Ambil Langkah IPO, Bukalapak Lepas Harga Mulai Rp750 per Lembar Saham

Ambil Langkah IPO, Bukalapak Lepas Harga Mulai Rp750 per Lembar Saham
info gambar utama

Kabar yang mencuri perhatian kembali datang dari industri startup di tanah air, yaitu Bukalapak. Platform marketplace besutan Achmad Zaky dan Fajrin Rasyid tersebut akhirnya secara resmi melakukan Initial Public Offering (IPO), atau penawaran saham secara perdana kepada publik di tahun ke-11 perusahaan berjalan.

Bukan hal yang terlalu mengejutkan sebenarnya, mengingat wacana dan desas-desus melantainya Bukalapak di bursa saham sudah kencang terdengar dalam beberapa waktu belakangan.

Tidak hanya di Bursa Efek Indonesia (BEI), bahkan dalam sebuah pemberitaan yang dimuat oleh Bloomberg, upaya untuk menjajaki dual listing juga disebut dilakukan Bukalapak untuk bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal AS.

Namun, pemberitaan tersebut nyatanya ditampik oleh President Director Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, dalam konferensi pers virtual atau public expose penawaran saham perdana PT Bukalapak.com Tbk, pada Jumat (9/7/2021).

"Untuk peluang Bukalapak listing di AS, intinya saat ini kami fokus listing di BEI” ungkap Rachmat.

Bukalapak Akan Berekspansi ke Timur Tengah

Fakta IPO Bukalapak

Public Expose Penawaran Saham Perdana PT Bukalapak.com Tbk
info gambar

Dalam rilis yang diterbitkan oleh Bukalapak, start up unicorn pertama di tanah air yang melantai di bursa saham ini pada akhirnya secara gamblang mempublikasikan kondisi keuangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Mulai dari laporan keuangan seperti total aset liabilitas, ekuitas, kinerja operasional perusahaan, sampai detail sebanyak 55 investor, yang dimiliki Bukalapak sebelum mengambil langkah IPO.

Dalam skema IPO yang dipublikasi, dijelaskan bahwa Bukalapak akan melepas sebanyak 25 persen saham yang dimiliki ke publik. Adapun detail dari 25 persen saham yang dimaksud adalah, sekitar 25,7 miliar lembar saham yang ditawarkan dengan harga berkisar antara Rp750 hingga Rp850 per lembar.

Sehingga, lewat penawaran tersebut Bukalapak diperkirakan akan memiliki total dana yang diraup dari publik sebesar Rp21,9 triliun.

Masih berdasarkan laporan yang dirilis, setelah 25 persen saham dilepas ke publik nantinya, ada dua pihak yang tetap memiliki saham mayoritas dari Bukalapak, yaitu PT Kreatif Media Karya (Emtek Group) sebesar 23,93 persen, dan API (Hong Kong) Investment Ltd (Ant Group) sebesar 13,05 persen.

Adapun pemegang saham lain dengan persentase di bawah 10 persen, di antaranya dimiliki oleh tiga pendiri dari Bukalapak, yaitu Achmad Zaky sebesar 4,32 persen, Fajrin Rasyid sebesar 2,64 persen, dan Nugroho Heru Cahyono sebesar 2,08 persen.

Sedangkan 50 pemegang saham sisanya dimiliki oleh pihak-pihak yang sebelumnya dilaporkan berinvestasi kepada Bukalapak, seperti Microsoft, Naver Corp, Standard Chartered, dan lain-lain.

Apabila dari sebesar 25 persen saham yang dilepas Bukalapak dalam penawaran umum perdana ini ada sisa saham yang tidak dipesan oleh publik, maka saham tersebut akan dikelola oleh dua perusahaan sekuritas yang menjadi Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas, serta dua perusahaan sekuritas yang menjadi Penjamin Emisi Efek, yakni PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Sedangkan, jika pemesanan saham yang ditawarkan ke publik nyatanya melebihi kapasitas, maka akan dilakukan penjatahan dan pengembalian dana ke pihak pemesan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Gandeng Fintech, Bukalapak Bantu Pembiayaan Warung Kelontong

Jadwal penawaran saham Bukalapak dan alokasi dana

Bursa Efek Indonesia
info gambar

Bukalapak selaku calon emiten yang nantinya akan memiliki kode saham ‘BUKA’ ini, harus melalui langkah dan tahap sedikit panjang dalam proses penawaran saham sampai namanya secara resmi dicatat dalam BEI. Untuk lebih jelas, berikut detail jadwal penawaran sementara yang dipublikasi.

  • Masa penawaran awal: 9-19 Juli 2021
  • Tanggal efektif: 26 Juli 2021
  • Masa penawaran umum perdana saham: 28-30 Juli 2021
  • Tanggal penjatahan: 3 Agustus 2021
  • Tanggal distribusi saham secara elektronik: 5 Agustus 2021
  • Tanggal pengembalian uang pesanan: 5 Agustus 2021
  • Tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia: 6 Agustus 2021

Dijelaskan pula secara detail mengenai alokasi dana yang nantinya akan diperoleh Bukalapak dari langkah IPO ini. Yang utama, sekitar 66 persen dana yang didapat akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. Adapun 34 persen dana sisanya akan didistribusikan ke beberapa entitas anak perusahaan Bukalapak.

Lebih detailnya, sebanyak 4 persen akan dialokasikan ke PT Buka Investasi Bersama, PT Buka Pengadaan Indonesia, Bukalapak Pte. Ltd., dan PT Five Jack, dengan alokasi masing-masing sebesar 1 persen. Setelah itu 15 persen lainnya akan dialokasikan ke PT Buka Usaha Indonesia.

Sementara pendanaan 15 persen sisanya akan dialokasikan ke PT Buka Mitra Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Mitra Bukalapak, sebuah layanan digital yang memfasilitasi pelaku UMKM di tanah air untuk bisa beradaptasi dan menjalankan usaha berbasis platform teknologi.

Indonesia Jadi Negara dengan IPO Terbanyak di Asean Selama Pandemi

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini