Uluran Tangan Berbagai Negara, Bantu Indonesia Hadapi Situasi Krisis Pandemi

Uluran Tangan Berbagai Negara, Bantu Indonesia Hadapi Situasi Krisis Pandemi
info gambar utama

Semua lapisan masyarakat Indonesia masih harus berusaha lebih keras lagi untuk bertahan di tengah situasi krisis pandemi yang terjadi, dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda setidaknya dalam waktu dekat.

Mulai dari diberlakukannya kembali pembatasan kegiatan berupa PPKM yang dinilai jauh lebih ketat, sampai fakta bahwa Indonesia yang saat ini menjadi episentrum Covid-19 di wilayah Asia, label yang sebelumnya melekat pada India karena lonjakan kasus yang tinggi beberapa waktu lalu.

Pahit memang, tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi.

Sedikit kilas balik pada saat India berada di tengah situasi krisis, uluran bantuan didapatkan dari berbagai negara di dunia dalam berbagai bentuk dukungan. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang berperan aktif memberikan bantuan, dengan mengirimkan sebanyak 2.000 tabung oksigen pada akhir bulan Mei lalu.

Tak ada yang menyangka dengan pasti, bahwa tak lama setelahnya Indonesia ikut berada di posisi yang dialami oleh India. Beruntung, di tengah upaya internal yang dilakukan oleh berbagai pihak dan pemerintah untuk bertahan, dukungan sebaliknya juga tak henti diterima Indonesia dari berbagai negara. Padahal di sisi lain negara-negara tersebut masih sama-sama berjuang di tengah situasi pandemi.

Uluran bantuan yang diterima Indonesia didapatkan dalam berbagai bentuk, tidak hanya vaksin sebagai fokus utama, namun juga berbagai alat penunjang kesehatan yang memiliki peran besar dalam kelangsungan penanganan kasus Covid-19 di tanah air.

Masih membekas di ingatan mengenai dukungan yang diberikan oleh Australia, di mana tidak hanya berupa vaksin, namun juga ribuan alat kesehatan bahkan bantuan pinjaman dana untuk mempertahankan perekonomian tanah air.

Tentu bukan hanya Australia, bantuan yang berarti juga diperoleh dari deretan negara lainnya yang tak kalah berperan besar dalam mendukung Indonesia menghadapi kondisi krisis pandemi yang terjadi.

Vaksin AstraZeneca Dinilai Efektif, Australia Siap Kirim Bantuan 2,5 Juta Dosis ke RI

Selain Kirim 4,5 Juta dosis vaksin Moderna, AS sumbang dana 14,5 juta dolar

Bantuan vaksin Moderna dari pemerintah AS untuk Indonesia
info gambar

Bantuan utama berupa vaksin datang dari Negeri Paman Sam. Sebelumnya, pada tahap pertama hibah vaksin jenis Moderna diberikan sebanyak 3 juta dosis bersamaan dengan bantuan alat kesehatan lainnya seperti tabung oksigen dan peralatan medis.

Selanjutnya pada tahap kedua, sisa kiriman sebanyak 1,5 juta dosis vaksin Moderna pun berhasil mendarat di tanah air pada tanggal 13 Juli 2021 lalu. Melansir Law Justice, Senator AS Tammy Duckworth, menyampaikan keseriusannya membantu Indonesia dalam menghadapi situasi krisis yang terjadi.

"Vaksin ini melengkapi 3 juta dosis yang dikirimkan pekan lalu, tanpa pamrih,tapi berdasarkan pemahaman bahwa tidak ada satu bangsa yang bisa benar-benar aman dari Covid-19 hingga semua bangsa aman," ujar Tammy, saat pengiriman sisa 1,5 juta dosis vaksin ke Indonesia.

Tidak cukup sampai di situ, dalam salah satu kesempatan saat perwakilan negara AS tersebut melakukan diskusi dengan Iwan Freddy Hari Susanto, selaku perwakilan Indonesia di AS. Disebutkan ada upaya mengenai bantuan lain yang akan diberikan AS dalam bentuk dana langsung senilai 14,5 juta dolar AS, atau lebih dari Rp203 miliar untuk membantu program vaksinasi masyarakat Indonesia dengan cepat dan aman.

Indonesia Dapat Sumbangan 4 Juta Dosis Vaksin Moderna

Dukungan dari Jepang dan China

Bantuan vaksin dari Jepang
info gambar

Jepang menjadi salah satu negara di kawasan Asia yang memberikan bantuan dalam bentuk vaksin jenis AstraZeneca sebanyak 998 ribu dosis ke Indonesia untuk tahap pertama. Melalui Dubes Jepang untuk Indonesia, Kenji Kanasugi, dirinya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bukti persahabatan antara kedua negara.

“Kami ingin terus bergandengan tangan dengan Indonesia yang merupakan mitra strategis Jepang untuk mengatasi Covid-19,” ungkap Kenji.

Tak hanya Jepang, negara satu rumpun Asia lainnya yang ikut memberikan bantuan kepada Indonesia yaitu China. Bantuan yang didapatkan dari China bahkan disampaikan langsung oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pada hari Kamis (15/7) lalu.

Luhut menyampaikan, bahwa China memberikan bantuan peralatan medis berupa oksigen cair, ISO Tank, silinder regulator oksigen, konsentrator oksigen, generator oksigen, serta obat anti virus untuk pengobatan Covid-19.

Indonesia Lampaui India sebagai Episentrum Covid-19 Asia, Bagaimana Langkah Pemerintah?

Dukungan dari Singapura dan apresiasi RI

Bantuan peralatan medis dari Temasek Singapura untuk Indonesia
info gambar

Selangkah lebih maju dalam menghadapi situasi pandemi, negara terdekat RI yaitu Singapura juga menjadi salah satu yang berperan aktif memberikan bantuan.

Terlepas dari Indonesia yang melakukan pengadaan secara mandiri (pembelian) dari Singapura berupa 10 ribu unit oxygen concentrator, Singapura rupanya memberikan bantuan yang cukup besar berupa 200 ventilator, 250 tabung oksigen berisi kapasitas 50 liter, 570 oxygen concentrator, 600 nasal cannula, 600 bubble humidifier, ribuan masker, sarung tangan, APD, tutup kepala, dan alat kesehatan lainnya.

Menanggapi banyaknya bantuan yang telah diterima Indonesia dari berbagai negara, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menyatakan bahwa saat ini ada banyak negara lainnya yang sudah menawarkan diri untuk memberikan bantuan.

Tawaran yang datang di antaranya berasal dari Belanda, Inggris, UAE, dan entitas internasional lainnya. Dalam pernyataannya, Retno mengungkap bahwa Indonesia mengapresiasi tawaran bantuan yang diberikan. Dirinya juga menekankan bahwa kolaborasi adalah prinsip yang terus dikedepankan oleh berbagai negara di dunia agar bersama-sama dapat segera keluar dari situasi pandemi yang terjadi.

"No one is safe until everyone is," ujar Retno saat menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama global dalam menghadapi situasi krisis pandemi yang terjadi.

Jumlah Penerima Vaksin di Asia Tenggara, Indonesia Jadi yang Terbanyak

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini