Pertama Dipakai Indonesia, Ini Ungkapan Keefektifan dari Penerima Vaksin Sinovac

Pertama Dipakai Indonesia, Ini Ungkapan Keefektifan dari Penerima Vaksin Sinovac
info gambar utama

Saat ini ungkapan vaksin di Indonesia menjadi hal yang mendapat perhatian besar dari seluruh lapisan masyarakat. Sudah barang tentu kalau hal tersebut didasari dengan kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi tidak hanya di Indonesia, namun juga melanda seluruh negara di dunia.

Selama hampir satu tahun seluruh masyarakat di dunia berjibaku menghadapi penyebaran virus Covid-19 (Maret 2020-sekarang), dalam rentang waktu itu pula pencegahan masih sebatas mengandalkan protokol kesehatan (prokes) yang digaungkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Harapan baru muncul ketika berbagai lembaga kesehatan mulai melakukan penelitian akan pembuatan vaksin, yang diupayakan untuk meminimalisir dan menghentikan penyebaran virus ini.

Seakan menjadi titik terang, berbagai lembaga kesehatan yang turut berpartisipasi dalam pembuatan vaksin pun berlomba-lomba melakukan uji coba, demi menghadirkan vaksin yang memiliki tingkat efikasi yang memenuhi standar kualifikasi WHO untuk bisa secepatnya digunakan oleh masyarakat dunia.

Untuk pertama kalinya, kesempatan vaksin Covid-19 pertama di dunia akhirnya didapatkan oleh seorang wanita berusia 90 tahun di Irlandia Utara pada bulan Desember 2020, wanita Bernama Margaret Keenan tersebut menjadi yang pertama menerima vaksin Pfizer.

Lalu, bagaimana dengan keberadaan dan awal mula vaksin Covid-19 di Indonesia?

Jumlah Penerima Vaksin di Asia Tenggara, Indonesia Jadi yang Terbanyak

Sinovac, vaksin Covid-19 perdana yang dipakai Presiden Joko Widodo

Preside Joko Widodo menerima vaksin pertama di RI
info gambar

Di Indonesia, vaksin Covid-19 pertama kali diberikan kepada Presiden Joko Widodo tepatnya pada tanggal 13 Januari 2021. Selain Presiden, sejumlah pemuka agama dan tokoh masyarakat juga turut serta menjadi pihak yang pertama mendapatkan kesempatan vaksin jenis Sinovac yang dibuat oleh Sinovac Biotech.

Kala itu, keputusan Jokowi dan jajaran tokoh lainnya yang menjadi pihak pertama menerima vaksin bertujuan untuk menjaring kepercayaan masyarakat bahwa vaksin Sinovac aman untuk digunakan, dan diharapkan dapat memunculkan keyakinan masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi demi meminimalisir penyebaran serta gejala berat dari Covid-19.

Sinovac Biotech Ltd adalah sebuah perusahaan biofarmasi asal Beijing yang berfokus pada riset, pengembangan, pembuatan, dan komersialisasi, vaksin-vaksin yang mencegah penyakit menular manusia. Sedangkan dalam keberadaan di Indonesia, vaksin ini dikelola dan didistribusikan oleh PT Bio Farma.

Menukil Tempo, pada saat awal kemunculannya, uji coba yang dilakukan di Turki dan Brazil mengklaim bahwa efikasi vaksin Sinovac cukup tinggi, yaitu masing-masing mencapai 78 persen hingga 91,2 persen.

Di Indonesia sendiri, vaksin Sinovac digunakan dengan lebih dulu melakukan uji coba terhadap sebanyak 1.620 relawan dan diperoleh hasil efikasi sebesar 65,3 persen, yang dinilai lebih dari cukup berdasarkan standar WHO yaitu sebesar 50 persen untuk digunakan dalam situasi darurat pandemi.

Vaksin Covid-19, Apa Bedanya Sinovac dan AstraZeneca?

Kata mereka yang menerima vaksin Sinovac

Vaksin di Solo
info gambar

Seperti yang sudah dinarasikan sebelumnya, seorang pakar vaksin WHO, Dr Kate O'Brien, menyampaikan pemahaman bahwa tidak ada vaksin yang bisa memberikan perlindungan sampai 100 persen.

Untuk dapat lebih mudah dipahami, di lini media sosial bahkan beredar sebuah analogi yang memberikan perumpamaan bahwa vaksin Covid-19 yang beredar saat ini memiliki peran serupa layaknya penggunaan helm sebagai alat pelindung yang digunakan oleh seseorang saat mengendarai sepeda motor.

Potensi kecelakaan dalam berkendara yang terjadi diumpamakan sebagai keberadaan Covid-19 yang bisa dialami oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja tanpa kecuali. Namun risiko dari kecelakaan tentunya bisa dihindari dengan cara berkendara yang baik dan benar disertai dengan perlindungan yang digunakan.

Hal serupa juga terjadi pada tubuh seseorang yang selalu memiliki risiko terpapar Covid-19, namun tetap melakukan pencegahan dengan pola hidup sehat seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan disertai dengan pelindungan berupa vaksin.

Terlepas dari apapun jenis vaksin yang digunakan, tujuan utamanya bukan 100 persen menghindari infeksi virus, melainkan meminimalisir dan meringankan gejala yang ditimbulkan dari keberadaan Covid-19 yang barangkali menjangkit setiap orang.

Indonesia Dapat Sumbangan 4 Juta Dosis Vaksin Moderna

Walau saat ini muncul berbagai pandangan yang menyebutkan bahwa beberapa vaksin lain dinilai lebih unggul dan efektif dibanding Sinovac, nyatanya tetap ada sebagian besar masyarakat yang turut membagikan manfaat positif setelah mendapatkan jenis vaksin satu ini.

Untuk mendukung pernyataan tersebut, dr. Adam Prabata yang kerap kali memberikan edukasi kesehatan melalui lini media sosial twitter miliknya, belakangan memberikan laporan efikasi dari vaksin Sinovac yang digunakan oleh 10,2 juta orang di Chile.

Dalam laporannya, disebutkan bahwa vaksin Sinovac mampu mencegah gejala, risiko rawat inap, penanganan ICU, dan kematian dengan tingkat keefektifan masing-masing yang berbeda.

Laporan tersebut mendapatkan beberapa respons positif dari masyarakat Indonesia penerima vaksin Sinovac, yang mengakui efek serupa mengenai manfaat setelah vaksinasi.

Hal yang sama juga diungkap oleh Rosdiana kepada GNFI yang membagikan pengalamannya setelah mendapatkan vaksin Sinovac.

“Vaksin sekeluarga dapat Sinovac, gak lama dari itu ada kerabat yang kita sering interaksi ternyata positif Covid, akhirnya langsung ikut Swab PCR dan Alhamdulillah hasilnya negatif, itu Swab PCR ya udah bukan sebatas antigen lagi, jadi kalau ditanya efektif atau engga sih ya efektif…” jelas Rosdiana.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka sudah selayaknya dalam kondisi saat ini seluruh masyarakat Indonesia mengutamakan vaksinasi Covid-19 selagi ada kesempatan, terlepas dari apapun jenis vaksin yang didapat termasuk salah satunya Sinovac.

Vaksin AstraZeneca Dinilai Efektif, Australia Siap Kirim Bantuan 2,5 Juta Dosis ke RI

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini