Rehabilitasi Hutan Bakau Semarang, Upaya Penyelamatan jadi Destinasi Wisata Edukasi

Rehabilitasi Hutan Bakau Semarang, Upaya Penyelamatan jadi Destinasi Wisata Edukasi
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #InspirasidariKawan #NegeriKolaborasi

Semarang kaline banjir

Ja sumelang ra dipikir

Penggalan lirik lagu Jangkrik Genggong ini sudah sangat familiar bagi warga semarang dan sekitarnya. Namun, penggalan lirik tersebut bukan hanya sekadar kalimat tak bermakna. Pasalnya, kondisi geografis Kota Semarang yang berada di pinggiran pantai utara Jawa memang kerap mendapati banjir rob akibat luapan air laut.

Dari hasil Prosiding Seminar Nasional Geotik Fakultas Geografi UGM, kepadatan penduduk dan proses erosi tanah yang tinggi pun menyebabkan faktor amblesan tanah atau land subsidence pada sebagian wilayah pesisir Kota Semarang.

Mungkin, kabar banjir rob Semarang ini masih kalah pamor dengan pemberitaan horornya lawang sewu atau kuliner lumpianya. Namun, “waterboom dadakan” sudah menjadi guyonan akrab untuk mengejek sesama warga Semarang. Apalagi, musim penghujan yang tak membawa kabar baik bagi warga ujung utara Kota Semarang.

Banjir Rob di Kampung Nelayan Tambaklorok
info gambar

Warga kampung nelayan pun pasti sudah sangat familiar dengan kondisi banjir rob. Bergelut dengan air pasang, tiap pagi menguras ruang tamu yang kemasukan air laut. Bukan berarti warga menerima kondisi itu dengan pasrah, tentu saja dilakukan upaya untuk menyelamatkan diri dari segala resiko dan bahaya meluapnya air laut di tepian pantai utara. Bak menaklukkan alam dengan alam itu sendiri, luapan air laut pantai utara dilawan dengan menciptakan ekosistem bakau.

Seperti yang kawan GNFI tahu, ekosistem bakau sebagai sabuk pantai mampu mengurangi dampak erosi pantai, melindungi wilayah pesisir dari gelombang besar, kondisi pasang surut, hingga tsunami. Dari peranan tersebut, revitalisasi hutan bakau pun didorong guna mengurangi banjir rob di Kota Semarang.

Raja Naga Basuki, Dewa Penyeimbang Alam Semesta Kepercayaan Orang Hindu Bali

Upaya pelestarian ekosistem bakau wilayah pesisir Semarang pun sebenarnya bukan hal baru. Namun, tak selayaknya membuat mie instan, proses pelestarian hutan bakau ini sudah dilaksanakan selama bertahun-tahun. Peran pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, hingga organisasi internasional pun sudah tumpah ruah untuk merehabilitasi wilayah ekosistem bakau di Semarang. Penanaman bibit pohon, pemeliharaan, penelitian, hingga evaluasi monitoring dilakukan sebagai upaya bersama mencegah air laut masuk ke dalam rumah lagi.

Kini kawasan hutan bakau membawa kabar baik bagi warga dekat bibir pantai utara. Tak hanya melindungi warga dari banjir rob, kawasan ini telah berkembang lebih jauh lagi sebagai destinasi wisata. Kawasan wisata hutan bakau sudah mondar-mandir di berbagai akun media sosial sebagai destinasi wajib jalan-jalan di Kota Semarang.

Wisata Mangrove Tapak Tugu

Foto : Nyoman Prayoga (Kompasiana.com)
info gambar

Kecamatan Tugu adalah salah satu kawasan langganan banjir rob di Kota Semarang. Tergangggunya aktivitas akibat banjir rob yang menggenang berhari-hari pun pernah dialami oleh warga.

Kini, warga kecamatan tugu dapat menghela nafas lega karena banjir rob tak melanda separah pada tahun-tahun sebelumnya. Kabar baik lainnya, nelayan terbantu dengan hasil laut dari ekosistem yang baik hingga warga dapat menjadikan tanaman bakau sebagai olahan kuliner.

Selisik Wisata Alam Terbaik di Pulau Borneo

Kawasan Bakau kecamatan tugu pun dibuka untuk destinasi wisata. Melansir dari brisik.id, Pengunjung bisa berswafoto ria dengan trekking di sepanjang jalanan bambu yang mengelilingi barisan pohon bakau.

Tak hanya itu saja, pengunjung pun bisa menyewa perahu untuk menyusuri rimbunnya hutan bakau dan merasakan sensasi dari liburan yang sesungguhnya. Pengunjung pun akan mendapati cerita dari sang ‘nahkoda’ akan kebermanfaatan dari hutan bakau tapak. Meski begitu, tak perlu khawatir akan budget karena harga yang dibanderol untuk tiket masuk hanya Rp5.000 saja.

Wisata Grand Maerokoco

Kawasan Wisata Mangrove Grand Maerokoco
info gambar

Mirip dengan konsep taman mini yang menyediakan miniatur Indonesia, Taman Maerokoco merupakan wisata edukasi berupa miniatur Provinsi Jawa Tengah. Koleksi miniatur rumah adat, ikon wilayah, hingga tata letak serta kondisi geografis seperti danau dan gunung pun dibuat semirip mungkin dengan kondisi asli Jawa tengah yang tentunya menambah pengetahuan. Kini, ekosistem bakau yang dikelola Maerokoco menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Keindahan Alam Masalembu, Pulau di 'Segitiga Bermuda' Indonesia

Terdapat beragam spot foto yang cocok bagi pengunjung untuk mengabadikan momen. Trekking dengan latar rimbunnya pohon bakau dan sunset di sore hari menjadi momen favorit bagi wisatawan yang berkunjung. Wahana untuk mengayuh perahu bebek hingga restoran mengapung pun tersedia di Maerokoco.

Hingga kini, pelestarian hutan bakau di Semarang pun masih terus dikembangkan. Potensi lain dari hutan bakau terus digali agar memberikan manfaat lebih banyak. Hingga nantinya, dapat menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat di kawasan rawan banjir rob untuk melestarikan kawasan pelindung banjir melalui hutan bakau. Berharap di masa depan, Semarang kaline tak lagi banjir.*

Referensi:Publikasi Seminar Nasional GEOTIK | brisik.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GA
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini