Mainan Favorit Masa Kecil, Begini Asal-usul Conglak si Permainan Tradisional Indonesia

Mainan Favorit Masa Kecil, Begini Asal-usul Conglak si Permainan Tradisional Indonesia
info gambar utama

Penulis: Ega Krisnawati

Tanpa disadari, permainan tradisional mulai ditinggalkan karena pergeseran zaman. Pasalnya, Teknologi yang semakin canggih membuat tidak sedikit orang untuk memilih memainkan telepon pintarnya atau bahkan permainan digital lainnya.

Masyarakat Indonesia cenderung melupakan permainan tradisional yang pernah singgah sebelumnya. Padahal, permainan tradisional tersebut memiliki banyak unsur kebudayaan.

Dikutip dari laman Indonesia.go, beberapa dari mereka bahkan tidak tahu satu pun permainan tradisional. Kendati begitu, tahukah Kawan bahwa congklak adalah satu dari 2.600 permainan tradisional yang ada di Indonesia?

Congklak memiliki banyak sebutan. Masyarakat di Jawa menyebut permainan ini dengan sebutan dhakon. Sementara di Lampung congklak populer dengan nama dentuman lamban.

Sebutan congklak yang beragam tidak hanya ada di tanah air, tapi juga di ranah internasional. Beberapa di antaranya di Srilanka namanya canka, di Semenanjung Melayu disebut conkak, di Filipina cunkayon, dan di Afrika mankala.

Nostalgia Permainan Masa Kecil dan Memaknai Kalimat Ajaib Hom Pim Pah
Congklak | Foto: Kawan Mamak
info gambar

Sementara dalam “Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia”, Dennys Lombard menyebut permainan ini sama dengan mangala yang terdapat di berbagai tempat lain di Samudera Hindia, Madagaskar, dan Turki. Hal ini berkembang setidaknya sejak abad ke-17. Dalam bahasa arab, congklak disebut mancala, dalam bahasa Inggris ‘mancala’ congklak memiliki makna ‘untuk bergerak’.

Lalu, sebutan congkak sendiri telah berkembang di daerah Sumatra. Meski congklak bisa dimainkan oleh siapa pun, tapi beberapa literatur menuliskan bahwa permainan ini dimainkan oleh anak-anak perempuan dari kalangan bangsawan. Hal tersebut dinyatakan oleh AJ Resink-Wilkens dalam “Het Dakonspel (Permainan Dakon)”.

Sejarah permainan congklak

Congklak | Foto: Gotchiet.com
info gambar

Menurut sejarah, congklak pertama kali masuk dan berkembang di Indonesia karena dibawa oleh bangsa Arab yang datang untuk berdagang dan berdakwah. Sementara itu, arkeologi dan beberapa ahli percaya bahwa congklak berasal dari Timur Tengah, lalu menyebar ke Afrika. Tidak sedikit ahli yang menduga bahwa permainan congklak merupakan papan permainan tertua yang pernah ada di dunia.

Dalam laman Historia, dinyatakan bahwa bukti arkeologis mengenai permainan congklak ditemukan dalam ekskavasi atau pembongkaran sisa-sisa arkeologis di Panjunan, Banten, pada 1983. Pembongkaran itu ditemukan terdapat Bidak Congklak Terakota. Hingga akhirnya, Bidak Congklak Terakota yang terbuat dari tanah liat tersebut kini menjadi koleksi Museum Nasional.

Permainan Hom Pim Pah, Cara Leluhur Dekatkan Anak-anak pada Tuhan

Heriyanti Ongkodharma dalam “Kapitalisme Pribumi Awal Kesultanan Banten 1522-1684menuliskan bahwa artefak tanah liat yang dikategorikan sebagai kebutuhan sekunder antara lain berupa barang permainan seperti congklak. Selain itu, peninggalan arkeologis pada masa prasejarah (megalitikum) berupa batu monolit juga disebut batu dakon.

Hal tersebut diambil dari sebutan bidak permainan dakon karena kemiripannya. Batu Dakon biasanya berdampingan dengan menhir. Menurut arkeolog Agus Aris Munandar, ada dua pandangan mengenai fungsi batu dakon.

Pertama, kalangan ahli prasejarah beranggapan lubang di batu itu berfungsi sebagai altar sesajian seperti kembang-kembangan atau biji-bijian. Kedua, kalangan lainnya beranggapan fungsi dari dakon, yaitu sebagai proyeksi peta bintang seperti di dataran tinggi India.

Cara bermain congklak

Bermain congklak | Foto: Liputan6.com
info gambar

Congklak dimainkan oleh dua orang yang berhadapan menggunakan papan dari kayu atau plastik dengan panjang 40--50 centimeter. Papan tersebut lengkap dengan 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan dua lubang besar di kedua sisinya (kanan dan kiri). Masing-masing pemain dibagi menjadi tujuh lubang kecil dan satu lubang besar.

Nantinya lubang-lubang kecil diisi dengan lima sampai tujuh biji yang terbuat dari kerang atau biji sawo, sedangkan lubang besar dibiarkan kosong. Umumnya lubang besar tersebut dianggap sebagai gudang penyimpanan pemain.

Petak Umpet, Permainan Tradisional yang Menolak Dilupakan

Cara bermainnya sangat mudah, dua orang pemain bergantian untuk memilih satu lubang kecil miliknya untuk dipindahkan satu per satu ke lubang lainnya searah jarum jam, hingga biji yang di genggaman habis. Permainan akan berakhir ketika semua lubang kecil kosong dan semua biji berada di lubang besar.

Kemenangan ditentukan dari jumlah biji terbanyak yang berada di lubang besar masing-masing pemain. Congklak mampu mengasah kesabaran dan kerja sama. Pernahkah Kawan bermain congklak?*

Referensi: Historia | Indonesia.go

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini