Vaksin AstraZeneca Dinilai Efektif, Australia Siap Kirim Bantuan 2,5 Juta Dosis ke RI

Vaksin AstraZeneca Dinilai Efektif, Australia Siap Kirim Bantuan 2,5 Juta Dosis ke RI
info gambar utama

Masih perlu berjuang, Indonesia kembali ada di titik krisis situasi pandemi dengan angka penyebaran Covid-19 yang kembali tinggi setelah sebelumnya sempat mereda. Sejak awal melanda tanah air, pertambahan kasus yang terjadi baru-bari ini tercatat terus meningkat bahkan disebut mencatatatkan rekor baru setiap harinya.

Terakhir, berdasarkan data yang dilaporkan oleh Kemenkes RI dan Humas BNPB, pertambahan kasus yang tercatat per hari Rabu (7/7/2021), kembali mencapai angka kasus tertinggi di tanah air sejak pertama kali pandemi melanda, tepatnya sebanyak 34.379 kasus baru.

Berdasarkan pertambahan tersebut, jika diakumulasikan total kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak awal kemunculannya pada bulan Maret 2020 hingga saat ini menyentuh angka 2.379.397 kasus, dengan sebanyak 1.973.388 kasus yang berhasil sembuh, 62.908 meninggal dunia, dan 343.101 sisanya masih dalam masa perawatan.

Melihat angka penyebaran yang kembali naik, pemerintah Indonesia akhirnya kembali memberlakukan kebijakan pembatasan (PPKM) yang bahkan dinilai lebih ketat dibanding pembatasan sebelumnya di tahun 2020 lalu (PSBB).

Selain itu, upaya pencegahan dari penyebaran Covid-19 secara bersamaan terus dilakukan pemerintah dengan semakin kencang melakukan program vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Saat ini sejatinya ada lebih dari 5 jenis vaksin yang digunakan di Indonesia, namun dua yang paling banyak digunakan dan terdistribusi yaitu Sinovac dan AstraZeneca. Menariknya bukan hanya di Indonesia, menurut data penggunaan vaksin Covid-19 yang berasal dari proyek Our World in Data di University of Oxford, AstraZeneca ternyata menjadi vaksin yang menempati posisi teratas paling banyak digunakan di dunia.

Berikut daftar vaksin Covid-19 yang banyak digunakan oleh berbagai negara di dunia:

  1. Oxford-AstraZeneca: 177 negara
  2. Pfizer-BioNTech: 104 negara
  3. Sinopharm-Beijing: 55 negara
  4. Moderna: 54 negara
  5. Gamaleya (Sputnik V): 45 negara
  6. Sinovac: 30 negara

Terlepas dari hal tersebut, seberapa efektif sebenarnya vaksin AstraZeneca dalam mencegah Covid-19?

Vaksin Covid-19, Apa Bedanya Sinovac dan AstraZeneca?

Klaim keefektifan vaksin AstraZeneca dari masyarakat Indonesia

Saat ini, kerap kali muncul perbandingan serta pandangan mengenai keefektifan antara dua vaksin yang mayoritas digunakan di tanah air yaitu Sinovac dan AstraZeneca, keduanya kerap kali disandingkan oleh segelintir masyarakat yang sudah mendapatkan kesempatan vaksin dan membagikan pengalamannya.

Tentunya, pandangan tersebut diikuti dengan imbauan terhadap sesama untuk tetap memprioritaskan vaksin jika ada kesempatan terlepas dari apa pun jenis vaksin yang didapat.

Namun, klaim keefektifan vaksin AstraZeneca belakangan banyak dibagikan oleh masyarakat Indonesia di berbagai lini media sosial. Salah satunya oleh seorang pria bernama Yudho yang membagikan cuitan mengenai anggota di keluarga besarnya yang bebas dari penularan Covid-19 berkat AstraZeneca.

Tangkapan layar Twitter penerima vaksin AstraZeneca
info gambar

Di samping keefektifannya, tak sedikit pula mereka yang mendapatkan vaksin jenis AstraZeneca menyampaikan efek samping berat yang didapat, di antaranya demam, pilek, dan sakit kepala. Beberapa bahkan ada yang merasakan gejala diare, namun setelahnya banyak yang mengakui manfaat keuntungan setelah vaksin.

Tidak efektif 100 persen namun tetap memberikan hasil pencegahan yang memuaskan, hal serupa juga disampaikan oleh Jodie Immanuel kepada GNFI yang membagikan pengalamannya setelah mendapatkan vaksin AstraZeneca.

Jodie menceritakan bahwa ia bersama Ibu dan adiknya sama-sama mendapatkan vaksin AstraZeneca. Namun saat ini, dirinya dinyatakan positif Covid-19 sedangkan Ibu dan adiknya mendapatkan hasil negatif saat dilakukan tes secara bersamaan.

“…padahal saya udah ada gejala (Covid-19) demam dan pilek dari 3 hari sebelum kita tes sekeluarga, selama itu pula kegiatan dan interaksi kita di satu rumah benar-benar nyampur. Tapi untungnya sewaktu tes Ibu dan adik saya yang sama-sama dapat vaksin AstraZeneca negatif, cuma saya aja yang positif” jelas Jodie.

Lantas, mengapa orang yang sudah divaksin tetap bisa terpapar Covid-19?

Jawaban dari pertanyaan ini dijelaskan oleh pakar vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Kate O'Brien. Dirinya mengungkap bahwa tidak ada vaksin yang bisa bekerja 100 persen efektif pada 100 persen penerima. Artinya, respons imun tiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin.

Kate menambahkan, walau vaksin tidak bisa melindungi 100 persen, orang yang sudah menjalani vaksinasi tetap mendapat manfaat mengurangi kemungkinan tingkat keparahan penyakit, dalam arti kata bisa terinfeksi namun dengan gejala yang ringan.

"…tetap ada manfaat dari vaksin, tidak hanya untuk melindungi sepenuhnya dari infeksi," jelas Kate.

Mengutip Detikcom, kabar baik lainnya di tengah keberadaan virus Covid-19 varian baru yaitu Kappa dan Delta yang saat ini dilaporkan sedang mengganas, AstraZeneca disebut menjadi salah satu vaksin selain Pfizer yang memiliki keefektifan 90 persen dalam mencegah risiko dan gejala varian baru dari virus ini. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil riset terbaru yang dilakukan oleh lembaga kesehatan Public Health England (PHE).

Australia kirim bantuan 2,5 juta dosis vaksin dan fasilitas kesehatan lainnya

Menlu RI Retno Marsudi, Presiden Joko Widodo, PM Scott Morrison, dan Menlu Australia Marise Payne
info gambar

Melihat kondisi Indonesia yang sedang berjuang di tengah situasi pandemi yang kembali meningkat, negara tetangga yaitu Australia nyatanya memberikan bantuan berupa tambahan dosis vaksin dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan seperti pasokan oksigen dan peralatan lainnya.

Bukan kali pertama, sebelumnya sejak awal pandemi melanda tanah air, Australia diketahui menjadi negara yang memberikan bantuan dalam bentuk pinjaman dana kepada pemerintah Indonesia sebanyak 1,5 miliar dolar AS untuk mendukung program respons Covid-19 dan ketahanan ekonomi di tanah air.

Bantuan Australia ini sejatinya merupakan langkah diplomasi yang sebelumya sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morrison pada KTT G7 2021 yang menyatakan akan menyediakan setidaknya 20 juta bantuan vaksin Covid-19 untuk kawasan Indo-Pasifik. Adapun 2,5 juta dari dosis vaksin tersebut disalurkan kepada Indonesia untuk mendukung peluncuran vaksinasi nasional di tanah air.

Selain 2,5 juta vaksin AstraZeneca yang diberikan, bantuan lainnya yang akan diterima Indonesia dari Australia disebutkan berupa dana sebesar 12 juta dolas AS untuk keperluan peralatan medis terkait oksigen, termasuk 1.000 ventilator, 700 konsentrator oksigen, dan 40 ribu alat uji rapid antigen.

Sekadar kembali mengingatkan, terlepas dari keunggulan vaksin AstraZeneca yang dijelaskan di atas akan lebih baik jika seluruh masyarakat Indonesia melakukan vaksin secepatnya selagi ada kesempatan terlepas dari apa pun jenis vaksin yang didapat.

Dr Sardjito, Ilmuwan Pencipta Vaksin dan Obat-Obatan untuk Rakyat

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini