Mengungkap Pesona Tari Batik Pace, Atraksi Gerakan yang Mampu Membius Penontonnya

Mengungkap Pesona Tari Batik Pace, Atraksi Gerakan yang Mampu Membius Penontonnya
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

#WritingChallenge#InspirasidariKawan#NegeriKolaborasi

Kawan, Indonesia memang tak pernah bosan membuat warganya bangga dengan pesonanya. Baik itu kuliner lokal, destinasi wisata, kekayaan budaya dan kearifan lokal, hingga bahasa daerah di Indonesia, semua itu berhasil mendapatkan gelar-gelar bergengsi di dunia. Tarian daerah di Indonesia pun tak luput dari ini.

Melansir laman Liputan6.com, Indonesia diketahui memiliki kurang lebih 300 jenis tarian daerah. Setiap tarian daerah tersebut merefleksikan paradigma, kehidupan, dan budaya masyarakat lokal. Esensi dan nilai-nilai lokal dari tarian-tarian ini dikomunikasikan dalam liukan antar liukan dengan harapan dapat memberikan edukasi sembari menghibur penontonnya.

Cerita di Balik Tari Gandung Khas Banyuwangi

Sejarah singkat Tari Batik Pace

Tari Batik Pace yang berasal dari Jawa Timur ini terinspirasi dari hobi pendiri Kota Pacitan, yaitu Tumenggung Setraketipa. Di sela-sela perjuangan mendirikan kota itu, ia kerap kali meminum sari buah pace (mengkudu) yang banyak tumbuh di wilayah Pacitan.

Ini pun membuat kebanyakan masyarakat Pacitan meyakini kalau nama Pacitan bermuara dari kalimat “pace sak pengetan”, yang bisa diartikan sebagai tempat buah pace. Kepercayaan masyarakat Pacitan semakin menguat dengan dibukukannya kisah pendiri Kota Pacitan dalam kitab Babad Ing Pacitan.

Tambah lagi, atraksi Tari Batik Pace secara keseluruhan memuat sejarah dari buah pace dan memperkenalkan keindahan dari batik pace. Menurut penciptanya, yaitu Anang yang sekaligus sebagai pendiri Sanggar Blarak Pacitan, esensi dari Tari Batik Pace dibungkus dalam gerakan tari yang memesona.

Asal-Usul Tari Lengger, Tarian Pengingat kepada Sang Pencipta

Alur pertunjukan Tari Batik Pace

Tari Batik Pace | Foto: Indonesia Kaya
info gambar

Jika Kawan beruntung mendatangi pertunjukan Tari Batik Pace, Kawan akan melihat sendiri bagaimana alur pertunjukan dari tarian ini. Secara garis besar, koreografi tarian tersebut akan mempertontonkan kegiatan membatik. Mulai dari menaruh lilin ke canting yang berada di atas permukaan kain, gerakan mencelup untuk mewarnai, hingga langkah per langkah mengeringkan kain.

Adapun Tari Batik Pace akan melibatkan peran lima penari perempuan. Pertunjukkan dibuka dengan masuknya para penari ke atas pentas dengan gerakan memutar cepat di depan panggung. Usai itu, para penari bakal membentuk suatu formasi, di mana tiga orang mengambil bagian sudut kiri panggung dan dua orang lainnya menempati sudut kanan panggung.

Kemudian, para penari meraih media kain batik pace-nya masing-masing dan meletakkannya di bagian belakang pinggul mereka. Pemilihan batik disesuaikan dengan keselarasan antara corak dan warnanya dengan kostum para penari dan latar dari Tari Batik Pace. Kain batik tersebut pun diputarkan ke depan selagi tubuh menari menghadap ke penonton.

Atraksi semakin menggugah euforia tatkala kelima penari mengayunkan kakinya ke arah kiri dan ke kanan, kemudian mereka bersama-sama bergerak lincah dan berbaris, sembari menahan kain batik yang sudah melingkar di tubuh. Gerakan-gerakan tarian yang berlangsung secara kontinyu tanpa putus itu sungguh membuat hati para penonton berdebar-debar.

Sepenggal Kisah Para Pemetik Teh di Jawa Barat dalam Tari Panat

Terlebih, selama momen pertunjukan, hati para penonton akan tergerus dengan alunan indah musik dari Tari Batik Pace. Alunan musik ini didendangkan oleh dua orang pemukul tabuh perkusi dan dua orang pemain slenthem.

Kedua alat musik ini mengeluarkan corak keindahan bunyinya masing-masing, lantas saling berpadu dengan rapi hingga menghasilkan suara yang apik. Seolah-olah bunyi dari kedua alat musik ini melantunkan peristiwa dari Tari Batik Pace dan suara dari kelima penari.

Hingga detik ini, Tari Batik Pace masih terus diabadikan dan dipelajari oleh beberapa sanggar seni yang berlokasi di Jawa Timur. Tujuannya, biar bisa menjaga kelestarian kesenian tradisional sehingga dapat diwariskan di generasi berikutnya.

Buktinya, beberapa festival budaya kerap kali mengundang tim pemain Tari Batik Pace untuk menampilkan keindahan atraksi mereka. Sebagai masyarakat Indonesia, tentu kita memiliki tanggung jawab dalam menjaga kekayaan seni budaya tanah air. Agar suatu saat nanti generasi penerus dapat tetap mempertunjukkan Tari Batik Pace di pentas tingkat nasional dan dunia.

Kawan, sudah sepantasnya kita sebagai generasi muda turut melestarikan beragam tarian dan budaya di Indonesia. Jika tidak bisa terjun langsung, Kawan bisa lho menuliskannya supaya di masa depan menjadi sejarah yang tak dilupakan.

Kawan bisa menuliskan beragam kisah inspiratif dari tarian-tarian Indonesia dengan mengikuti Writing Challenge Batch 3. Informasi lebih lanjut silakan kunjungi tautan berikut.*

Referensi:Indonesia Kaya | ilmuseni.com | Kikomunal | Liputan6.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini