Pesanggrahan Menumbing dan Wisata Bersejarah di Bangka Barat

Pesanggrahan Menumbing dan Wisata Bersejarah di Bangka Barat
info gambar utama

Setelah kemunculan film Laskar Pelangi, nama Kepulauan Bangka Belitung (Babel) semakin terkenal sebagai destinasi wisata. Kepulauan Babel merupakan sebuah provinsi yang terdiri dari dua pulau utama, yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung, dan ibu kotanya adalah Pangkalpinang.

Sementara Pulau Belitung dikenal dengan wisata Laskar Pelangi dan beragam pantai yang memesona, Pulau Bangka menyimpan berbagai tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Salah satu kawasan yang bisa didatangi untuk pelesiran ialah Kabupaten Bangka Barat di Pulau Bangka. Di sana, terdapat banyak bangunan bersejarah yang akan membawa kita kembali ke masa-masa sebelum kemerdekaan dan pastinya punya deretan pantai yang tak kalah mengagumkan dari Belitung.

Berikut daftar tempat wisata di Bangka Barat yang bisa jadi inspirasi untuk liburan Anda berikutnya:

Pesanggrahan Menumbing

Berwisata ke Bangka Barat rasanya kurang lengkap bila belum mengunjungi Pesanggrahan Menumbing. Ini adalah rumah peristirahatan yang dibangun sekitar tahun 1927-1930 dan awalnya dimiliki oleh Perusahaan Timah Belanda Banka Tin Winning (BTW).

Setelah mendapat persetujuan dari kepala BTW, J.G. Bijdendijk, bangunan ini resmi jadi hotel mewah dengan fasilitas modern saat itu, seperti listrik, air mengalir, telepon, hingga lapangan tenis. Hotel ini memiliki tiga bangunan bergaya arsitektur de stijl, gaya arsitektur modern yang berkembang pada tahun 1920-1930an sebelum perang dunia ke dua.

Di tempat ini, para tokoh kemerdekaan yaitu Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan pasca agresi militer Belanda di Yogyakarta untuk membatasi berhubungan dengan dunia internasional.

Dalam rangka menjajah Indonesia kembali, Belanda meluncurkan agresi militer ke-2 dan saat itu Pemerintah Belanda menangkap dan mengasingkan beberapa pemimpin Bangsa Indonesia. Pada 22 Desember 1948, rombongan yang diasingkan ke Pesanggrahan Menumbing antara lain Drs. Moh. Hatta, Mr. A. Gafar Pringgodigdo, Mr. Ass’aat, dan Commodor Suryadarma, dan tak lama kemudian disusul oleh Mr. Ali Sastroamidjoyo dan Mr. Moh Roem.

Legenda Akek Antak, Jejak Islamisasi di Bangka Belitung dan Kearifan Lingkungan

Masjid Jami’ dan Kelenteng Kong Fuk Miau

Di kawasan Pasar Muntok, Anda bisa melihat dua buah tempat ibadah berdiri berdampingan, yaitu Masjid Jami’ dan Kelenteng Kong Fuk Miau yang dibangun pada abad ke-18.

Masjid Jami’ dibangun pada tahun 1883 dan didirikan pada masa Abang Muhammad Ali dengan gelar Temenggung Kartanegara II. Secara arsitektur, masjid ini memiliki pengaruh budaya Melayu dan Jawa Kuno.

Di sebelah masjid, terdapat Kelenteng Kong Fuk Miau. Banguna berwarna merah ini dibangun tahun 1800-an dan menjadi kelenteng tertua di Kepualauan Babel. Pembangunan kelenteng ini merupakan hasil urunan dari para pekerja penambangan timah keturunan Tiongkok yang berada di Muntok. Hingga saat ini, kelenteng masih aktif dan jadi tempat ibadah etnis Tionghoa di Muntok.

Mercusuar Tanjung Kalian | @JAmotret Shutterstock
info gambar
Daratan Sumatera akan Terhubung dengan Pulau Bangka, Lewat Jembatan Sumsel - Bangka

Mercusuar Tanjung Kalian

Jangan lewatkan kesempatan mengunjungi Mecusuar Tanjung Kalian. Mercusuar yang dibangun Belanda tahun 1862 ini memiliki ketinggian 56 meter dengan 192 anak tangga. Dari atas, para nahkoda bisa memantau lautan hingga jarak 40 mil dan lampu navigasi di puncaknya selalu menyala 24 jam.

Tak hanya mendukung navigasi laut, mercusuar ini pun diperbolehkan dikunjungi wisatawan. Bangunan mercusuar ini memiliki 16 lantai yang terdiri dari ratusan anak tangga dari beton dan dua lantai terakhirnya merupakan tangga kayu.

Setiap lantai memiliki lubang sirkulasi udara dengan diameter sekitar 30 cm. Naik ke puncaknya memang butuh usaha kuat, tetapi semua upaya akan terbayar tuntas setelah sampai di atas. Anda bisa memandangi Pantai Tanjung Kalian, aktivitas di pelabuhan, hingga pemandangan Kota Muntok.

Tradisi Penolak Bala Khas Bangka Belitung

Desa wisata Bangka Barat

Sejak awal tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tengah mengembangkan desa wisata untuk menjadi daya tarik andalan wisatawan.

Desa-desa tersebut siap bergerak untuk menjadi desa wisata berbasis potensi sumber daya alam dan budaya lokal yang dimiliki desa masing-masing. Kelompok pengelola pun telah siap, baik itu kelompok sadar wisata (Pokdarwis), karang taruna atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Adapun desa wisata yang siap dikunjungi wisatawan selama di Bangka Barat seperti berikut ini:

  • Desa Airputih dengan potensi Pantai Tanjungular dan keragaman budaya.
  • Desa Airbelo dengan potensi Bukit Kukus.
  • Desa Belolaut memiliki wisata andalan kuliner, pantai, dan mangrove Tanjungpunai.
  • Desa Kapit dengan potensi pantai dan mangrove.
  • Desa Teluk Limau kaya potensi hutan mangrove dan pantai.
  • Desa Bakit memiliki potensi pantai dan kuliner.
  • Desa Aairlimau mengembangkan wisata edukasi berbasis lingkungan dan budaya.
  • Desa Kelabat memiliki objek utama batu granit Belimbing.
  • Desa Jebulaut dengan objek andalan pantai.
  • Desa Penganak memiliki kawasan pantai.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini