Berdiri dengan Gagah, Patung Gajah Mada di Mojokerto Pecahkan Rekor MURI Indonesia

Berdiri dengan Gagah, Patung Gajah Mada di Mojokerto Pecahkan Rekor MURI Indonesia
info gambar utama

Sosok Gajah Mada merupakan sosok yang sangat disegani oleh masyarakat dan merupakan seorang panglima perang, serta tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahit. Hal ini dikarenakan dedikasinya sebagai mahapatih kerajaan Majapahit. Ia terkenal dengan sumpah Amukti Palapanya, di mana tidak akan berhenti berpuasa sebelum menyatukan nusantara.

Ia menjadi Mahapatih atau menteri besar pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi, dan kemudian sebagai Amangkubhumi atau perdana menteri. yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya.

Jasanya menjadi goresan sejarah yang tidak pernah hilang dari perjalanan sejarah di bumi nusantara. Salah satu wujud penghargaan atas jasanya adalah dibangunnya Patung Gajah Mada di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Baca JugaMengorek Mayang Rontek, Tarian Khas Mojokerto

Pembangunan patung Gajah Mada berawal dari usulan di Forum Keraton se-Nusantara tahun 2004 lalu. Namun, usulan tersebut baru ditindaklanjuti pada tahun 2014 sampai 2016. Akhirnya, di tahun 2016, patung ini dimulai pembangunannya oleh Mulyono selaku pemiliki Wisata Desa Bumi Mulyojati di kompleks wisata miliknya.

Lokasi wisata tersebut terletak di desa Radugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Proses pembangunannya pun dilakukan oleh warga asli Mojokerto sendiri dengan mengikuti arahan dari Forum Keraton se-Nusantara, serta berdasarkan ritual-ritual yang telah dilakukan.

Uniknya, semua prosesnya dilakukan dengan manual dan sang penggagas tidak pernah mentotal besarnya biaya pembangunan. Setelah enam tahun, patung ini akhirnya selesai dikerjakan dan dapat berdiri dengan gagahnya.

Filosofi patung Gajah Mada

kontruksi pembangunan patung Gajah Mada
info gambar

Baca JugaRawon Jawa Timur Terpilih Sebagai Sup Terenak se-Asia 2020 Versi TasteAtlas

Adapun tinggi dari Patung Gajah Mada ini, yaitu tinggi rekontruksi 32 meter dan memiliki nilai-nilai filosofis. Dimulai dari tinggi pondasi, yaitu 9 meter. Angka tersebut melambangkan angka yang baik.

Berlanjut ke tumpuan arca, yaitu dengan tinggi 6 meter. Angka tersebut menyimbolkan jumlah rukun iman. Terakhir tinggi dari tumpuan arca sampai puncak adalah 17 meter. Hal tersebut menyimbolkan jumlah rakaat sholat lima waktu. Filosofi ini juga tidak terlepas dari buah pemikiran para tokoh di Forum Keraton se-Nusantara.

Sebelum peresmian, patung ini terlebih dahulu digunakan sebagai proses ritual oleh para Raja Nusantara. Raja tersebut berasal dari daerah Cirebon sampai Bali. Proses ritual ini dilakukan pada 8 Desember 2020 lalu.

Setelah acara ritual selesai, akan dililitkan kain berwarna kuning pada patung dan dibiarkan sampai hari peresmian itu tiba. Ritual ini dilakukan agar bangunan patung ini dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga sekitar Kabupaten Mojokerto.

Peresmian dan Penganugerahan Rekor MURI Indonesia

foto peresmian dan pemberian penghargaan REKOR MURI sebagai patung Gajah Mada tertinggi di Indonesia
info gambar

Baca Juga Tenun Songket Silungkang Tembus Musem Rekor Indonesia

Hari peresmian pun tiba. Tepatnya pada 11 April 2021 lalu bertempat di pintu masuk wisata desa BMJ Majapahit. Patung ini diresmikan oleh Bupati Kabupaten Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Pada peresmian tersebut, Mulyono selaku sang penggagas juga diberikan piagam penghargaan dari Rekor MURI Dunia Indonesia sebagai Patung Gajah Mada tertinggi di Indonesia.

Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh senior manajer Rekor MURI, Sri Widarti dan resmi dicatat sebagai rekor ke 9.901. Peresmian tersebut tidak hanya dihadiri oleh para anggota kepala daerah, tetapi juga dihadiri oleh tokoh-tokoh budaya di Kabupaten Mojokerto dengan seragam busana mayoritas didominasi warna hitam.

Acara tersebut juga digelar dengan penuh rasa bangga akan monumen baru yang megah setelah beberapa tahun dibangun setahap demi setahap. Banyak harapan yang tertuai setelah peresmian patung tersebut. Harapan yang pertama adalah patung tersebut bisa menjadi ikon Mojokerto sehingga dapat meningkatkan pariwisata di Kabupaten Mojokerto. Jika kualitas pariwisatanya baik, bukan tidak mungkin dapat mengangakat tingkat perekonomian warga sekitar.

Harapan kedua adalah sebagai tokoh inspirasi khususnya generasi milenial di Kabupaten Mojokerto, agar mengingat pengorbanan Gajah Mada untuk menyatukan nusantara. Hal ini juga diharapkan sebagai sarana pelestarian dan edukasi budaya di bumi Majapahit.*

Referensi:FaktualNews | beritajatim.com | suaramojokerto.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini