Menikmati Nasu Palekko, Olahan Bebek Lezat Kebanggaan Sulawesi Selatan

Menikmati Nasu Palekko, Olahan Bebek Lezat Kebanggaan Sulawesi Selatan
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

Bicara soal kuliner khas Indonesia memang tidak ada habisnya. Kita patut berbangga dengan kekayaan rasa pada tiap-tiap makanan lokal di Indonesia. Berkat inilah lidah tidak akan bosan dengan getar-getir bumbu dan semakin termotivasi untuk mencicipi berbagai makanan di tiap daerah.

Salah satu kuliner khas daerah yang mampu membuat lidah menari-nari ialah nasu palekko. Harta terpendam milik Sulawesi Selatan ini memiliki rasa yang sudah melegenda sejak zaman dulu hingga detik ini.

Berbicara soal nama, nasu palekko diserap dari bahasa Bugis, yaitu nasu dengan makna 'masak' dan palekko dengan arti 'terbuat dari tanah'. Alhasil, setelah digabungkan menjadi 'nasu palekko', makna makanan ini ialah memasak dengan wajan yang terbuat dari tanah.

Kisah Ikan Belida, Bahan Baku Pempek yang Kini Populasinya Mengkhawatirkan

Mengapa diberi nama itu? Hal ini disebabkan kebiasaan masyarakat Bugis yang memasak nasu palekko dengan memakai wajan tanah. Meskipun begitu, lambat laun nasu palekko dimasak dengan memakai wajan alumunium. Bahkan, tak sedikit pula yang membuat nasu palekko dengan menggunakan panci.

Lantas, apa hubungan antara wajan dengan rupa masakan? Nah, wajan tadi digunakan untuk memasak olahan dengan bahan baku utama berupa daging bebek. Sebelum dimasak, makanan yang kerap disapa dengan 'daging bebek cincang', dipotong kecil-kecil terlebih dahulu. Daging cincang itu haruslah lembut, sehingga yang digunakan adalah bebek muda.

Adapun bahan utama nasu palekko tidak terbatas pada bebek saja. Pada mulanya saja, nasu palekko menggunakan daging itik sebagai bahan utama. Sekarang pun bahan utama daging bebek bisa digantikan dengan daging ayam.

Cara membuat nasu palekko

Membuat Nasu Palekko | Foto: Netlify
info gambar

Bagi Kawan yang tidak berlokasi di Sulawesi Selatan, cobalah untuk membuat nasu palekko sendiri di rumah. Memasaknya tidaklah sulit, cukup potong bebek (atau jenis daging lainnya) kecil-kecil, jangan lupa juga untuk mencuci bersih beras. Setelah itu, siramkan perasan jeruk nipis ke atas bebek. Diamkan bebek selama 10 menit.

Jika sudah, masukkan potongan bebek tadi ke atas wajan yang sudah dipenuhi dengan tumisan bumbu halus. Aduk-aduk hingga bumbu meresap lalu diamkan selama 5 menit. Saat masakan mulai mendidih, masukkan air asam jawa dan aduk merata dengan menambahkan garap. Masak terus hingga kering dan jadilah nasu palekko.

Saat disajikan di atas piring, akan terlihat betapa jelasnya warna kuning bumbu nasu palekko yang mencolok di mata. Aroma kuat yang keluar darinya, seolah menarik paksa Kawan untuk segera mencicipinya.

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Ragam Pecel Khas Daerah di Indonesia

Tidak sampai di situ saja, saat mencicipi, Kawan akan merasakan perpaduan bumbu dan rempah-rempah mulai meleleh di lidah. Bersama dengan kelembutan daging, seluruh bumbu dan rempah-rempah seolah beradu di mulut. Mengundang rasa ketagihan untuk mengambil sendok berikutnya.

Cita rasa nasu palekko mencapai puncaknya tatkala disajikan saat siang hari. Lantaran rasa pedas yang dipadu dengan terik siang matahari, akan menciptakan sensasi yang tak terkalahkan.

Belum lagi dengan kegurihannya. Kawan bisa mendapatkan nasu palekko terbaik bilamana dimasak tidak terlalu kering. Memasak bebek terlalu lama dikabarkan dapat menghilangkan rasa gurih pada bebek muda. Tambah lagi, daging bebek malah jadi sangat lengket di dalam mulut.

Jika beruntung ke Sulawesi Selatan

Nasu Palekko | Foto: Brisik.id
info gambar

Barangkali Kawan mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Sulawesi Selatan. Maka itu, cobalah untuk mendatangi warung makan nasu palekko dengan rasa terbaik. Dijamin liburan atau kunjungan kerjamu akan sangat memuaskan.

Ialah warung goyang bebek di Kota Pinrang yang bisa Kawan kunjungi. Lokasinya ada di Jalan Belae Lereng-lereng Timur, Kota Punrang. Bisa dicapai dengan melintasi jalur pertanian warga yang membelah rerumputan sawah. Setelah 100 meter perjalanan, Kawan sudah tiba di warung makan tersebut.

Nasi Balap Puyung, Gurihnya Kuliner Khas Lombok

Bicara soal harga Kawan memang perlu menggelontorkan Rp80.000 untuk menikmati seporsi nasu palekko. Sekilas terdengar cukup mahal. Namun, percayalah, satu porsi ini setara dengan empat piring nasu palekko, satu bakul nasi putih, dan sup.

Olahan bebek dengan cita rasa unik memang sangat menggugah selera. Tak terbayang, bagaimana tajamnya bumbu dan rempah-rempah pada nasu palekko. Membuat diri ingin segera bertandang ke Sulawesi Selatan dan mencicipi langsung nasu palekko.*

Referensi:brisik.id | cookpad.com | KabarMakassar.com | Rawi Muin

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini