GESITS, Motor Listrik Karya Anak Bangsa yang Menginvasi Jalan Raya Senegal

GESITS, Motor Listrik Karya Anak Bangsa yang Menginvasi Jalan Raya Senegal
info gambar utama

Kabar baru nan membanggakan kembali dimiliki Indonesia, kali ini pencapaian berhasil diperoleh berkat motor listrik buatan asli tanah air yaitu GESITS yang diekspor ke Senegal. Langkah ekspor ini sekaligus menjadi bentuk promosi yang dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Dakar, Dindin Wahyudin, untuk memperkenalkan motor listrik buatan Indonesia sebagai kendaraan dengan teknologi yang ramah lingkungan.

Lewat acara seremonial yang berlangsung pada tanggal 8 Juni lalu di Promenade de Thiessois, Thiès, Senegal, acara simbolis tersebut dihadiri juga oleh berbagai pihak penting dan terkait di wilayah yang bersangkutan.

Beberapa pihak penting yang hadir di antaranya ialah Menteri Transformasi Sektor Kerajinan dan Informal Senegal, Gubernur Region Thiès, Konsul Kehormatan RI di Guinea-Bissau, Wakil Direktur Jenderal Bank of Africa, dan tentunya tak ketinggalan sejumlah calon pembeli motor GESITS.

Dubes RI Dakar, Dindin Wahyudin
info gambar

Secara bersamaan, seremonial dari langkah ekspor ini juga sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan diplomasi ekonomi untuk menembus pasar prospektif di wilayah Afrika Barat serta bentuk nyata dukungan program “BUMN Go-Global”.

Menurut informasi yang dimuat pada laman resmi Kemlu.go.id keberadaan motor listrik GESITS digunakan sebagai kendaraan operasional oleh Ndiaye Transport, sebuah layanan taksi motor modern di kota Thiès, yang juga merupakan pengguna motor GESITS pertama di Senegal.

Penggunaan motor GESITS diharapkan dapat mendukung program pemerintah setempat untuk menyediakan transportasi yang cepat, aman, murah, dan ramah lingkungan, serta dapat membuka lebih banyak lapangan kerja sebagai driver bagi masyarakat Senegal.

Baca juga Motor Listrik Gesits, Motor Listrik Buatan Indonesia

Sepak terjang GESITS sejak awal hadir sebelum sampai ke Senegal

Sekilas info bagi beberapa orang yang belum tahu, nama GESITS sejatinya merupakan akronim dari Garansindo Electric Scooter ITS. Ya, inisiasi kendaraan listrik ini pertama kali hadir lewat kerja sama yang terjalin antara PT Garansindo Inter Global dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tahun 2015.

Mengutip Kompas.com (7/11/2018), tidak langsung hadir dalam bentuk motor listrik canggih seperti sekarang, tentu GESITS awal mulanya lahir dari berbagai tahapan bentuk prototipe yang terus dikembangkan dari waktu ke waktu.

Adapun kehadiran prototipe GESITS pertama kali dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun 2015. Kemudian di tahun berikutnya versi pembaruan kembali dipamerkan di Gedung Riset Mobil Listrik, Surabaya.

Mohammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) kala itu, bahkan ikut melakukan pengujian perfroma dari pembaruan prototipe motor listrik GESITS yang dipamerkan.

Baca juga Perjanjian Kerjasama Produksi GESITS Mengukuhkan Kemajuan Teknologi Transportasi Indonesia

Setelah melalui serangkaian uji coba di medan jalananan asli sepanjang pulau Jawa dan menghasilkan performa yang dianggap memuaskan, keberadaan GESITS akhirnya masuk ke tingkatan yang lebih serius. Pada tahun 2017, terjalin penandatanganan kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan baik dari pihak pemerintah maupun pebisnis otomotif nasional di tanah air untuk langkah produksi dan pembuatan pabrik di kawasan industri yang sudah ditetapkan.

PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) dan PT. Gesits Technologies Indo (GTI), menjadi pihak yang bekerja sama dalam wujud joint venture dan akhirnya membentuk PT. Wijaya Karya Industri Manufaktur (WIMA) yang mengelola pabrik produksi GESITS di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat sampai saat ini.

Pada November 2018, perilisan resmi GESITS yang diproduksi lewat WIMA akhirnya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Jokowi kala itu menjajal langsung motor listrik tersebut dengan berkendara di sekitar wilayah istana.

Spesifikasi motor listrik GESITS

Berdasarkan info yang dimuat pada situs resmi Gesitsmotor.com motor listrik satu ini menggunakan tenaga listrik dengan daya motor 5KW. Dalam sekali pengisian daya, bisa digunakan untuk berkendara sejauh sekitar 50 km untuk baterai tunggal dan 100 km untuk baterai ganda.

Adapun jenis baterai yang digunakan adalah lithium-ion 72 Volt/20 Ah yang membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam untuk bisa terisi penuh. Bicara soal kecepatan, motor listrik satu ini memiliki 3 jenis mode berkendara dengan kecepatan yang berbeda, paling rendah yaitu pilihan mode Eco yang memiliki kecepatan 45 km per jam, diikuti mode Urban dengan kecepatan 60 km per jam, dan terakhir mode Sport dengan kecepatan maksimal 70 km per jam.

Baca juga Heboh! Motor Listrik Karya Indonesia Berhasil Lakukan Touring Sejauh 1.200 Kilometer

Menariknya, dasbor pada motor listrik satu ini ternyata sudah mengadopsi sistem smart feature yang bisa dihubungkan secara nirkabel menggunakan konektivitas bluetooth dengan aplikasi di perangkat ponsel pintar, sehingga membuat pengendara bisa memantau dengan mudah kondisi dan kesehatan motor. Untuk harga sendiri, per hari ini, Kamis (17/6/2021), GESITS dibanderol harga mulai Rp24,95 juta.

Kembali ke keberhasilan GESITS yang menjadi salah satu kendaraan ramah lingkungan di Senegal, dilaporkan bahwa lebih dari 200 orang telah mengisi formulir pemesanan dan setidaknya 200 unit motor GESITS direncanakan tiba di Senegal pada kuartal ke III tahun ini.

Adapun KBRI Dakar juga memastikan akan memfasilitasi dan memantau pengiriman motor GESITS agar tiba dengan baik dan sesuai dengan jadwal. Dalam kesempatan yang sama, pihak KBRI Dakar juga membahas soal harapan WIMA untuk turut membangun pabrik motor GESITS di kota Thiès, yang diyakini akan menjadi langkah awal GESITS untuk mampu menembus pasar Afrika lain, khususnya di wilayah Afrika Barat.

Baca juga Keren! Motor Listrik Karya Anak Bangsa Ini Bakal Dipajang di Galeri Internasional Makau

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini