Buat Portofolio Content Writer yang Keren dengan Cara Ini!

Buat Portofolio Content Writer yang Keren dengan Cara Ini!
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

#WritingChallenge#InspirasidariKawan#NegeriKolaborasi

Dewasa ini, pekerjaan seorang penulis tidak hanya sebatas menulis buku saja atau menjadi seorang novelis. Profesi penulis menjadi lebih luas lagi dalam berbagai bidang. Salah satunya seorang content writer. Tentunya, ketika melamar pekerjaan di bidang 'kepenulisan', Kawan harus siapkan portfolion atau hasil kerja Kawan.

Di samping itu, menyusun portofolio content writer tidak semudah yang dipikirkan. Pembuatan portofolio mesti memerhatikan berbagai aspek. Mulai dari visual, kejelasan tulisan, dan lain-lain. Mengutip Clippings, setidaknya ada 3 hal yang harus dicantumkan Kawan GNFI dalam membuat portofolio.

Menyusun portofolio content writer tidak sekadar memasukkan tulisan dan gambar tanpa ada struktur yang jelas. Pasalnya, Kawan GNFI harus menjelaskan untuk apa portofolio itu dibuat. Selain itu, menjelaskan kalau portofolio itu berisi deretan tulisan Kawan GNFI yang telah diterbitkan.

Pada umumnya, content writer menjelaskan tujuan portofolio dalam 3 hal, yaitu guna memperoleh pekerjaan, menjual apa yang sudah dibuat, dan memperoleh perhatian pihak luar. Nah, tujuan portofolio ini bisa menjadi kerangka penulisan portofolio Kawan GNFI.

Sampel tulisan yang sudah dipublikasikan

Ilustrasi | Foto: magazine.job-like.com/Jessica Dima
info gambar

Baca Juga Inilah Prospek Karier Seorang Penulis

Setelah membuat tujuan portofolio, langkah selanjutnya yang mesti Kawan GNFI lakukan adalah memasukkan tulisan-tulisan yang sesuai dengan tujuan portofolio. Cantumkan sekitar 10--20 tulisan ke portofolio Kawan GNFI supaya bisa memberikan gambaran kepada HRD perusahaan atau klien.

Kawan GNFI juga bisa menyusun tulisan dalam format foto. Langkah ini diyakini dapat membuat pewawancara lebih percaya dengan kapasitas Kawan GNFI sebagai content writer.

Apabila Kawan GNFI sudah memilah dan memilah mana yang perlu dimasukkan ke portofolio, langkah selanjutnya adalah membuat portofolio semenarik mungkin. Berikut langkahnya.

1. Buat portofolio dalam bentuk digital

Ilustrasi | Foto: Colorlib
info gambar

Untuk menjadi seorang content writer yang unik, Kawan GNFI perlu membuat portofolio dengan cara unik pula. Nah, Kawan GNFI bisa menyusun portofolio dalam bentuk digital. Ini bisa meningkatkan Kawan GNFI dalam mendapatkan pekerjaan freelance writer maupun penulis tetap.

Namun, Kawan GNFI harus memerhatikan 1 hal. Pastikan domain yang Kawan GNFI buat sesuai dengan isi portofolio sehingga desain dan suasana saling terpadu.

2. Membayar jasa pembuatan portofolio

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Baca Juga 5 Langkah Membuat Copywriting yang Memikat

Hampir kebanyakan kendala para content writer adalah membuat portofolio yang menarik. Padahal, portofolio tidak sekadar menampilkan tulisan. Melainkan, menyajikan visualisasi yang membuat HRD perusahaan maupun klien sehingga mereka mau menelusuri portofolio Kawan GNFI.

Kawan GNFI bisa membeli jasa pembuatan portofolio. Tentunya dengan pelaku jasa yang sudah terbukti kredibilitas pembuatan portofolionya.

3. Menampilkan isi dengan jelas dan rapi

Ilustrasi | Foto: Flash Fit Trainer
info gambar

Portofolio content writer sedikit berbeda dengan portofolio lainnya. Mengingat portofolio ini membutuhkan keterpaduan antara aspek tulisan Kawan GNFI dengan visual portofolio. Apakah sebaiknya tulisan ditampilkan secara keseluruhan atau tidak. Atau, apakah tulisan menggunakan font yang besar atau sedang.

Intinya, Kawan GNFI harus memastikan kalau isi portofolio Kawan GNFI jelas dan rapi. Gunakanlah font standar (times news roman, calibri) supaya portofolio Kawan GNFI terkesan profesional.

Kawan GNFI bisa memakai font judul 16pt dan isi 14pt. Jangan lupa untuk memperbesar ukuran spasi (bisa menjadi 1.5) agar tulisan dapat terbaca dengan enak. Hindari font warna pink atau hijau karena dapat mengganggu.

4. Perhatikan tata bahasa

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Baca Juga Perbedaan Dua Vaksin Covid-19

Last but not least, hindari kesalahan tata baca. Jika dari tadi kita membahas masalah visual, maka bagian tulisan pun penting untuk diperhatikan. Apalagi, sebagai content writer, kesalahan dalam tata bahasa merupakan kesalahan fatal. Bahkan, bisa jadi penyebab kegagalan Kawan GNFI dalam melamar pekerjaan.

Kawan GNFI harus memerhatikan penggunaan KBBI dan ketidakadaan typo. Jangan lupa tanda baca di tulisan, apakah Kawan GNFI sudah memasukkannya dengan benar dalam tulisan Kawan GNFI.

Nah, itu dia cara menyusun portofolio content writer. Seperti yang sudah penulis katakan di awal bahwa bidang kepenulisan semakin luas. Salah satunya Kawan juga bisa menjadi penulis artikel atau feature.

Nah, untuk lebih mengasah potensi menulis Kawan, ikuti Writing Challenge Batch 3 dengan tema "Inspirasi dari Sekitar". Informasi lebih lanjut kunjungi tautan berikut.*

Referensi: glints | magazine.job-like.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini