Alternatif Perguruan Tinggi, Deretan Sekolah Kedinasan ini Jadi Favorit Bagi Lulusan SMA

Alternatif Perguruan Tinggi, Deretan Sekolah Kedinasan ini Jadi Favorit Bagi Lulusan SMA
info gambar utama

Bicara soal pendidikan pada tingkatan yang lebih tinggi, para pelajar lulusan SMA dan sederajat di tanah air belakangan baru saja melalui proses seleksi masuk ke berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Adapun dari sisi perguruan tinggi negeri, proses seleksi yang berjalan dilakukan secara serentak melalui berbagai jalur yang bisa dipilih oleh para calon mahasiswa, baik melalui jalur SNMPTN atau UTBK dan SBMPTN yang pelaksanaannya melibatkan pemerintah melalui Kemendikbudristek, ada pula jalur mandiri yang diselenggarakan langsung oleh masing-masing perguruan tinggi yang dituju.

Beberapa perguruan tinggi sudah pasti menjadi pilihan favorit bagi hampir sebagian besar calon mahasiswa di tanah air, sebut saja UI, UNPAD, ITB, IPB, UNDIP, dan masih banyak lagi. Bukan tanpa alasan, dipilihnya deretan perguruan tinggi negeri tersebut sudah pasti karena dilatarbelakangi kualitas pendidikan dan sistem pembelajaran yang membuat perguruan tinggi terkait dilabeli sebagai institusi terbaik untuk mengenyam pendidikan.

Tapi, di sisi lain nyatanya ada jenis instansi pendidikan setara perguruan tinggi yang tidak kalah populer dan bahkan menjadi pilihan utama bagi para pelajar lulusan SMA dan sederajat yang sudah memiliki rencana karir di bidang tertentu, yaitu sekolah kedinasan.

Baca juga Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Jumlah Perguruan Tinggi Terbanyak di Dunia

Sesuai namanya, sekolah kedinasan merupakan institusi setara perguruan tinggi yang memiliki ikatan dinas dengan berbagai lembaga pemerintahan sebagai penyelenggara pendidikan. Tidak hanya itu, sekolah kedinasan yang ada di tanah air pada dasarnya memiliki prospek kerja yang pasti karena lulusannya akan langsung menjadi CPNS.

Tidak heran, bagi para pelajar lulusan SMA dan sederajat yang sudah memiliki rencana karir di bidang tertentu biasanya langsung menargetkan sekolah kedinasan tertentu yang berkaitan dengan rencana karir yang dimiliki.

Hal lain yang membuat sekolah kedinasan banyak diminati dan tidak kalah populer adalah, kebijakan di mana sebagian besar sekolah kedinasan yang ada hampir sepenuhnya tidak memungut biaya pendidikan selama masa akademik dijalankan oleh para mahasiswa, namun tentunya dengan kebijakan pendidikan yang harus dipatuhi. Adapun apabila terdapat biaya yang harus dibayarkan biasanya berupa biaya pendaftaran atau administrasi yang hanya terdapat satu kali di awal selama masa pendidikan.

Apa saja sekolah kedinasan yang ada di Indonesia dan tak kalah populer dari perguruan tinggi? Berikut daftarnya.

Baca juga Angkatan Corona: Wisuda Daring, Susah Cari Kerja, Hingga Quarter Life Crisis

Politeknik Keuangan Negara - Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN)

Seragam mahasiswa PKN STAN
info gambar

Sekolah kedinasan satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya. Sebelum dikenal dengan nama PKN STAN seperti sekarang, institusi pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan ini berawal dari program Kursus Djabatan Ajun Akuntan yang dimulai pada tahun 1952.

Terus mengalami perubahan dari yang mulanya hanya sebatas program kursus menjadi akademi, lalu institut dan juga politeknik, perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2015 yang membuat sekolah kedinasan satu ini memiliki nama terakhir Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN.

Menilik dari situs resminya, PKN STAN saat ini memiliki 4 jurusan pendidikan yang memang berkaitan dengan bidang keuangan, yaitu Akuntansi, Pajak, Kepabeanan dan Cukai, serta Manajemen Keuangan. Semuanya tersedia dalam pilihan jenjang Diploma-I sampai Diploma-III, kecuali untuk jurusan Akuntansi yang hanya memiliki pilihan jenjang Diploma-III dan Diploma-IV.

Baca juga Penghargaan Disertasi Akuntansi Terbaik Dunia Ternyata Diraih Oleh Dosen Asal Indonesia.

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

Gedung kampus STIS
info gambar

Sesuai namanya, sekolah kedinasan satu ini berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Namun berdasarkan keterangan dari laman resmi STIS, dalam pembinaan secara teknis akademik dilakukan oleh Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi, yang berarti saat ini berada di bawah naungan Kemendikbudristek.

Sama halnya dengan PKN STAN, pembentukan STIS juga melalui jalan panjang sebelum hadir sebagai institusi pendidikan seperti saat ini, STIS awalnya didirikan tahun 1958 yang dimulai lewat keberadaan Akademi Ilmu Statistik (AIS), terakhir di tahun 2018 dibuat surat edaran yang menetapkan STIS sebagai Politeknik Statistika STIS.

Untuk pilihan program studi, STIS memiliki dua jurusan yaitu Statistika yang tersedia dalam jenjang Diploma-III dan Diploma-IV, serta Komputasi Statistik dalam jenjang Diploma-IV.

Baca juga BPS Rekrut 390.000 Pekerja Tahun 2020 untuk Sensus Penduduk Wawancara

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Barisan mahasiswa IPDN
info gambar

IPDN merupakan sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri untuk mendidik lulusan pekerja pemerintahan baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat. Dalam pembentukannya, institusi pendidikan satu ini diawali oleh Akademi Pemerintahan Dalam Negeri pada tahun 1956.

Membentuk institusi yang berbeda di tahun-tahun berikutnya, pada tahun 2004 Berdasarkan Keppres No. 87 Tahun 2004 dua institusi serupa yang ada, yaitu Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dilebur menjadi satu dan membentuk IPDN yang ada hingga saat ini.

Adapun dalam hal penjurusan, IPDN memiliki 3 program studi yang tersedia yaitu Fakultas Politik Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat yang tersedia dalam pilihan jenjang Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor.

Baca juga Kemendagri Luncurkan Aplikasi Untuk Layani Masalah Pelayanan Pemerintahan

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

Pelantikan Taruna STMKG
info gambar

Sesuai namanya, sekolah kedinasan satu ini berada di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) yang pertama kali didirikan pada tahun 1955 dengan nama Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG). Kala itu, kampus dari institusi ini masih berada di kawasan ITB sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta pada tahun 1960.

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014, institusi ini akhirnya baru ditetapkan sebagai Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) sampai saat ini.

Untuk program studi, STMKG memiliki empat jurusan yang terdiri dari Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Instrumentasi yang masing-masing tersedia dalam jenjang Diploma-IV.

Baca juga Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya PVMBG dan BMKG

Politeknik Siber dan Sandi Negara (POLTEK SSN)

Taruna POLTEK SSN
info gambar

Lebih banyak dikenal sebagai Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), institusi pendidikan ini berawal dari pendidikan sandi pada tahun 1946, bersamaan dengan berdirinya organisasi sandi di Kementerian Pertahanan, yang pada saat itu dikenal dengan nama Bagian Code Kementerian Pertahanan Bagian B (Intelijen). Pada tahun 1947 dibentuk pendidikan sandi dengan sistem magang.

Melansir situs resmi poltekssn.ac.id sama halnya seperti PKN STAN yang mengalami banyak perubahan bentuk instansi dari tahun ke tahun, terakhir kali di tahun 2019, sekolah kedinasan satu ini akhirnya secara resmi dibentuk sebagai POLTEK SSN yang menjadi instansi pendidikan khusus dalam persandian dan keamanan siber.

Berada di bawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), POLTEK SSN memiliki 3 program studi Diploma-IV yaitu Rekayasa Keamanan Siber, Rekayasa Kriptografi, dan Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi.

Baca juga Mengenal Lebih Jauh Tentang Badan Siber dan Sandi Negara

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Taruna STIN
info gambar

Berbeda dengan sekolah kedinasan sebelumnya yang sudah ada sejak lama, STIN yang berada di bawah naungan Badan Intilijen Negara (BIN) dapat dikatakan masih terbilang baru. STIN diawali dari berdirinya Institut Intelijen Negara (IIN) pada tahun 2003 yang diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri kala itu.

Baru di tahun 2004 IIN berganti nama menjadi STIN, dan berdasarkan UU No. 17/2011 lulusan dari STIN ditetapkan menjadi sumber utama untuk sumber daya manusia bagi BIN. Adapun tingkat pendidikan yang dimiliki oleh STIN terdiri dari jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor.

Terkait program studi, untuk jenjang Sarjana STIN memiliki program studi jurusan Agen Intelijen, Teknologi Intelijen, Cyber Intelijen, dan Ekonomi Intelijen.

Baca juga Lebih Dekat dengan BIN, Garda Terdepan Penjaga Stabilitas Politik

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini