Penuh Antusias, 300 Pelajar dan Guru di Prancis Ikuti Pelatihan Alat Musik Gamelan

Penuh Antusias, 300 Pelajar dan Guru di Prancis Ikuti Pelatihan Alat Musik Gamelan
info gambar utama

Bukan kali pertama, keunikan dari keragaman budaya yang dimiliki Indonesia sejatinya memang sering kali mengundang rasa ingin tahu yang berasal dari masyarakat di berbagai negara.

Bukan hanya sekedar ingin mengetahui secara sekilas, berbagai pihak dari negara lain juga tak tanggung-tanggung secara serius mendalami dan mempelajari berbagai budaya Indonesia, bahkan tak jarang ada pula yang berakhir dengan menjadikan budaya Indonesia yang dipelajari sebagai bagian dari kehidupannya.

Gamelan, menjadi salah satu dari sekian banyak kebudayaan Indonesia yang nyatanya memiliki pesona tersendiri dan mampu mencuri perhatian warga negara asing untuk mendalami alat musik tradisional satu ini secara lebih mendalam.

Seperti yang dialami oleh Pete Smith, warga London yang telah menjadi pengajar alat musik Gamelan di Oxford University selama 20 tahun, awal mula dirinya mengenal Gamelan ternyata dimulai saat Pete belajar gamelan di Solo, Jawa Tengah pada tahun 1993.

Simak Cerita Dedikasi Pria London Ini pada Gamelan Jawa

Tidak hanya berhenti di Pete yang berasal dari London, pesona Gamelan nyatanya juga tidak terelakkan di belahan negara Eropa lainnya, yaitu Prancis, tepatnya di kota Dole hingga saat ini.

300 pelajar dan guru Prancis antusias pelajari gamelan di tengah situasi pandemi

Siswa dan guru di Dole, Prancis yang mempelajari gamelan
info gambar

Dole merupakan salah satu kota historik di wilayah barat daya yang berjarak sekitar 375 km dari Prancis. Karenanya, tidak heran jika kota satu ini kerap memiliki kesadaran yang tinggi akan nilai sejarah dan budaya yang bukan hanya berasal dari negara aslinya, melainkan juga budaya yang berasal dari berbagai negara lain, salah satunya gamelan dari Indonesia.

Hal itu nyatanya dibuktikan dengan semangat yang ditunjukkan oleh para pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah serta jajaran guru di kota tersebut yang berjumlah kurang lebih 300 orang, dalam mengenal dan mempelajari gamelan secara antusias walau di tengah situasi pandemi yang masih melanda dengan protokol kesehatan yang tetap terjaga.

Momen pengenalan dan pembelajaran yang dilakukan ini rupanya merupakan bentuk kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kota Paris dengan Pemerintah Kota Dole.

Adapun pembelajaran dan pelatihan gamelan yang dilaksanakan akan berlangsung selama tiga minggu, para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut berasal dari sekolah Jean Jaurès de Vals di Dole, dan siswa-siswa sekolah dari berbagai kota di sekitarnya, seperti Ucel, Aisac, Asperjoc, Entraingues, dan Labegude.

Mengenal Venerable Showers of Beauty, Grup Musik Gamelan di Amerika

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Paris, Warsito menuturkan para peserta didik yang mengikuti pembelajaran dan pelatihan gamelan di kota Dole sangat antusias dan sangat menikmati program tersebut.

“Kita lihat dari wajah siswa-siswi SD yang ada di Kota Dole ini sangat antusias sekali belajar gamelan. Semoga dengan dikenalkannya alat seni gamelan ini kepada warga Prancis, kebudayaan Indonesia akan lebih dikenal oleh masyarakat dunia,” ujar Warsito, sebagaimana dimuat dalam rilis resmi di laman kemdikbud.go.id.

Pada kesempatan yang sama, Warsito juga mengungkapkan bahwa ada orang tua dari salah satu siswa di Dole, yang mengutarakan bahwa melalui pelatihan gamelan mereka bisa mempelajari arti kebersamaan, karena gamelan adalah sebuah instrumen sosial yang memiliki filosofi yang dalam untuk kehidupan.

Selain berlatih gamelan, para peserta yang mengikuti pelatihan juga belajar mengenal budaya-budaya lain dari Indonesia, seperti geografi dan Bahasa Indonesia yang juga diikuti oleh masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan tambahan tersebut, Warsito menyampaikan harapannya akan para peserta yang dapat mengetahui lebih banyak tentang budaya Indonesia. “Mereka menjadi semakin tertarik untuk datang ke Indonesia,” ungkap Warsito.

Absen 20 Tahun, Gamelan Kembali Dikenalkan di Roma

Kepopuleran gamelan di berbagai negara Eropa

Tidak hanya di London atau Prancis, gamelan sejatinya juga sudah banyak dikenal dan cukup populer di berbagai negara Eropa lain, salah satunya Roma, Italia. Di kota tersebut, bahkan ada kelompok gamelan bernama Bali Puspa Sari yang anggotanya tidak hanya terdiri dari warga negara Indonesia, melainkan juga warna negara Italia yang memiliki visi untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui gamelan dan tarian Bali.

Tim gamelan Indonesia
info gambar

Selain itu, pada tahun 2017 gamelan bahkan menjadi instrumen musik pengiring lagu The Beatles berjudul "Tomorrow Never Knows," yang diaransemen dan dinyanyikan oleh musisi Inggris Susheela Raman dan Sam Mills di Camden, London.

Pertunjukan musik yang menyertakan gamelan tersebut nyatanya juga melibatkan empat musisi tradisional Indonesia dari Institut Seni Indonesia-Solo, yaitu Gondrong Gunarto, Agus Prasetyo, Angger Widhi Asmara, dan Rano Prasetyo.

Melihat kepopuleran gamelan di negara lain yang terus terjadi sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini, membuktikan bahwa ragam kebudayaan yang dimiliki Indonesia sejatinya memang cukup diperhitungkan di mata dunia dan patut dibanggakan sebagai salah satu identitas diri yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Di London, Suling Sunda dan Gamelan Jawa Iringi Lagu The Beatles

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini