Berburu Batu Permata Hasil Karya Pengrajin Lokal di Martapura

Berburu Batu Permata Hasil Karya Pengrajin Lokal di Martapura
info gambar utama

Kota Martapura di Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal sebagai kota intan. Kota yang terletak di tepi Sungai Martapura ini memang menjadi pusat penjualan intan dan permata terbesar di Tanah Air.

Pada tahun 1960, Martapura pernah menggegerkan publik setelah ditemukan sebuah berlian sebesar telur burung merpati dengan berat 166,75 karat di pendulangan intan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Banjar. Penemuan ini dipimpin oleh H. Madslam dan 24 pendulang lain.

Presiden Soekarno yang mengetahui hal ini memberinya nama intan trisakti. Hal yang menghebohkan adalah harga berlian tersebut ditaksir memiliki harga paling tinggi pertama di Indonesia, yaitu Rp10 triliun.

Berdiri dengan Gagah, Patung Gajah Mada di Mojokerto Pecahkan Rekor MURI Indonesia

Berburu batu mulia di Pasar Intan Martapura

Pasar Intan Martapura| @Tupaiterbang Shutterstock
info gambar

Di Martapura, terdapat sebuah pasar tradisional yang menjual batu mulia sejak tahun 1970-an, yaitu di Pasar Intan Martapura. Pasar ini banyak dikunjungi turis untuk berburu intan, baik yang masih berupa batu maupun perhiasan seperti cincin, liontin, atau anting.

Lokasi Pasar Intan Martapura ada di Jalan Ahmad Yani. Saat berkunjung ke sana, Anda akan menukan bangunan dua lantai yang selalu ramai saat akhir pekan tiba. Di pasar tersebut terdapat lebih dari 80 toko yang terdiri dari kios penjual perhiasan dan kios lokakarya pembuatan perhiasan.

Batu-batu yang di jual di pasar tersebut ditambang secara tradisional oleh masyarakat setempat. Umumnya, mereka bekerja secara berkelompok, dari delapan hingga sepuluh orang. Para pekerja menyedot bebatuan di dasar sungai dengan pompa, kemudian dibersihkan dengan air dan dimasukkan ke sebuah wadah bernama linggang, yang bentuknya mirip caping petani. Linggang kemudian digoyang-goyangkan untuk mencari intan secara manual.

Sentral perhiasan segaligus wisata pasar martapura

Sebenarnya yang dijual di Pasar Intan Martapura tak hanya sebatas intan. Pengunjung juga bisa menemukan berlian, zamrud, ruby, merah dilema, mata kucing, biduri bulan, giok, mutiara, dan berbagai jenis batu lain. Tak hanya batu asli Martapura, di pasar tersebut juga bisa ditemukan berbagai permata dari luar negeri.

Banyak pedagang asing datang dari India, Afrika Selatan, Singapura, Birma, Malaysia, dan beberapa negara Eropa. Mereka membawa bahan baku dan dijual kepada pengrajin lokal untuk diolah menjadi perhiasan.

Pembeli di pasar ini pun tak hanya turis lokal lho. Bahkan, banyak wisatawan dari Malaysia, Singapura, India, Myanmar, hingga Afrika Selatan sering berburu batu di sana. Untuk harga jual perhiasan di Pasar Intan Martapura terbilang variatif, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta. Harga akan ditentukan dari keunikan serta kelangkaan batu mulia yang digunakan.

Bila Anda bukan pemain bebatuan mulia, mungkin akan bingung mengecek keasliannya. Tak perlu khawatir, sebab ada kios yang menyediakan jasa pengecekan serta pengujian keaslian batu mulia. Di kios tersebut, pengunjung bisa memastikan perhiasan atau batu yang ingin di beli memang asli dan proses pengecekannya pun bisa ditunggu di tempat.

Menikmati Pemandangan Kota Bandung dari Bukit dan Kawasan Perkebunan

Wisata Martapura

Salah satu kios di Pasar Intan Martapura | @Tupaiterbang Shutterstock
info gambar

Setelah berkunjung ke Pasar Intan Martapura, Anda pun bisa menjelajahi seisi kota karena di sana pun terdapat banyak tempat wisata. Berikut daftarnya:

  • Masjid Agung Al-Karomah
  • Pasar Terapung Lok Baintan
  • Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary Kelampaian
  • Taman Hutan Raya Sultan Adam
  • Taman Cahaya Bumi Selamat
  • Rumah Bubuhan Tinggi Selong Ulu
  • Rumah Gajah Baliku Teluk Selong Ulu
  • Rumah Balai Bini Desa Teluk Selong Ulu
  • Rumah Palimbangan Desa Pasayangan
  • Makam Datu Abulung
  • Masjid Jami Syekh Abdul Hamid Abulung
  • Monumen ALRI Divisi VI Pertahanan Kalimantan
  • Makam Sultan Adam
  • Makam Sultan Inayatullah
  • Makam Sultan Sulaiman Saidullah
  • Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Martapura

Lokasi Martapura berjarak sekitar 40 km di sebelah timur Banjarmasin, dan bisa diakses melalui jalur darat dan udara. Anda yang berasal dari kota lain, bisa melakukan penerbangan sampai ke Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, kemudian lanjut dengan moda transportasi darat sekitar 30 menit.

Sedangkan bila dari pusat kota Banjarmasin, waktu tempuhnya kira-kira satu jam. Untuk jalur air, Anda bisa naik kapal sampai ke Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin. Sesampainya di Martapura, ada banyak pilihan transportasi umum, seperti bajaj, becak, taksi, bus, dan bisa menyewa mobil bila pergi beramai-ramai.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini