Ekspor Mainan Anak Tembus 343 Juta Dolar AS, Action Figure Bima S Toys Jadi Harapan Baru

Ekspor Mainan Anak Tembus 343 Juta Dolar AS, Action Figure Bima S Toys Jadi Harapan Baru
info gambar utama

Indonesia sejatinya memiliki berbagai macam sektor ekspor yang menjadi salah satu penggerak utama dalam perekonomian tanah air. Faktanya tidak hanya dari sektor pokok seperti migas, pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan, industri nonmigas justru menjadi penyumbang terbesar dalam eskpor yang dilakukan Indonesia dari tahun ke tahun.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto. Berdasarkan data yang dimiliki, terbukti bahwa struktur ekspor menurut sektor, nonmigas menyumbang 94,36 persen dari total ekspor di bulan Februari 2021.

Tentu ada banyak jenis ekspor nonmigas yang tercatat dimiliki Indonesia, di antaranya produk keramik, makanan olahan buah dan sayur, perangkat musik, dan masih banyak lagi. Namun di antara sekian banyak ekspor nonmigas yang dimiliki, ada satu jenis yang tercatat memiliki peningkatan nilai ekspor yang signifikan dari tahun ke tahun, setidaknya sejak tahun 2016 hingga tahun 2020 yang mau tidak mau mengalami sedikit penurunan karena dipengaruhi situasi pandemi, yaitu ekspor mainan.

Baca juga Ekspor Furnitur Indonesia ke Kanada Meningkat 49,4 Persen di Kuartal I 2021

Tercatat, berdasarkan situs statistik Kemendag, mainan produksi tanah air rupanya memiliki nilai ekspor yang lebih tinggi sebesar nyaris dua kali lipat dari nilai ekspor makanan olahan buah dan sayur, dan lebih unggul dibanding beberapa ekspor nonmigas lainnya di sepanjang tahun 2016 hingga 2020.

Angka ekspor tahun lalu dilaporkan menembus 343 juta dolar AS atau setara Rp4,9 triliun. Masih berdasarkan sumber yang sama, pencapaian yang meningkat diprediksi berlanjut di tahun 2021 yang mulai menunjukkan geliat bangkit dibanding tahun 2020 lewat proyeksi tren positif di tahun berikutnya.

Industri mainan anak jadi salah satu fokus ekspor Kemenperin

Pencapaian nilai ekspor yang dimiliki oleh industri mainan anak rupanya mendapat perhatian dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang terus mendorong keberadaan industri tersebut di tanah air untuk semakin meningkatkan inovasi produknya, sehingga mampu bersaing dengan produk impor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengungkap, bahwa ratusan unit usaha mainan anak yang ada termasuk ke dalam salah satu industri yang memberi pengaruh besar bagi lapangan kerja di Indonesia.

Baca juga Mainan "Made In Indonesia" Dipamerkan di Toys Fair di Jerman.

Menteri Perindustrian
info gambar

“Potensi kita terdapat 131 unit usaha mainan anak pada skala industri menengah dan besar. Dari jumlah unit usaha tersebut, telah mempekerjakan lebih dari 36 ribu orang. Artinya, sektor padat karya ini temasuk yang memiliki orientasi ekspor,” ungkap Agus.

Sejalan dengan pencapaian tersebut, berbagai bentuk dukungan nyatanya juga diberikan oleh Kemenperin melalui Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), untuk para pelaku industri mainan anak dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, salah satunya kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mempermudah para pelaku usaha di industri tersebut guna memperluas pasar dan wilayah ekspornya.

Perilisan action figure Bima S Toys yang tembus penjualan 1 juta mainan

Menparekraf Sandiaga Uno
info gambar

Bersamaan dengan laporan yang dimiliki Kemenperin mengenai peningkatan angka eskpor mainan, salah satu pelaku di industri ini nyatanya baru saja menghadirkan produk baru yang mencuri perhatian sekaligus apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yaitu action figure Bima S Toys.

Action figure Bima S sendiri merupakan pengembangan dari karakter animasi BIMA Satria Muda yang hadir sejak tahun 2013, sebagai bentuk adaptasi dari serial animasi superhero yang terinspirasi dari serial kamen rider asal Jepang, namun dalam pembuatan karakternya disesuaikan dengan identitas dan ciri khas Indonesia.

Baca juga Perjalanan Heroik Karakter Komik Superhero Indonesia

Sebagaimana hak paten dari karakter ini berada di bawah kepemilikan MNC Group sejak awal perilisan animasinya, kehadiran Bima S Toys pun dihadirkan langsung lewat unit bisnis MNC Licensing yang bekerja sama dengan pabrik mainan PT Royal Kreasi Cemerlang.

Sejak awal perilisannya, Bima S Toys diklaim langsung meraih penjualan sebanyak 1 juta mainan, yang sepenuhnya mendukung program karya anak bangsa karena mengedepankan konsep Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan end-to-end local, di mana pembuatan dan produksi sepenuhnya dilakukan di dalam negeri.

Bersamaan dalam perilisan mainan yang diselenggarakan hari Rabu, (16/6/2021), dihadirkan juga beberapa mainan pelengkap dari action figure utama Bima S Toys, di antaranya Action Figure Eagle, Action Figure Masked Warrior, dan Bima S Mask and Fire Sword.

Melansir Sindonews, pada perilisan action figure Bima S Toys yang juga dihadiri oleh Menparekraf, Sandiaga Uno tidak hanya menyampaikan bentuk apresiasi terhadap mainan yang menurutnya jadi salah satu karya anak bangsa yang dibanggakan, dirinya juga menyampaikan harapan akan industri kreatif tanah air yang dapat diandalkan, "Saya meyakini ini (industri mainan) akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Karya ini bagian dari kontribusi ekonomi kreatif" jelas Sandiaga Uno.

Baca juga Indonesia Jadi Inisiator Resolusi Ekonomi Kreatif Dunia 2021

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini