Ekspor Furnitur Indonesia ke Kanada Meningkat 49,4 Persen di Kuartal I 2021

Ekspor Furnitur Indonesia ke Kanada Meningkat 49,4 Persen di Kuartal I 2021
info gambar utama

Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki keunggulan dalam hal kerajinan, termasuk karya seni terapan layaknya furnitur atau mebel yang sudah tidak asing lagi bahkan menjadi mata pencarian utama bagi sekelompok masyarakat di wilayah tertentu.

Jepara jadi salah satu wilayah di tanah air yang menyandang predikat sebagai pusat kerajinan dengan karya yang sudah terkenal bahkan sampai ke mancanegara, termasuk kerajinan dalam bentuk furnitur atau mebel yang kekinian sudah menjadi hal utama di industri rumah tangga.

Tidak main-main, keunggulan karya furnitur yang dihasilkan para pengrajin tanah air di industri ini nyatanya sudah diperhitungkan dan diakui berbagai negara, bahkan negara-negara di wilayah Eropa saat ini juga mengandalkan hasil karya furnitur dari Indonesia untuk turut serta meramaikan industri rumah tangga ini di masing-masing negara yang bersangkutan.

Terbukti, pada tahun 2015 saja berbagai produk furnitur tanah air semakin memperluas pangsa pasarnya di berbagai negara. Lewat pameran The 21st China International Furniture Expo 2015, kala itu furnitur hasil karya pengrajin Indonesia laris manis dan berhasil mencatatkan transaksi sekitar 3,6 juta dolar AS.

Baca juga Mengenal Lebih Dalam Furnitur Jepara Asli Indonesia Yang Mendunia

Bersamaan dengan hal itu, di tahun yang sama nyatanya didirikan sentra kerajinan dan furnitur Indonesia di Rusia yang berlokasi di 25/1 Praporshika Komarova, Vladivostok. Dalam pelaksanaannya, pembukaan pusat kerajinan dan furnitur ini ternyata sekaligus menjadi hadiah ulang tahun ke 65 hubungan diplomatik Indonesia–Rusia dan merupakan wujud nyata peningkatan hubungan kerja sama ekonomi kedua negara.

Melansir kemlu.go.id, ​Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor mebel terbesar di dunia. Pada tahun 2019, Indonesia mencatatkan nilai ekspor senilai 1,7 milyar dolar AS. Lima negara tujuan utama ekspor mebel Indonesia adalah AS, Jepang, Belanda, Jerman, dan Belgia.

Bersaing sengit dengan China dan Vietnam

INDONESIA DI PAMERAN MEBEL IMM KÖLN 2017
info gambar

Bukan menjadi satu-satunya yang terbaik, tentu akan selalu ada pesaing yang justru membuat industri furnitur atau mebel ini semakin ramai di pasar dunia dan nyatanya selalu memacu para pengrajin tanah air untuk selalu menghasilkan karya dengan mutu dan kualitas terbaik untuk bisa bersaing secara ketat.

IMM Cologne, merupakan salah satu dari segelintir pameran furnitur internasional yang rutin diadakan di Jerman tiap tahunnya, dan sudah pasti diikuti Indonesia sebagai salah satu negara yang selalu aktif berpartisipasi memamerkan berbagai hasil karya yang dimiliki.

Lewat gelaran tersebut pula, berbagai furnitur Indonesia nyatanya mendapat perhatian khusus bahkan dinilai berkualitas baik dan dianggap bisa memenuhi selera Eropa. Pada tahun 2017, Indonesia mengirim 22 pengusaha mebel ke pameran ini yang tidak hanya menyasar pelanggan dalam bentuk korporat namun banyak juga konsumen individu.

Baca juga Kerajinan Lokal Semakin Diminati, dengan Dukungan Alat Canggih Industri Mebel RI Pantas Kuasai Dunia

Dalam pameran tersebut, pembeli yang hadir juga berasal dari berbagai negara lain di antaranya Inggris, Spanyol, Italia, Austria, Swiss, Norwegia, Swedia, hingga Amerika Latin dan Dubai.

Melansir dw.com, para pengrajin furnitur tanah air mengakui bahwa pesaing terberat merupakan pengrajin furnitur yang berasal dari China dan Vietnam karena kemampuan mereka untuk melakukan produksi dengan harga yang lebih rendah. Namun, di sisi lain pengrajin tanah air menyatakan tetap percaya diri akan kualitas produk yang dimiliki dan sejatinya tidak khawatir karena pasar Eropa tetap berorientasi pada kualitas dibanding harga yang murah.

Perusahaan Kanada yang berinvestasi di sektor furnitur dan mebel Indonesia

Ungkapan sebelumnya yang menyatakan kualitas furnitur Indonesia dapat memenuhi selera pasar Eropa nyatanya terbukti secara berkelanjutan, perusahaan asal Kanada yaitu Avanica Corporation menjadi salah satu pihak yang berinvestasi di industri furnitur tanah air, khususnya sektor produksi wooden furniture di Jepara, Jawa Tengah.

Produk furnitur buatan Indonesia nyatanya laris dipasarkan di tiga wilayah Kanada yaitu Ontario, Saskatchewan, dan Manitoba. lewat siaran pers yang dimuat pada laman resmi Kementerian Luar Negeri, Konsul Jenderal RI Toronto, Leonard F. Hutabarat bahkan mendorong agar berbagai produk furnitur yang dimiliki Indonesia juga dapat lebih luas dipasarkan ke berbagai wilayah Kanada lain lewat Avanica Corporation.

Dalam pernyataannya, CEO Avanica Corporation, Sinthusan Sivagnanam bahkan menyampaikan bahwa angka ekspor furnitur Indonesia ke Kanada terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Baca juga Aljazair Minati Mebel Indonesia

Ekspor Kanada
info gambar

Statistics Canada mencatat bahwa pada tahun 2020 ekspor furnitur Indonesia ke Kanada meningkat sekitar 21,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pada Triwulan I 2021, ekspor produk tersebut meningkat sebesar 49,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

Menyikapi angka ekspor yang terus meningkat setiap tahunnya, Sivagnanam juga menambahkan bahwa manufaktur furnitur yang diandalkan dari Indonesia tidak hanya berasal dari Jepara, melainkan juga berasal dari Yogyakarta dan Solo, guna memenuhi permintaan di pasar Kanada dan AS, Avanica telah menjalin kerja sama dengan sejumlah UMKM di 3 kota tersebut.

Walau begitu, nyatanya ada hal lain yang menjadi kendala dan tantangan dalam peningkatan ekspor yang sejatinya bisa mencapai angka lebih tinggi dari yang saat ini sudah diraih Indonesia. Masih dalam kesempatan yang sama, CEO Avanica mengungkap bahwa kelangkaan kontainer dan harga kontainer yang meningkat 10 kali lipat di masa pandemi menjadi kendala yang cukup serius.

Sebagai contoh, banyaknya furnitur yang diekspor tiap bulan sejatinya bisa mencapai 60 kontainer, namun karena kelangkaan dan biaya yang tinggi membuat ekspor hanya bisa dilakukan sebanyak 24 kontainer dan jauh dari target yang diharapkan. Karena itu, dalam pernyataannya CEO Avanica berharap hal tersebut bisa mendapat perhatian dan solusi khusus dari pemerintah Indonesia.

Baca juga Industri Mebel Dongkrak Perekonomian Nasional

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini