Mengenal Vaksin Pfizer, Lebih Efektif Hadapi Varian Delta dan Potensi Penggunaan Bagi Anak

Mengenal Vaksin Pfizer, Lebih Efektif Hadapi Varian Delta dan Potensi Penggunaan Bagi Anak
info gambar utama

Ada kabar baik di tengah situasi pandemi yang kembali melonjak di Indonesia. Walaupun belakangan diperoleh angka kasus baru yang disebut kian menciptakan rekor, lebih tepatnya 38.124 kasus per tanggal 9 Juli 2021, namun hal tersebut diikuti dengan capaian serupa dari angka kesembuhan yang dimiliki, yaitu sebanyak 28.975 orang per tanggal yang sama.

Bersamaan dengan hal tersebut, berbagai upaya pemerintah dalam menghadapi penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya dengan mengakselerasi program vaksinasi nasional di tanah air dengan berbagai jenis vaksin yang sudah tersedia, di antaranya Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca.

Kabar baik lainnya, Indonesia akan kembali kedatangan vaksin jenis baru yang diklaim memiliki tingkat keefektifan lebih tinggi, dan bekerja dengan baik di beberapa negara yang sudah lebih dulu menggunakan vaksin jenis ini, yaitu Pfizer.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, melalui pernyataan yang dimuat dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden pada akhir bulan Juni lalu.

“…bulan Agustus nanti akan masuk dari Pfizer, sehingga jumlah vaksin yang masuk di semester kedua tahun ini akan semakin banyak" ungkap Budi.

Jumlah Penerima Vaksin di Asia Tenggara, Indonesia Jadi yang Terbanyak

Vaksin Covid-19 pertama yang dipakai di dunia

Margaret Keenan
info gambar

Pfizer merupakan vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi dengan nama yang sama yaitu Pfizer Inc. asal AS yang bekerja sama dengan perusahaan Jerman BioNTech.

Berbeda dengan beberapa vaksin yang menggunakan metode penyuntikan virus yang sudah mati atau dilemahkan, vaksin dengan nama lain BNT162b2 ini bekerja dengan menyuntikkan gen sintetis yang memiliki kode genetik dari virus, yang akan mengajari sistem imun penerimanya untuk memberikan respons perlawanan.

Faktanya, Pfizer merupakan vaksin Covid-19 pertama yang digunakan di dunia untuk tujuan penyembuhan, di luar serangkaian tes atau uji coba yang sebelumnya sudah banyak dilakukan. Vaksin ini pertama kali digunakan di Irlandia Utara kepada seorang wanita berusia 90 tahun bernama Margaret Keenan.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, vaksin Pfizer diklaim memiliki tingkat keefektifan mencapai 90 persen. Sama seperti vaksin lainnya, Pfizer juga memiliki kemungkinan efek samping seperti sakit kepala, demam, rasa sakit di area suntikan, dan rasa lelah.

Vaksin Covid-19, Apa Bedanya Sinovac dan AstraZeneca?

Dinilai lebih efektif hadapi Covid-19 varian Delta

Ilustrasi Covid-19 varian Delta
info gambar

Sebagaimana pemberitahuan yang dipublikasi oleh pemerintah Indonesia, kembali tingginya angka penyebaran Covid-19 sejatinya disebabkan oleh varian turunan berjenis baru yaitu Delta atau B.1.617 yang pertama kali diidentifikasi di India.

Adapun WHO juga menyatakan bahwa varian Delta merupakan versi Covid-19 yang dominan secara global, dan menjadi variant of concern dalam penyebarannya di dunia. Berangkat dari hal ini, sejumlah lembaga kesehatan yang kembali melakukan penelitian pada akhirnya menyatakan bahwa ada dua jenis vaksin yang diyakini memiliki tingkat keefektifan lebih tinggi dalam menghadapi varian Covid-19 Delta, yaitu Pfizer dan AstraZeneca.

Melansir Reuters, berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Public Health England (PHE) mengungkap bahwa Pfizer dan AstraZeneca memberikan lebih dari 90 persen perlindungan terhadap peluang rawat inap yang disebabkan oleh Covid-19 varian Delta.

Artinya, apabila seseorang yang telah mendapatkan salah satu dari kedua jenis vaksin tersebut kemudian terjangkit Covid-19 varian Delta, maka dampak yang muncul kemungkinan besar sebatas gejala ringan, yang di Indonesia sendiri sejauh ini cukup diatasi dengan ketentuan isolasi mandiri.

Vaksin AstraZeneca Dinilai Efektif, Australia Siap Kirim Bantuan 2,5 Juta Dosis ke RI

Program vaksin Covid-19 untuk anak di Indonesia

Presiden Jokowi saat pernyataan mengenai program vaksin anak di Indonesia
info gambar

Tak kalah menjadi perhatian, masyarakat sendiri saat ini banyak yang mempertanyakan program vaksinasi untuk kalangan anak atau usia remaja di bawah 18 tahun. Sebagaimana yang kita tahu, bahwa hampir sebagian besar program vaksinasi masal sebelumnya lebih memprioritaskan lansia dan penduduk berusia di atas 18 tahun.

Bukan tanpa alasan, kebijakan ini pada awalnya dibuat untuk memberikan perlindungan kepada orang berusia lanjut yang biasanya memiliki daya tahan tubuh lebih rentan ketimbang mereka yang masih berusia muda dengan imun atau daya tahan tubuh lebih kuat.

Namun, tak sedikitnya kasus Covid-19 yang juga dialami oleh anak-anak membuat beberapa pihak dan masyarakat turut mendorong program vaksinasi untuk anak, yang akhirnya mendapat respons positif dari pemerintah.

Pada akhir bulan Juni lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin yang dinyatakan aman bagi anak usia 12 hingga 17 tahun. Untuk saat ini, baru vaksin Sinovac yang mendapatkan izin tersebut.

“…BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization) untuk vaksin Sinovac yang dinyatakan aman digunakan anak usia 12-17 tahun, sehingga vaksinasi untuk anak-anak usia tersebut bisa segera dimulai,” ungkap Presiden Joko Widodo dalam pernyataan yang dimuat di laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

Pertama Dipakai Indonesia, Ini Ungkapan Keefektifan dari Penerima Vaksin Sinovac

Bersamaan dengan hal tersebut, Pfizer saat ini merupakan salah satu vaksin yang sudah mendapatkan izin penggunaan untuk kalangan anak di beberapa negara, salah satunya AS. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada akhir Maret lalu terhadap sebanyak 2.260 anak dan remaja, yang menunjukkan keefektifan hampir 100 persen dan ditoleransi dengan baik.

Akan masuknya Pfizer ke Indonesia memunculkan pertanyaan, apakah vaksin satu ini langsung mendapat izin untuk menjajari Sinovac sebagai vaksin yang aman digunakan untuk kalangan anak di kisaran usia 12 hingga 17 tahun.

Menukil Tempo, hal tersebut rupanya direspons oleh Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, yang menyatakan bahwa pemberian izin vaksin Pfizer untuk bisa digunakan pada kalangan anak baru akan dipertimbangkan setelah mendapat rekomendasi dari tiga lembaga terkait di Indonesia.

"Tunggu rekomendasi BPOM, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)," janjinya.

Mempertanyakan Program Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Adat

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini