Membangun Hubungan Baik dengan Memahami Pentingnya Sikap Rendah Hati

Membangun Hubungan Baik dengan Memahami Pentingnya Sikap Rendah Hati
info gambar utama

Penulis: Ega Krisnawati

Seperti yang kita ketahui, di dunia yang semakin didominasi oleh media sosial tidak sedikit orang yang lebih fokus pada citra diri seseorang. Sehingga, terdapat penenakan yang lebih besar pada kompetisi untuk menunjukkan kualitas diri sendiri. Kendati demikian, selama masa ego yang meningkat dan obsesi pada citra diri, bersikap rendah hati adalah keputusan yang paling dihargai.

Menurut laman Fau Thrive, bersikap rendah hati dipahami sebagai sikap sopan dan memiliki pandangan yang realistis. Meski begitu, Kawan harus bisa membedakan arti dari rendah hati dan harga diri yang rendah, ya, Kawan.

Hal tersebut bisa dipahami dari adanya contoh bahwa seseorang yang rendah hati akan berpikir mereka telah melakukan hal yang paling buruk daripada orang lain. Sementara orang yang rendah hati, akan berpikir bahwa mereka bukanlah yang terbaik, tapi bukan berarti mereka adalah yang terburuk.

Tidak hanya itu, orang yang rendah hati juga tidak menunjukan sikap menyombongkan prestasi atau kemampuannya pada orang lain. Lantas, apa pentingnya memiliki sikap rendah hati?

Vaksin AstraZeneca Dinilai Efektif, Australia Siap Kirim Bantuan 2,5 Juta Dosis ke RI

Membangun hubungan yang lebih baik

Nice Relationship | Foto: Unsplash
info gambar

Menurut laman Glove Worx, salah satu manfaat paling jelas dari bersikap rendah hati adalah Kawan akan lebih disukai. Pasalnya, tidak ada orang yang bersedia berteman dengan orang dengan watak sombong.

Adapun penelitian yang menyatakan bahwa sikap rendah hati berdampak pada terciptanya hubungan baik seperti kepuasan dan pengampunan oleh dua pihak di dalamnya. Sehingga, bersikap rendah hati pun akan membuat hubungan yang tercipta lebih sehat.

Memandang orang lain sepadan

Sepadan | Foto: Unsplash
info gambar

Dengan menjadi rendah hati, berarti Kawan telah memandang orang lain sepadan. Sehingga, Kawan tidak menilai bahwa orang lain memiliki perjuangan yang berbeda dan prestasi yang jauh lebih sedikit daripada prestasi yang telah Kawan raih.

Sepadan bisa digambarkan, ketika orang dengan sikap rendah hati akan melihat orang lain memiliki posisi yang sama, dan bukan menganggap mereka sebagai orang yang berada di bawahnya. Dalam hal ini, Kawan akan menganggap orang lain sebagai orang yang sedang membutuhkan Kawan.

Peran Mantri Kesehatan Sukseskan Vaksinasi Pada Masa Kolonial

Membantu Kawan dalam berkarier

Career | Foto: Unsplash
info gambar

Tahukah Kawan bahwa perekrut pekerjaan dan program pascasarjana menginginkan pelamar yang rendah hati? Meskipun peristiwa ini cenderung Kawan, tapi bagi mereka yang bersikap sombong cenderung dianggap lebih sulit untuk bekerja sama.

Perekrut pekerjaan juga akan berpikir bahwa Kawan akan merugikan orang lain yang akan berinteraksi. Perekrut lebih menyukai calon pekerja yang rendah hati, karena mereka cenderung lebih menekankan kebutuhan orang lain atau konsumen. Meski harus tetap menjual diri dalam sesi wawancara pekerjaan, tapi Kawan dianjurkan untuk tetap rendah hati.

Terdapat dua cara yang dapat dilakukan agar dapat bersikap rendah hati. Pertama, bangun keyakinan. Keyakinan adalah kunci untuk menjalani kehidupan secara maksimal.

Simak 5 Cara Ini Agar Tak Kecanduan Media Sosial

Kawan perlu mengingat bahwa bersikap rendah hati bukanlah berfokus pada kelemahan, tapi pada kekuatan. Sehingga membangun keyakinan dalam diri adalah cara yang paling penting.

Kedua, ajukan pertanyaan. Dalam hal ini, Kawan perlu memahami bahwa mengajukan pertanyaan tidak akan membuat Kawan tampak lebih lemah.

Mengajukan pertanyaan justru membuat Kawan lebih kuat secara mental maupun fisik. Sehingga, Kawan dapat menunjukkan kepada rekan kerja ataupun mentor di tempat kerja tentang niat Kawan untuk selalu belajar.

Nah, itulah pentingnya bersikap rendah hati dan cara untuk bersikap rendah hati. Siapkah Kawan untuk bersikap rendah hati?*

Referensi: Gloveworx | Fau Thrive

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini