Sensasi Berselancar Sambil Menikmati Sunset di Pantai Cimaja

Sensasi Berselancar Sambil Menikmati Sunset di Pantai Cimaja
info gambar utama

Berselancar atau surfing menjadi salah satu olahraga air yang cukup diminati di Indonesia. Memang nampaknya tidak mudah untuk bisa melakukan olahraga satu ini, mengingat tubuh harus seimbang untuk bisa berdiri dan bergerak di atas sebilah papan yang menunggangi ombak.

Bagi yang menyukai tantangan, tentunya olahraga ini wajib dicoba. Apalagi dengan banyaknya pantai di Indonesia, olahraga ini sangat mungkin dilakukan, bisa sambil menikmati liburan pula.

Salah satu lokasi berselancar terfavorit di Jawa Barat ada di Pantai Cimaja, bagian dari Pantai Pelabuhanratu, Sukabumi. Jadi, tak perlu jauh-jauh ke Bali atau Lombok untuk mencoba sensasi berselancar.

Berselancar di Pantai Cimaja

Pantai Cimaja dikenal dengan ombaknya yang cukup besar sehingga memungkinkan untuk melakukan olahraga selancar. Di sekitar kawasan ini pun sebenarnya ada beberapa pantai, yakni Ada Pantai Citepus, Karang Tapak, Karang Aji, Ujung Genteng, dan Cimaja Samudera Beach.

Sejak tahun 1970-an, Pantai Cimaja dikenal sebagai tujuan selancar di Jawa Barat. Ada beberapa spot selancar yang bisa dikunjungi, yakni Cimaja Karang Sari, Ocean Queen, dan Cimaja Sunset.

Para peselancar, dari pemula hingga profesional sering berkumpul di pantai ini untuk bermain bersama-sama. Bahkan, di Pantai Cimaja juga rutin diadakan kompetisi selancar sejak tahun 1990. Bagi pemula pun tak perlu ragu untuk belajar selancar dari awal di Pantai Cimaja. Sebab, peselancar profesional kelas dunia seperti Dede Suryana pun awalnya berlatih di sana.

Keindahan Pantai Srakung yang Diapit Dua Tebing di Gunungkidul

Menikmati pemandangan dan indahnya matahari terbenam

Selain ombak, di Pantai Cimaja juga terdapat gugusan karang yang indah. Bahkan, bila tak ingin berselancar pun, wisatawan dapat menikmati pantai dengan caranya masing-masing, seperti berenang, sekadar bermain air, atau duduk-duduk santai di tepi pantai.

Pantai Cimaja juga menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menikmati momen matahari terbenam. Tak hanya peselancar, banyak juga lho wisatawan lain yang mengunjungi area pantai pada sore hari untuk bersama-sama menunggu matahari terbenam dari ujung teluk.

Fasilitas di Pantai Cimaja pun terbilang lengkap dan memadai. Di sana, Anda bisa menemukan area parkir luas, toilet umum, rumah makan, restoran, dan sudah banyak penginapan yang bisa dipilih sesuai bujet.

Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa

Waktu terbaik mengunjungi Cimaja

Untuk berselancar di Pantai Cimaja, waktu terbaik adalah bulan Mei hingga Oktober. Saat itu, cuaca lebih bersahabat dan biasanya kondisi pantai lebih ramai dikunjungi wisatawan asing yang ingin berselancar di sana.

Tak perlu bingung jika belum punya papan selancar, sebab Anda bisa menyewanya di sekitar pantai. Papan selancar bisa disewa selama Anda berada di Cimaja dan bisa dibawa pulang ke penginapan. Bila tak membawa kendaraan pribadi, di sana pun banyak penyewaan motor yang sudah dimodifikasi untuk memudahkan dalam mengangkut papan selancar.

Eksotis Nan Menawan, Inilah Alasan Pantai Nglambor Wajib Dikunjungi

Ramai setiap akhir pekan

Pada akhir pekan, banyak warga Jakarta mengunjungi kawasan pantai ini untuk berselancar karena lokasinya tak terlalu jauh dan bisa diakses dengan transportasi umum dan kendaraan pribadi.

Banyak pula klub motor dan mobil juga berbondong-bondong mengunjungi Pantai Cimaja pada momen liburan karena memang termasuk tempat wisata populer selain kawasan Puncak, Bogor.

Bila tertarik menggunakan kendaraan pribadi ke pantai ini, perlu diketahui bahwa jalanan menuju Sukabumi cukup berkelok-kelok dan ada beberapa spot yang terjal. Wisatawan harus ekstra hati-hati, terutama pada musim hujan karena jalanan menjadi licin. Tak perlu terburu-buru, lebih baik berkendara dengan kecepatan rendah.

Untuk yang menggunakan transportasi umum, Anda bisa menuju ke arah Terminal Pelabuhan Ratu. Kemudian, naik angkutan umum dengan rute ke Cisolok dan bisa langsung berhenti di Pantai Cimaja.





Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini