'Nafas Buatan' untuk UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

'Nafas Buatan' untuk UMKM di Tengah Pandemi Covid-19
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #InspirasidariKawan #NegeriKolaborasi

Berbagai cara dilakukan untuk bertahan hidup di tengah pandemi. Banyak sektor ekonomi yang tetap menerjang pagi dan malam bersama duka laranya. Siapapun merasakan dampak dari Covid-19. Banyak dari mereka yang memutar otak untuk tetap mencari rezeki dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Salah satunya adalah para pelaku UMKM lokal yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan kesempatan sehingga menjadi hambatan bagi bisnis mereka.

Mengapa demikian? Banyak transformasi yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Salah satunya adalah perubahan perilaku konsumen. Kawan GNFI pasti ikut merasakan perubahan kebutuhan produk atau layanan selama pandemi ini. Contohnya peminatan produk kesehatan meningkat dibandingkan produk kosmetik.

Kian Meroket, UMKM Indonesia Semakin Mendunia

Hal ini terjadi karena kita harus terbiasa dengan hidup sehat dan bersih agar terhindar dari Covid-19. Selain itu, semua aktivitas juga harus dilakukan secara online tanpa harus bertatap muka, yang memaksakan setiap individu untuk paham dan mengerti, serta menggunakan platform digital agar dapat beradaptasi dengan sekitar.

Masalah inilah yang menjadi hambatan bagi pelaku UMKM lokal dalam mengembangkan bisnisnya di tengah pandemi. Kurangnya pengetahuan akan teknologi dan kesempatan dalam mencari inovasi baru. Dalam konteks ekonomi Indonesia, pandemi Covid-19 menciptakan ekosistem baru di masyarakat, yaitu digitalisasi.

Pengembangan UMKM lokal ke arah digital dapat diyakini menjadi salah satu alternatif untuk menyelamatkan sektor UMKM agar tetap eksis.

Selamat Datang Era TV Digital, Selamat Tinggal TV Analog

Bagaimana cara digitalisasi UMKM lokal?

Digitalisasi UMKM | Merdeka.com
info gambar

Berdasarkan survei yang dilakukan Asian Development Bank (ADB) mengenai dampak dari pandemi terhadap UMKM di Indonesia, ditemukan bahwa 88 persen usaha mikro kehabisan tabungan atau kas mereka dan lebih dari 60 persen usaha mikro kecil mengurangi tenaga kerjanya. Dalam hal ini, pemerintah juga mencari cara agar UMKM lokal dapat bertahan, yaitu dengan transformasi digital.

Peran pemerintah dan Kementerian Koperasi dan UKM dalam transformasi digital adalah dengan menyiapkan strategi pengembangan digitalisasi UMKM dalam 4 tahap. Pertama, meningkatkan sumber daya manusia dengan mempersiapkan pelaku UMKM agar kapasitas pengetahuannya meningkat.

Kedua, adanya intervensi proses bisnis UMKM lokal ke dalam beberapa program. Ketiga, perluasan akses pasar dan terakhir mengglorifikasi pahlawan lokal pelaku UMKM yang dapat mengagregasi produk UMKM ke platform digital.

Rencana Kemdikbudristek Jadikan Startup Digital Sebagai Mata Kuliah di Tahun 2022

Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga diharapkan turut membantu pengembangan digitalisasi UMKM lokal dengan berbagai cara. Hal yang paling mudah adalah dengan memberikan pengetahuan dasar mengenai strategi penjualan dan pemasaran melalui internet.

Kawan GNFI dapat memperkenalkan platform marketplace yang sedang naik daun agar bisa digunakan untuk strategi penjualan mereka, yaitu dengan berjualan secara online dan juga Kawan dapat berbagi informasi tentang media sosial apa saja yang bisa digunakan untuk melakukan pemasaran produk atau layanan mereka. Dengan begitu, Kawan sudah membantu proses digitalisasi UMKM lokal dan turut mendorong gerakan Bangga Buatan Indonesia.

Apa hubungannya digitalisasi UMKM dengan Bangga Buatan Indonesia?

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) bertujuan untuk mengajak masyarakat membeli dan menggunakan produk lokal buatan UMKM. Dengan adanya digitalisasi UMKM ini, nantinya akan mendorong penjualan produk UMKM secara daring melalui platform marketplace. Bangga Buatan Indonesia diharapkan dapat menciptakan industri baru yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jika Kawan GNFI masih merasa sulit membantu pengembangan UMKM melalui digitalisasi, Kawan bisa memberikan inspirasi kepada Kawan lainnya untuk tetap bangga dengan membeli dan menggunakan produk UMKM lokal.

Memilih produk lokal dibandingkan produk luar negeri, berarti Kawan turut andil dalam mendorong pengembangan UMKM lokal. Yuk, bantu beri nafas buatan untuk UMKM lokal dengan membeli produknya!*

Referensi : Website KemenKoUKM | Bisnis.com | Arianto, B. 2020. Pengembangan UMKM Digital di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol.6 No. 2.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YN
KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini