 40 peluru per menit pada jarak 30 kilometer. Dek penerbangan dengan ukuran lebar 27 meter memungkinkan untuk pengoperaskan helikopter AB-212 dan dapat menampung dua helikopter. Selain itu, kelas Maestrale juga dilengkap dengan dua set tabung torpedo rangkap tiga 324 mm untuk torpedo Mk32.

Adanya pengadaan 8 kapal perang baru sejalan dengan program modernisasi alutsista Indonesia yang canangkan Kemenhan. Hadirnya Fregat kelas FREM dan Fregat kelas Maestrale diharapkan mampu meningkatkan kekuatan armada angkatan laut Indonesia.

Baca juga Mengenal Alugoro, Kapal Selam Buatan Indonesia yang Dipersenjatai Torpedo Black Shark

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini