PPKM Darurat, Kemenparekraf Siapkan Dana Hibah di Sektor Pariwisata

PPKM Darurat, Kemenparekraf Siapkan Dana Hibah di Sektor Pariwisata
info gambar utama

Tanggal 3-20 Juli 2021 telah ditetapkan sebagai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali oleh Presiden Joko Widodo. PPKM Darurat menerapkan pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat dari sebelumnya. Langkah ini diambil demi memutus rantai penyebaran Covid-19 yang terus meningkat belakangan ini.

Selama PPKM Darurat, ada beberapa aturan yang diterapkan seperti pekerja sektor non-esensial bekerja 100 persen dari rumah, kegiatan belajar-mengajar seluruhnya dilakukan secara daring, supermarket, pasar, dan toko untuk kebutuhan sehari-hari buka sampai pukul 8 malam, mall ditutup, dan seluruh tempat makan tidak menerima makan di tempat, alias menggunakan metode take away.

Mengingat ketatnya pembatasan kegiatan pada PPKM Darurat, lantas bagaimana dengan berbagai rencana Kemenparekraf untuk memulihkan ekonomi nasional dari sisi pariwisata?

Indonesia Dapat Sumbangan 4 Juta Dosis Vaksin Modern

Program Kemenparekraf terpaksa ditunda

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, menyambut baik penerapan kebijakan PPKM Darurat untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Pihaknya memutuskan untuk menunda pelaksanaan program-program untuk memulihkan ekonomi seperti wisata vaksin, Work From Bali, pembukaan wisata Bali, Travel Corridor Arrangement, dan beberapa acara di daerah.

Sandiaga pun mengimbau kepada pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif dan masyarakat agar mengikuti aturan PPKM Darurat secara totalitas. Tak lupa terus menerapkan protokol kesehatan 6M, yaitu:

  • Memakai masker,
  • Menjaga jarak,
  • Mencuci tangan dengan sabun,
  • Menghindari kerumunan,
  • Menghindari makan bersama, dan
  • Mengurangi mobilitas.

Sebelumnya, Sandiaga telah mengumumkan paket wisata vaksin di Bali untuk wisatawan lokal. Dengan membeli paket ini, wisatawan dapat menginap di hotel-hotel bersertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) dan mengunjungi objek wisata bersertifikat CHSE.

Adapun hotel-hotel yang masuk dalam paket wisata vaksin tersebut antara lain HARRIS Hotel Kuta Galleria, Bali Nusa Dua Hotel, Pondok Sari Hotel, Royal Tulip, Ramayana, Rama Candidasa, Kuta Seaview, Alaya, Grand Hyatt di Nusa Dua, dan Hyatt Regency.

Dengan membayar biaya paket mulai Rp4 jutaan, wisatawan akan mendapatkan fasilitas berupa transportasi dari bandara-hotel-bandara, vaksin Covid-19, sarapan, dan menginap di hotel pilihan selama 14 hari 13 malam.

Namun, dengan adanya PPKM Darurat, program tersebut harus ditunda untuk sementara waktu. Meski demikian, koordinasi dari pihak Kemenparekraf terus berjalan secara daring. Sandiaga berharap bila kasus baru Covid-19 sudah turun, vaksinasi mencapai 70-80 persen, dan konsep end-to-end CHSE dapat diterapkan, Bali bisa dibuka kembali.

Vaksin AstraZeneca Dinilai Efektif, Australia Siap Kirim Bantuan 2,5 Juta Dosis ke RI

PPKM Darurat pada sektor pariwisata, Kemenparekraf siapkan dana hibah

Pemberlakuan PPKM Darurat agaknya memang tak bisa menyenangkan semua pihak. Industri pariwisata pun jadi salah satu sektor yang terkena dampaknya.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mengatakan bahwa hotel-hotel akan sulit bertahan bila situasi pandemi di Indonesia tak kunjung membaik. Menurut PHRI, hotel tidak bisa bertahan karena untuk mencapai break even point, tingkat hunian adalah 40 persen. Saat ini hotel bintang tiga hingga lima sudah kehilangan miliaran penghasilan setiap bulannya.

Pelaku usaha pariwisata meminta pemerintah untuk mengucurkan bantuan secepatnya karena PPKM Darurat ini berdampak masih pada industri pariwisata. Di Bali, hampir setengah dari warganya bergantung pada sektor pariwisata. Hotel-hotel diprediksi sulit bertahan karena telah berjuang selama pandemi satu setengah tahun ini.

Sandiaga pun turut mengakui bahwa pembatasan sosial ini berdampak masif pada pariwisata. Kini, pihaknya telah mengajukan bantuan hibah pariwisata ke komite PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sejumlah Rp3,7 triiliun.

"Tahun lalu, kita hanya menjangkau hotel dan restoran. Tahun ini kita ingin juga meyentuh pelaku biro perjalanan, tour guide, pramuwisata, tempat-tempat rekreasi, dan beberapa sentra wisata," ujarnya.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini