Indonesia Dapat Sumbangan 4 Juta Dosis Vaksin Moderna

Indonesia Dapat Sumbangan 4 Juta Dosis Vaksin Moderna
info gambar utama

Pemerintah telah menjalankan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sejak beberapa bulan belakangan ini demi memutus rantai penyebaran dan menekan angka kasus positif virus SARS-CoV-2.

Setelah seseorang mendapatkan vaksin, tubuh dapat lebih cepat membentuk antibodi untuk melawan virus penyebab penyakit bila ia terpapar. Vaksinasi adalah hal yang penting dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Sebelumnya, ada dua jenis vaksin yang digunakan di Tanah Air, yaitu Sinovac dan AstraZeneca. Namun, baru-baru ini Indonesia mendapatkan sumbangan empat juta dosis vaksin jenis Moderna dari Amerika Serikat (AS).

Vaksin Moderna terbukti aman untuk para pengidap komorbid dan dikatakan efektif menangkal varian Corona baru seperti Alpha, Beta, dan Gamma.

Apa itu vaksin Moderna?

Moderna merupakan jenis vaksin pertama dari mRNA yang merupakan bantuan dari pemerintah AS yang disalurkan melalui skema COVAX Facility. Moderna menggunakan teknologi vaksin yang sama dengan Pfizer dan BioNTech. Jenis vaksin ini pun telah digunakan di AS dan sejumlah negara lain di Eropa dan Asia.

Vaksin Moderna atau mRNA-1273 telah dikembangkan oleh Moderna and Vaccine Research Center at the National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) di Negeri Paman Sam sejak Januari 2020.

Vaksin ini tidak menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan, tetapi menggunakan komponen materi genetik yang membuat sistem kekebalan tubuh memproduksi spike protein. Protein ini merupakan bagian dari permukaan virus corona. Spike protein akan memicu sistem imun tubuh agar menghasilkan antibodi yang bisa melindungi tubuh saat terinfeksi virus corona.

Berbeda dengan vaksin jenis lain, Moderna membutuhkan teknologi penyimpanan khusus dengan suhu minus 20 derajat Celsius. Untuk menjaga kualitasnya, penyerahan vaksin ini ke Indonesia akan didistribusikan bersama teknologi penyimpanannya.

Vaksin Moderna | @Seda Yalova Shutterstock
info gambar
Jumlah Penerima Vaksin di Asia Tenggara, Indonesia Jadi yang Terbanyak

Telah disetujui BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyetujui penggunaan izin darurat vaksin Moderna. Pada Jumat (2/7/2021), Penny Lukito selaku Kepala BPOM mengumumkan penerbitan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 Moderna.

Penny mengungkapkan, data hasil uji klinis fase tiga yang menunjukkan efikasi vaksin Moderna mencapai 94,1 persen pada kelompok usia 18-65 tahun, dan 86,4 persen pada kelompok usia di atas 65 tahun.

Nantinya, vaksin Moderna akan digunakan dalam program vaksinasi pemerintah. Menurut keterangan juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, hibahan vaksin Moderna bukan untuk program gotong royong atau vaksinasi mandiri.

Efek samping vaksin Moderna

Seperti jenis vaksin lain, Moderna akan diberikan dalam dua dosis suntikan dengan jeda 28 hari. Menurut lembar fakta badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA), efek samping vaksin Moderna antara lain kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, demam, nyeri sendi, mual, muntah, dan kedinginan.

Selain efek samping setelah vaksin, penerima vaksin juga melaporkan reaksi di tempat suntikan, seperti nyeri, bengkak, kemerahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Vaksin Covid-19, Apa Bedanya Sinovac dan AstraZeneca?

Peringatan sebelum menerima vaksin Moderna

Bila Anda atau orang terdekat nantinya akan menerima vaksin Moderna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, memberi tahu dokter tentang riwayat alergi, hanya diperuntukkan bagi orang dewasa yang sehat berusia di atas 18 tahun, memberi tahu dokter jika imun sedang lemah, memiliki kelainan darah, penyakit jantung, penyakit autoimun, diabetes, kanker, HIV/AIDS, TBC, penyakit paru-paru, penyakit ginjal, radang sendi, dan penyakit saluran pencernaan.

Jangan lupa informasikan pada dokter bila Anda sedang menjalani cuci darah, transplantasi organ, telah menerima vaksin Covid-19 jenis lain, sedang menyusui, hamil atau merencanakan kehamilan, hingga obat-obatan yang tengah dikonsumsi.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini