Sepeda Lipat ala Brompton Buatan Bandung, Siap Ekspansi ke Negeri Jiran

Sepeda Lipat ala Brompton Buatan Bandung, Siap Ekspansi ke Negeri Jiran
info gambar utama

Tren bersepeda yang dijadikan rutinitas bagi kebanyakan orang yang baru menggeluti jenis olahraga satu ini masih dapat dikatakan populer. Belum menunjukkan tanda-tanda keredupan untuk terus digandrungi berbagai kalangan, keberadaan olahraga satu ini masih berpotensi mendatangkan peminat baru.

Terlepas dari fenomena bersepeda yang mungkin hanya dianggap sebagai tren yang umumnya banyak dijadikan gaya hidup baru sehingga banyak menarik minat sebagian besar orang untuk melakukan hal serupa, tak dimungkiri bahwa tren satu ini banyak memberikan pengaruh positif karena bisa sekaligus meningkatkan kesadaran akan salah satu aspek pola hidup sehat, terutama di tengah situasi yang rentan akan penyakit seperti saat ini.

Tentu aktivitas bersepeda diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, namun dapat terus bertahan atau bahkan menjadi pilihan aternatif dalam mobilitas sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Sejalan dengan potensi tersebut, rupanya fenomena atau tren bersepeda yang ada dipandang sebagai peluang yang baik bagi para pelaku usaha di industri terkait, apa lagi jika bukan bagi para produsen sepeda itu sendiri. Hal tersebut terbukti dengan munculnya salah satu produsen sepeda lipat yang baru-baru ini dilaporkan mengalami peningkatan bisnis dan bahkan mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Baca juga Sepeda yang Kuasai Jalan Ibu Kota pada Zaman Hindia Belanda

Kreuz, pabrikan sepeda lipat asal Bandung

Pabrik Kreuz Bike Bandung
info gambar

Indonesia ternyata memiliki sejumlah pabrikan sepeda dengan jajaran produk yang diperhitungkan kualitasnya dan tidak kalah saing dengan produk sepeda dari negara lain. Terbaru, industri sepeda tanah air kedatangan pemain yang masih terbilang cukup baru yaitu Kreuz Bike Indonesia yang berasal dari Bandung.

Jenis sepeda praktis yang bisa dengan mudah dibawa kemanapun bagi masyarakat yang mengikuti tren bersepeda nyatanya dilihat Kreuz sebagai peluang untuk dijadikan fokus utama, sehingga pabrikan satu ini memutuskan untuk menjadikan sepeda lipat sebagai spesialisasi jenis sepeda yang mereka produksi.

Produk andalannya yaitu Kreuz Bike diklaim sebagai sepeda 3 lipatan yang dirancang dan dikembangkan menyesuaikan dengan kontur jalanan di Indonesia. Dalam pembuatannya, sepeda-sepeda yang dihasilkan dilakukan secara handmade namun tetap menggunakan bantuan mesin yang mumpuni.

Saat awal kemunculannya, sepeda lipat milik Kreuz banyak mencuri perhatian karena desainnya dianggap mirip dengan tampilan sepeda kenamaan Brompton. Adapun dari komponen untuk perakitan sepeda yang diproduksi, Kreuz mengklaim bahwa mereka membuat tiap komponennya sendiri dengan melibatkan UMKM di wilayah terkait yang tetap mengedepankan kualitas dengan harga terjangkau.

Baca juga Kreuz, Sepeda Brompton "Made in Bandung" yang Laris Manis

Menariknya, pada awal berdiri sejak tahun 2018 Kreuz ternyata hadir bukan sebagai pabrikan sepeda melainkan memproduksi aksesoris sepeda berupa tas-tas touring dan front bag. Langkah bisnis membuat sepeda lipat dimulai saat sedang mulai populer di tahun 2019.

Bersamaan dengan tren bersepeda yang populer di tahun lalu (2020), sepeda besutan Kreuz rupanya mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo yang kala itu dilaporkan memesan dua unit sepeda untuk digunakan bersepeda di kawasan Istana Kepresidenan.

Mendapat perhatian khusus dan dinilai berpotensi untuk meningkatkan produksi sepeda buatan dalam negeri, Kreuz akhirnya mendapat sertifikat SNI yang diberikan langsung oleh Kemenperin pada bulan Februari 2021 lalu, dan mendapat dukungan untuk bisa memasarkan produknya di pasar global mengikuti jajaran pabrikan sepeda tanah air lainnya.

Melansir laman resmi Kemenperin, pemilik Kreuz yaitu Yudi Yudiantara menyatakan kalau produksi sepeda yang dijalankan saat ini meningkat pesat sejalan dengan pesanan yang terus masuk untuk beberapa tahun ke depan. Lebih tepatnya, saat ini sudah ada pemesanan sepeda lipat yang akan diproduksi hingga tahun 2023, dengan peningkatan produksi dari yang awalnya hanya 10 sampai 15 unit sepeda lipat per bulan menjadi 160 unit per bulan.

“Meningkatnya produksi didorong oleh naiknya permintaan terhadap sepeda buatan dalam negeri. Ini juga merupakan pengaruh dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diinisiasi oleh Pemerintah,” ungkap Yudi.

Tidak hanya di pasarkan dalam negeri, permintaan sepeda lipat Kreuz juga datang dari beberapa negara tetangga, antara lain Singapura, Malaysia, dan Australia.

Baca juga Ketika Sepeda 'Road Bike' Boleh Melintas di Jalan Layang Setinggi 18 Meter

Pabrikan sepeda asal Indonesia dengan produk yang mendunia

Polygon Bikes
info gambar

Sebenarnya bukan hanya Kreuz, jauh sebelumnya Indonesia memang sudah memiliki jajaran pemain di industri sepeda dengan produk yang tidak diragukan lagi kualitasnya bahkan sampai dipasarkan ke berbagai negara.

Salah satu yang paling terkenal ialah Polygon, pabrikan sepeda asal Sidoarjo yang hadir sejak tahun 1989 tersebut saat ini sudah mendistribusikan produknya di 500 gerai yang tersebar di berbagai belahan dunia dan terdistribusi di 33 negara di kawasan Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika.

Berbeda dengan Kreuz yang baru memfokuskan produksi di sepeda lipat, Polygon sudah memproduksi jajaran sepeda dengan jenis yang bervariasi di antaranya road bike, urban bike, dan mountain bike. Sepeda kategori mountain bike besutan Polygon bahkan kerap kali menjadi tunggangan bagi atlet sepeda gunung atau profesional freeriders yang menjuarai ajang UCI Mountain Bike World Cup.

Hal yang sama juga dimiliki oleh Element Bike, perusahaan manufaktur sepeda yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah ini hadir sejak tahun 2008 dan memiliki jenis sepeda yang lebih bervariasi, mulai dari folding bike sampai mountain bike.

Element bahkan digandeng oleh pabrikan manufaktur sepeda asal China yaitu Shenzhen Kespor Limited ltd. sebagai pemegang brand internasional merek CAMP Bike di Indonesia untuk diproduksi di pabrik tanah air dan memasarkannya ke pasar lokal maupun ekspor ke luar negeri.

Baca juga Atlet Putra Sepeda Gunung Sumbang Emas Untuk Indonesia di Asian Games 2018

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini