Jumlah Penerima Vaksin di Asia Tenggara, Indonesia Jadi yang Terbanyak

Jumlah Penerima Vaksin di Asia Tenggara, Indonesia Jadi yang Terbanyak
info gambar utama

Pembaruan segala informasi mengenai Covid-19, secara resmi dilaporkan setiap hari oleh badan yang berwenang dari setiap negara. Indonesia, dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melakukan laporan harian perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, mulai dari kasus positif hingga upaya vaksinasi melalui laman resmi Covid.go.id.

Terdapat beberapa macam vaksin yang resmi digunakan oleh Indonesia sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat, antara lain Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm, untuk masyarakat yang memenuhi persyaratan vaksinasi.

Indonesia jadi negara dengan vaksinasi terbanyak di Asia Tenggara

Indonesia menjadi negara dengan vaksinasi terbanyak di antara negara lain di Asia Tenggara. Sejauh ini, dosis vaksin telah diberikan kepada 32.063.745 orang atau setara dengan 12 persen penduduk. | GNFI
info gambar

Informasi resmi pada laman khusus Covid-19 di mesin pencari Google dengan fokus vaksinasi, memaparkan data jumlah penerima vaksin dosis pertama, penerima vaksin secara tuntas serta total dosis vaksin yang telah diberikan dari berbagai negara.

Secara frekuensi dosis, berdasarkan data terbaru (periode 04 Juli 2021) yang dikutip dari Our World In Data, Indonesia menjadi negara dengan vaksinasi terbanyak dengan 32.063.745 orang. Namun, angka itu hanya setara dengan 12 persen penduduk.

Sementara Filipina dan Thailand menempel di peringkat 2 dan 3. Kedua negara tersebut telah melaksanakan vaksinasi sebanyak 8.839.124 (8,1 persen populasi) dan 7.721.150 (11,6 persen populasi).

Peringkat keempat ditempati Malaysia dengan dosis 6.388.399, di mana jumlah tersebut mencakup 19,5 persen dari populasi penduduk Malaysia.

Kemudian disusul Kamboja dengan dosis 4.535.894 (29,7 persen), Vietnam 3.648.805 dosis (3,8 persen), Singapura 3.550.181 dosis (62,2 persen), Myanmar 1.840.758 dosis (3,4 persen), Laos 943.835 dosis (13,2 persen), Timor Leste 203.009 dosis (14,6 persen, dan yang terakhir Brunei Darussalam dengan 76.733 dosis yang mencakup 17,3 persen dari total populasi penduduk.

Adapun secara persentase, Singapura menjadi negara dengan persentase tertinggi. Sebanyak 3.550.181 orang atau setara 62,2 persen populasi penduduk Singapura sudah menerima vaksin.

Sementara Vietnam menjadi negara dengan tingkat persentase vaksinasi terendah. Di mana total populasi penduduk Vietnam yang sudah di vaksin hanya mencakup 3,8 persen.

Vaksin Covid-19, Apa Bedanya Sinovac dan AstraZeneca?

Rincian dosis vaksin yang dimiliki Indonesia

Total dosis vaksin yang telah diberikan di Indonesia per 4 Juli 2021 ada sebanyak 46.043.309 dosis, dengan jumlah orang yang telah menerima vaksin secara tuntas sebanyak 13.979.564 orang, atau setara dengan 5,2 persen populasi penduduk Indonesia.

Secara global, ada total 3.221.732.658 dosis vaksin yang telah diberikan, dengan jumlah orang yang telah menerima vaksin secara tuntas sebanyak 882.770.708 orang, yang mana angka tersebut setara dengan 11,4 persen populasi dunia.

Upaya vaksinasi di Indonesia masih berjalan hingga kini. Tercatat, Indonesia sudah ada di tahap ke-19 kedatangan vaksin pada 2 Juli lalu, yakni sebanyak 998.400 dosis AstraZeneca.

Rincian bentuk kedatangan vaksin tahap ke-19, yakni:

  • Sinovac 105,5 juta dosis bahan baku vaksin, yang diperkirakan akan menghasilkan sebanyak 85 juta dosis vaksin,
  • Sinovac 3 juta dosis vaksin,
  • AstraZeneca 9,2 juta dosis vaksin, dan
  • Sinopharm 2 juta dosis vaksin.

Dikutip dari halaman resmi Satgas Covid-19 Indonesia, kedatangan vaksin tahap ke-19 ini merupakan kerja sama dua negara antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang. Secara umum, saat ini Indonesia sudah menerima 119,7 juta dosis vaksin.

Pemerintah berupaya mempercepat program vaksinasi dengan target 181,5 juta rakyat Indonesia sudah divaksin, paling tidak satu kali di akhir tahun 2021 ini.

Keterlibatan Mahasiswa Indonesia dalam Membuat Vaksin Covid-19

Pemanfaatan akses internet dalam vaksinasi di Indonesia

Beragam himbauan dan program vaksinasi kini semakin masif digalakkan, tidak terkecuali dengan memanfaatkan perkembangan teknologi internet kini. Salah satu contoh upaya percepatan vaksinasi kini adalah pendaftaran secara online peserta vaksin di pusat kesehatan atau fasilitas kesehatan setempat yang dirujuk.

Laman yang dituju guna pendaftaran peserta vaksin, yakni Vaksin.loket.com merupakan langkah awal dari vaksinasi untuk rentang usia 18 ke atas, yang serentak dilaksanakan di Indonesia pada 1 Juli 2021 lalu.

Masyarakat Indonesia yang sudah menerima vaksin setidaknya satu dosis, nantinya akan mendapatkan Kartu Vaksinasi Covid-19 dan sertifikat yang dapat diunduh.

Sertifikat tersebut dapat diunduh dengan membuka laman Pedulilindungi.id. Usai mengunduh sertifikat, pastikan untuk keluar dari akun (logout), serta kartu dan sertifikatnya tidak diumbar di media sosial. Hal tersebut dikarenakan mengandung banyak informasi dan data pribadi penerima vaksin, sehingga akan rawan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab jika nantinya data tersebut telah tersebar luas.

Menilik Progres Vaksinasi di Indonesia, Sudah Sejauh Mana?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini